Patokan dasar membeli burung jawara, antara catatan prestasi dan kondisi di lapangan

Salah satu patokan yang dipakai ketika mau membeli jagoan yang sudah jadi adalah seberapa kali jagoan itu sudah berprestasi. Itu bisa dilihat pada tumpukan piagam atau sertifikat juara. Namun ingat, jangan sampai kena tipu dengan piagam bodong.

Catatan prestasi bisa menceritakan tentang banyak hal, seperti soal kestabilan burung. Misalnya bisa dilihat durasi lomba dalam satu periode tertentu. Apakah lomba yang diikuti tiap satu pekan atau dua pekan, itu selalu tampil stabil, bisa dilihat pada prestasinya. Bila tercatat selalu masuk dalam 3 besar secara berurutan, berarti burung cukup stabil.

Selain tu, harus diperhatikan pula sudah sejak berapa lama burung itu meraih prestasi. Bila waktu sejak jadi juara yang bisa dicatat sudah terlalu lama, juga harus berhati-hati. Boleh jadi, itu memang tak lebih dari catatan sejarah saja, jangan-jangan masa keemasannya sudah akan berakhir, sudah siap masuk museum, atau mendekati uzur dan kadaluwarsa.

Walaupun ketika dipantau masih maksi, tapi apakah masih cukup lama agi bisa dinikmati prestasinya? Nah, itu sebabnya ada baiknya kita memahami ‘lifetime’ kinerja sang juara, sebab tiap jenis burung memang berbeda-beda.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Banyak peserta lomba khususnya mereka yang masih awam, di saat berburu gacoan, mereka hanya terpaku pada kilauan prestasi yang pernah diraih. Akan tetapi mereka sangat kecil mempertimbangkan usia pröduktif untuk “merumput” dengan kondisi top form.

Setelah mereka banyak merogoh kocek tanpa ada hasil optimal prestasi dari sang jawara, mereka mulai sadar bahwasannya jawara tersebut sudah tak mampu lagi digandeng ke lapangan.

Membeli burung yang sudah jadi memang berbeda dan membeli burung prospek, yang umumnya masih muda usia, dan penampilannya pun belum stabil. Ada kalanya, bahkan setelannya juga belum ketemu sepenuhnya.

Silakan dilanjut membaca artikel ini yang saya bagi ke dalam beberapa sub artikel dengan tujuan agar Anda tidak terlalu berat saat membuka artikel ini di komputer atau di HP Anda.

Sub-sub artikel:

Bedakan usia muda, matang atau tua

Usia prestasi kenari pendek

Murai batu bisa 10 tahun

Waspadai piagam bodong

Kelemahan membeli burung berdasar track-record

Cara sukses Eko Cikande

Cara sukses ala Yogi SF Samarinda

Tips membeli murai batu Bonny N

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

3 Comments

  1. Sya jga ikut dukung cara perawatan mr.eko cikande,,( bkan mslh tetangga ya om ) memang kenyataannya gacoan yg di rmh dia emang sdh berumur lumayan tua,,tpi dri segi utk erawatan yg setiap hri sya melihat memang bagus dan kualitas pakan terjamin,bkn tidak mungkin sprti krakatau,fambregas,edane,dll msih bsa di andalkan,tpi AK si “arjuna” itu kmna y,,smpai skrg ini mr.eko gk mau ksih tau,,gra2 dlu di prambanan tidak maksimal,hnya sekilas kabar kalo arjuna wktu itu sbnrnya lapar hingga dia mletik saat gantang,,,,

  2. saya garis bawahi om “maklum ini masuk burung kecil” apakah burung kecil semua usia prestasinya pendek. bagaimana dengan pleci yang sedang naik daun…???

Komentar ditutup.