Butuh kejelian beli bakalan murai batu MH

Pastikan burung ngerol, ngekek, gacor klik di sini. Supaya beranak pinak? Klik di sini

Bakalan adalah  sebutan untuk burung muda yang masih belum rajin berkicau, umumnya burung burung muda hasil tangkapan hutan atau dikenal dengan istilah muda hutan (MH). Harga burung bakalan biasanya lebih murah daripada burung setengah jadi atau sudah jadi. Bagaimana cara memilih bakalan murai batu MH, berikut tips ringan yang semoga berguna untuk Anda semua.

murai-batu-bakalan-mh
BAKALAN MURAI BATU MH BUTUH WAKTU ADAPTASI SEKITAR 20 HARI

Pemilihan bakalan murai batu MH harus jeli, karena tak  jarang burung murai hasil tangkapan tersebut diperoleh dari hasil pancingan atau dengan bahan racun yang memiliki efek bius terhadap burung tersebut. So, lebih baik tanyakan kepada penjual mengenai asal mula atau bagaimana cara mendapatkan burung tersebut.

Terlepas dari jenis dan asal usulnya, pastikan kalau burung murai batu yang hendak dibeli tersebut berkelamin jantan. Bagaimana cara membedakan jantan dan betina, silakan cek Ciri Jantan dan Betina Murai Batu.

Secara fisik, burung jantan memiliki tubuh  besar dan lebar, ekor panjang dan lebar, kaki panjang dengan sisik  sedikit kasar, paruh panjang kokoh dan agak tebal. Bulu-bulunya tidak begitu kasar, bulu putih  di punggung melebar, sedangkan bulu hitam lebih berkilau (terutama pada batasan antara bulu hitam dan cokelat).

Eh menyela sebentar... ayuk pasang aplikasi Android omkicau.com gratis

SCAN ATAU KLIK UNTUK MENUJU PLAY STORE

APLIKASI ANDROID OMKICAU.COM - GRATIS

Burung betina memiliki ciri sebaliknya, di mana tubuh lebih  kecil, kepala kecil dan agak membulat, ekor pendek dan kecil, kaki pendek dengan sisik  lebih halus, paruh pendek-tipis dan agak melengkung. Bulu putih di punggung lebih sempit, sedangkan bulu hitam di tubuhnya terlihat sedikit kusam, tidak berkilau dan agak keabuabuan, terutama pada batasan bulu hitam dan cokelat.

Membedakan piyik jantan dan betina

Membedakan jenis kelamin murai batu yang masih piyik sedikit lebih sulit, karena bulu-bulunya belum lengkap atau belum tumbuh secara sempurna. Diperlukan sedikit kejelian, terutama dengan mencermati bintik-bintik cokelat di bagian sayap dan bagian tengah dada. Jika terlihat tanda-tanda tersebut, berarti piyik tersebut jantan. Jika bagian tengah dadanya berwarna keputihan, sedikit bercampur dengan warna cokelat tipis yang memanjang ke bawah, berarti piyik tersebut betina.

Sebenarnya jenis kelamin pada piyik murai batu juga bisa diamati dari postur tubuhnya. Jika tubuhnya agak besar dan panjang, piyik tersebut berkelamin jantan. Sebaliknya, jika tubuhnya lebih  kecil dan pendek, berarti betina. Persoalannya, untuk membandingkan hal ini mesti ada dua piyik atau lebih. Jika yang diamati hanya satu ekor saja, maka bintik-bintik cokelat di bagian sayap dan bagian tengah dada bisa dijadikan tengara.

Setelah urusan kelamin selesai, sekarang melakukan pengamatan terhadap kondisi burung, terutama kesehatannya. Burung yang sehat tercermin dari gerakannya yang lincah, sorot mata yang tajam, melotot tidak berair, tidak memiliki cacat pada mata, sayap, kaki,  paruh dan bagian tubuh lainnya. Cek pula karakteristik murai batu sehat di sini.

Murai batu akan mengeluarkan suara cetrekan jika didekati atau merasa takut dan curiga dengan situasi sekelilingnya. Nah, jika suara cetrekan terdengar panjang dan kencang, bisa dipastikan burung tersebut akan mampu berkicau dengan lantang dan panjang. Hal ini sekaligus merupakan tengara kalau burung tersebut berkelamin jantan.

Merawat bakalan murai batu

Jika bakalan murai batu yang dibeli merupakan hasil pancingan, ada kemungkinan kailnya masih tertinggal dalam tenggorokan. Kalau hal ini tidak diketahui selama beberapa hari, bagian tubuh tersebut bisa mengalami  infeksi yang membuatnya malas makan.  Apabila kondisinya makin parah, tidak mustahil burung akan mati. Jadi berhati-hatilah saat membeli bakalan burung murai, terlebih di lapak-lapak dadakan atau pedagang yang sebelumnya tidak pernah kita kenal.

Lain persoalan jika burung tersebut merupakan hasil pikatan jaring dan pulut. Anda bisa langsung masuk ke perawatan bakalan murai batu. Biasanya bakalan MH belum mengenal makanan buatan manusia (voer). Karena itu, burung perlu dilatih makan voer agar tidak menimbulkan kesulitan di kemudian hari, termasuk ketika pasokan extra fooding seperti kroto di pasaran sedang kosong.

Informasi mengenai cara melatih murai batu agar terbiasa dengan makanan buatan manusia (voer) bisa dibuka kembali dalam artikel Murai batu muda hutan, rawatan tepat cegah sekarat.

Dalam perawatannya, burung ini membutuhkan extra fooding (EF) berupa jangkrik, ulat bambu, kroto, dan ikan kecil. Pemberian EF harus rutin (setiap hari), dibarengi dengan pemberian suplemen atau vitamin. Bagi bakalan murai batu MH, menu EF biasa disantapnya saat masih berada di habitat aslinya: hutan. Tetapi suplemen tak pernah diperolehnya dalam bentuk seperti di dalam sangkar / kandang.

Suplemen mempercepat  adaptasi

Tujuan pemberian suplemen ini untuk menjaga daya tahan tubuhnya agar tidak cepat ngedrop karena perubahan pola makan dan jenis makanan yang berbeda antara hutan dan sangkar / kandang. Suplemen juga bisa mencegah burung dari kondisi stres, karena jika sampai stres bisa berakibat fatal:  cepat drop, rentan mengalami kelumpuhan mendadak, tidak mau makan atau minum, dan bulu-bulu tubuhnya lebih sering mengembang dengan pandangan mata berair dan sayu.

Untuk memastikan kecukupan vitamin, Anda bisa mencoba memberikan suplemen BirdVit. Sedangkan untuk memastikan kecukupan mineral bisa menggunakan BirdMineral. Vitamin dan mineral memiliki karakter unik. Jika kelebihan akan dikeluarkan dari tubuh (melalui urine), sehingga tidak membawa efek samping. Tetapi jika kekurangan dipastikan akan mengalami defisiensi vitamin dan mineral, dengan beberapa gejala seperti cepat drop, kelumpuhan mendadak, malas makan dan minum, bulu terlihat kusam dan sering mengembang, serta mata sayu dan berair.

Perlakuan lain yang tak pernah dialami bakalan murai batu MH adalah pengerodongan. Dalam pemeliharaan manusia, pengerodongan sangkar diperlukan agar bakalan  murai batu tidak mengalami ketakutan terhadap situasi dan  kondisi lingkungan yang baru, sehingga terbebas dari stres.

Selama beberapa hari, burung tetap dikerodong setiap hari agar lebih tenang  dahulu dan bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Apabila sudah mulai bisa menyesuaikan dengan lingkungan baru, berarti burung sudah melewati masa kritis. Masa kritis biasanya berlangsung selama 12 hari sejak burung dibeli.

Apabila sudah melewati masa kritis, dan sudah mau makan voer (biasanya hingga hari ke-20 atau lebih), maka burung murai batu ini sudah bisa dikatakan “setengah jadi”. Inilah saatnya melakukan proses penjinakan dan  pemasterannya. Dari sinilah Anda bisa meneruskannya ke tahap berikutnya, yaitu Perawatan burung murai batu.

Semoga bermanfaat !

Salam sukses penangkaran murai batu. Salam dari Om Kicau.

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

8 Comments

  1. om nmpang tnya nih,saya punya mb bakalan mh,warna bulu pada leher hitam tapi gak pekat htmnya sdngkan pada btas antra coklt dn hitam,itu htmnya pekat dn brkilau sdngkn ekornya agk pendk,apakh mb saya tu pasti jntn om,mhon infonya.trmksih

    • coba ditempel jantan gacor om, mb betina biasanya akan menggetarkan sayapnya (ngeleper) klau ketemu jantan yang gacor. Secara umum tanda mb jantan, warna bulu punggung hingga kepalanya hitam berkelir kebiruan om. untuk ekor belum bisa dijadikan patokan om, ada juga mb betina berekor panjang.

  2. Om..saya ada mb MH thailand jantan dn mb MH sumatra betina..yg jntan blm ngeplong baru ngriwik..yg sumatra udh ngeplong..klo keduanya di gantang berdekatan apa gak masalah?
    Ato sebaik nya di jauhin dlu?
    Yg betina suka nglowo(bentangin sayap)klo ketemu mb lain
    Yg betina klo ketemu mb lain suka nglowo(bentangin sayap)..
    Makasih om…

    • kalau mau digantung berdekatan sebaiknya menggunakan sekat om, jadi burung yang satu tidak melihat burung lain, karena jika burung sering melihat burung sejenis setiap harinya, biasanya intensitas kicauannya semakin berkurang. Burung betina yang suka ngebatman itu karena burung terlalu jinak dan juga terlalu sering bertemu burung sejenis.

  3. Ass,. Om mau tanya saya punya piyikan murai umur 3bln , di punggung terdapat bulu berwarna biru tua kilau, apa murai saya jantan om?

Komentar ditutup.