Waspadai belalang berparasit sebelum diberikan kepada burung

Belalang dikenal sebagai pakan tinggi protein yang baik untuk burung kicauan. Kandungan proteinnya yang lebih tinggi daripada jangkrik membuat belalang cukup dikenal sebagai pakan tambahan untuk beberapa jenis burung peliharaan seperti branjangan dan murai batu. Namun sebelum diberikan kepada burung, ada baiknya periksa dulu tubuh belalang. Pasalnya, banyak belalang yang mengandung parasit cacing nematomorph yang dapat membahayakan kesehatan burung kicauan Anda jika sampai mengkonsumsinya.

Nematomorph
Belalang rentan terkena infeksi parasit cacing nematomorph.

Parasit yang kerapkali menginfeksi tubuh belalang ini disebut nematomorph, atau lebih dikenal sebagai cacing bulu kuda atau cacing gordian. Parasit ini terkadang memiliki massa dan terlihat seperti sebuah simpul.

Secara umum, cacing bulu kuda ini akan menginfeksi belalang, namun bisa juga menginfeksi serangga lainnya seperti jangkrik, kecoak, kumbang, atau belalang sembah.

Hasil penelitian yang dilakukan sejumlah ilmuwan Prancis (2005) menunjukkan, cacing parasit ini sanggup memanipulasi inangnya. Larva cacing masuk ke tubuh belalang melalui air yang diminumnya.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Ketika sudah berada di dalam tubuh belalang, larva cacing akan mengusai seluruh tubuh belalang, kecuali di bagian kepala dan kakinya. Pada kondisi tersebut, belalang sudah dalam keadaan seperti zombie, alias mayat hidup.

Belalang yang telah terinfeksi cacing parasit
Belalang yang telah terinfeksi cacing parasit.

Selanjutnya larva tumbuh dewasa menjadi cacing, yang akan mengeluarkan protein secara langsung, kemudian bereaksi terhadap saraf belakang dari belalang. Akibatnya belalang seperti “terhipnotis” untuk mencari air lalu menceburkan diri.

Saat berada di dalam air itulah, cacing akan keluar dari tubuhnya. Panjang cacing ini bahkan bisa mencapai 50 – 100 cm! Setelah cacing keluar, si belalang akan mati tenggelam.

Kalau Anda ingin mengetahui bagaiman proses cacing parasit ini keluar dari tubuh belalang saat berada dalam air, silakan tonton videonya berikut ini:

Dampak bagi burung peliharaan

Meski belum ada informasi mengenai dampak negatif dari burung yang mengkonsumsi belalang atau serangga yang terinfeksi cacing parasit ini, alangkah baiknya kalau kita melakukan pencegahan.

Sebab, bagaimanapun kita belum tahu apakah cacing itu akan mati di dalam tubuh burung, atau justru tumbuh berkembang menjadi cacing dewasa dengan ukuran yang terus bertambah.

Mencegah lebih baik daripada mengobati

Karena itu, ketika kita akan memberi pakan tambahan seperti jangkrik, belalang, atau serangga lain, sebaiknya pastikan dulu serangga-serangga tersebut bebas parasit maupun bakteri.

Jika Anda ragu apakah belalang terinfeksi parasit, ada beberapa cara yang bisa dilakukan seperti berikut ini:

  • Sebelum diberikan kepada burung, sebaiknya belalang dipotong bagian kepala dan sayapnya. Sebab jika terdapat terinfeksi cacing parasit, maka cacing akan segera keluar dari tubuhnya.
  • Sebelum diberikan kepada burung, belalang dicelupkan terlebih dulu ke dalam air untuk beberapa saat lamanya. Dengan begitu, jika belalang telah terinfeksi cacing, maka cacing pun akan segera keluar dari tubuh belalang.

Sebagai referensi tambahan mengenai infeksi cacing pada burung kicauan, silakan lihat tautan di bawah ini:

Semoga bermanfaat.

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.