Dewa Pleci, dewanya pleci di pantura Jateng

Pleci milik Om Sikin ini layak diberi nama Dewa Pleci, dan layak pula menyandang predikat sebagai dewanya pleci di wilayah pantura Jawa Tengah. Selama empat tahun di tangannya, Dewa Pleci sudah mengoleksi 40 gelar juara.

Dewa Pleci
Dewa Pleci: Empat tahun di tangan Om Sikin Jepara, sudah koleksi 40 gelar juara.

Tidak banyak plecimania yang momong gaconya hingga empat tahun. Biasanya, 1-2 tahun langganan juara sudah berpindah ke tangan pemain lain.

Namun tidak demikian dengan Om Sikin. Dia tetap setiap merawat momongannya. “Terus terang, Dewa Pleci merupakan burung pleci yang paling lama di tangan saya,” kata Om Sikin ketika ditemui Om Kicau saat mengikuti even Jolo Tundo Cup 1 di Jepara, Minggu (14/9) kemarin.

Dalam even ini, Dewa Pleci tampil sebagai juara 1. Sebelumnya, burung ini meraih double winner di Batang dan juara 2 di Godong, Kabupaten Grobogan.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Om Sikin memang rutin menurunkan Dewa Pleci dalam berbagai lomba burung berkicau, baik di Blok Tengah, Blok Timur, maupun Blok Barat.

Kota-kota yang pernah dijelajahi Dewa Pleci antara lain Jepara, Pekalongan, Semarang, Batang, Solo, Tegal, Jogja (Blok Tengah), Kediri, Tulungagung, Madiun (Blok Timur), Sukabumi, Sumedang, hingga Bogor (Blok Barat).

Om Sikin Jepara
Om Sikin aktif menurunkan Dewa Pleci setiap pekan.

Saking hobi dengan burung pleci, Om Sikin terkadang hanya membawa satu-dua jagoan pleci, meski lomba berlangsung di luar kota. “Bagi saya, lomba itu hanya sarana refreshing saja. Karena rutinitas kerja sejak Senin hingga Sabtu, maka Minggu saya sempatkan ke lapangan, meski hanya satu atau dua ekor pleci saja,” jelasnya.

Yang penting datang ke lapangan, ketemu teman-teman sesama plecimania, lantas gantang burung. Itu sudah membuatnya senang, sekaligus meredakan suntuk selama enam hari bekerja.

Tak heran jika nama Om Sikin serta Dewa Pleci sudah dikenal di kalangan plecimania yang kerap melombakan burungnya. Apalagi burung ini hampir selalu masuk daftar juara, umumnya tiga besar, dalam setiap even yang diikutinya.

Piagam kemenangan Dewa Pleci
Piagam terbaru Dewa Pleci: Juara 1 Jolo Tundo Cup 1 Jepara, Minggu (14/9).

Burung nggak rewel, perawatan “sak kobere”

Menurut Om Sikin, Dewa Pleci termasuk burung terlama yang eksis di daerah pantura. Dewa Pleci jarang sekali keluar dari daftar juara selama di berada tangannnya.

“Burungnya juga nggak rewel. Perawatannya sak kobere, atau dalam bahasa Indonesia sesempatnya saja. Yang penting ada sepotong pisang matang, plus voer satu cepuk, dan satu cepuk air minum di sangkarnya,” tambah Om Sikin.

Namun, yang tak pernah dilupakannya, dia mesti mengecek pakan dan air minumnya dua hari sekali. Jika sampai habis karena keteledoran kita, wah… pleci bisa bablassss, dalam arti mati kelaparan atau kehausan.

Keunikan Dewa Pleci adalah kinerjanya di lapangan. Burung ini selalu ngeroll satu titik di tangkringan saja,  ogah naik-turun maupun geser kiri. Pleci ini juga tidak pernah loncat-loncat sedikitpun, seperti yang biasa ditampilkan pleci pada umumnya.

“Kalau mau nampil dan kerja, pokoknya kedua telapak kaki Dewa Pleci seperti dilem. Hanya di satu titik tangkringan saja,” kata Om Sikin.

Itu dari sisi gaya. Dari performa suaranya, Dewa Pleci memiliki irama lagu dan sresetan yang sangat menonjol saat berlaga di lapangan.

Sehari-hari ditemani pleci betina

Sehari-hari, Dewa Pleci harus ditemani pleci betina yang menjadi pasangannya selama ini. Jadi, kalau di rumah, dia dimasukkan dengan betinanya dalam satu sangkar.

Dewa Pleci dan pleci betina pasangannya
Dewa Pleci bersama pleci betina pasangannya.

Burung pun merasa nyaman. Bahkan pasangan pleci ini terlihat sangat romantis, saling bercumbu, dan Dewa Pleci kerap menyisir bulubulu pasangannya.

Ketika ditemui di pedoknya saat even Jolo Tundo Cup, Dewa Pleci juga dicampur dengan betinanya. Namun jika lomba kurang dua sesi lagi, burung betina mulai dipisah.

“Di alam liar, pleci merupakan burung koloni atau hidup bergerombol di habitatnya. Jadi, kita selaku perawatnya harus mengikuti tabiatnya di alam liar, agar burung merasa nyaman, senang, happy, dan mau kerja maksimal di lapangan,” tutur lelaki berpenampilan kalem dan ramah ini.

Selain Dewa Pleci, Om Sikin juga masih memiliki beberapa pleci andalan, antara lain Merah Putih, Jas-Jus, 45, Rafa, Rafi, dan sebagainya. Ada juga lovebird Matahari yang kini masuk kandang ternak. (v1rgoboy)

Om Sikin
Om Sikin (kiri) bersama anak, rekan, dan pleci-pleci andalannya.

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

6 Comments

    • Belum tahu juga Om, tetapi melihat irisnya yang cokelat, kemungkinan besar ras yang banyak dijumpai di lereng Gunung Muria.

      • Soalnya aku punya 2 pleci yang dada kuning ma dada putih burungnya kecil buanget,kerjanya cuma ngeriwik aja… Tuh bagaimana biar bisa buka paruh. Untuk perawatan jam 05.30 pagi di embunkan,jam 7 di mandiin dan kasih ulat hongkong 5 ekor, sore jam 3 dimandikan lagi ma kasih ulet 5 ekor lagi. Tp kok blm buka paruh juga.

        • itu menunggu dia mapan om ..
          kalau saran aku seh rawat standar aja yang penting air minum pisang voer tidak telat . . kalau dia uda mapan pasti dia ngalas buka paruh dengan sendirinya . .

Komentar ditutup.