Burung jingjing batu: Si sayap hitam, “paduan” cendet dan sikatan

Nama burung Jingjing batu (Hemipus hirundinaceus) jarang kita dengar selama ini. Burung yang hanya terdapat di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali ini termasuk anggota keluarga Campephagidae. Jingjing batu masih memiliki hubungan kekerabatan dengan burung kapasan, sepah, dan kepudangsungu. Sekilas, penampilannya mirip dengan burung cendet, tetapi sifat dan karakternya seperti kelompok burung sikatan.

Burung jingjing batu
Jingjing batu mirip burung pentet dengan ukuran dan karakter seperti burung sikatan.

Kalau Om Kicau kemudian menjulukinya sebagai si sayap hitam, ini karena warna bulu sayapnya memang hitam, kontras dengan warna putih pada bagian tenggorokan, dada, dan perutnya. Separo bagian atas kepalanya juga berwarna hitam.

Karena warna bulu sayapnya hitam, spesies ini memiliki nama internasional black-winged flycatcher-shrike, atau burung bersayap hitam perpaduan antara cendet dan sikatan.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Ada tiga spesies burung jingjing yang memiliki wilayah persebaran di sebagian wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yaitu:

  1. Jinjing batu / black-winged flycatcher-shrike (Hemipus hirundinaceus)
  2. Jinjing bukit / bar winged flycatcher-shrike (Hemipus picatus)
  3. Jingjing petulak / large woodshrike (Tephrodornis virgatus)

Tetapi yang bisa disebut paduan cendet-sikatan (flycatcher-shrike) hanya jingjing batu dan jingjing bukit. Jingjing petulak berasal dari genus yang berbeda.

Jingjing batu dan jingjing bukit memiliki karakteristik fisik yang hampir sama. Perbedaan hanya terletak pada bulu sayap, di mana sayap burung jingjing bukit memiliki goresan warna putih.

Beda jingjing batu dan jingjing bukit
Burung jingjing batu (kiri) dan jingjing bukit. Bedanya, jingjing putih memiliki goresan putih di bagian sayapnya.

Identifikasi burung jingjing batu 

Burung jingjing batu memiliki postur tubuh kecil, dengan panjang sekitar 15 cm. Burung jantan memiliki bagian tubuh atas berwarna hitam, dengan tunggir dan sisi bulu ekor (bagian luar) berwarna putih. Tubuh bagian bawah berwarna putih.

Adapun burung jingjing betina memiliki penampilan yang mirip dengan burung jantan, hanya saja tubuh bagian atas berwarna cokelat.

Beda jantan dan betina burung jingjing batu
Beda burung jingjing batu jantan (kiri) dan betina.

Di Indonesia, wilayah pwrsebaran burung jingjing batu meliputi Pulau Sumatera (termasuk Nias dan Simeulue), Kepulauan Riau, Lingga, Bangka, Belitung, serta Pulau Kalimantan termasuk Pulau Banggi, Jawa, dan Bali. Adapun perseebaran global meliputi wilayah selatan Myanmar (Tenasserim), wilayah selatan Thailand, dan Semenanjung Malaysia.

Habitat, pakan, dan perilaku perkembangbiakan

Sebagaimana cendet dan sikatan, pakan utama burung jingjing batu adalah serangga seperti ulat, kupu-kupu, tempayak, laba-laba, dan sebagainya, Mereka menangkap buruannya di udara.

Gaya berburu burung jingjing batu
Gaya jingjing batu berburu mangsa di udara, mirip dengan cendet.

Burung yang dalam bahasa melayu disebut rembah sayap hitam ini cukup umum terlihat di daerah hutan tropis dan subtropis di dataran rendah atau perbukitan hingga ketinggian 1.100 – 1.500 meter. Mereka hidup dalam koloni / kelompok kecil, berpasangan, atau terkadang terlihat bersama-sama burung jenis lainnya di berbagai habitat, termasuk pada hutan mangrove.

Menjelang musim berkembang biak (Mei – September), burung jingjing batu akan menjadi lebih aktif dan mulai rajin berkicau dengan lantangnya. Suara kicauannya mirip burung sikatan, namun terdiri atas beberapa irama yang monoton.

Sarangnya berbentuk seperti cawan kecil, terbuat dari serabut halus yang dihiasi lumut kering, dan direkatkan dengan jaring laba-laba pada cabang-cabang pohon berdaun rindang. Burung betina bertelur sebanyak 2 butir berwarna hijau berbintik cokelat.

Suara kicauan jingjing batu

Beberapa penggemar dan pedagang burung menyebutkan suara kicauan jingjing batu bisa bervariasi, bahkan mampu meniru suara kicauan burung lainnya. Meski begitu, jingjing batu bukanlah jenis burung sikatan atau cendet yang rata-rata memiliki kemampuan meniru suara burung lain dengan lebih baik.

Secara umum, suara kicauannya cukup keras, tetapi dialunkan dengan suara serak. Karakter suaranya mirip burung-burung kecil dari keluarga sikatan , namun cenderung kurang banyak bervariasi.

Silakan dengar sendiri beberapa suara kicauan burung jingjing batu berikut ini:

  • Suara kicauan burung jingjing batu – variasi 1
  • Suara kicauan burung jingjing batu – variasi 2
  • Suara kicauan burung jingjing batu – variasi 3

Download kicauan burung jingjing batu (klik di sini)

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

1 Comment

Komentar ditutup.