Mengatasi burung decu yang macet bunyi

Pastikan burung ngerol, ngekek, gacor klik di sini. Supaya beranak pinak? Klik di sini

Penampilan burung decu sekilas mirip kacer, namun posturnya lebih kecil. Keduanya sama-sama burung tipe petarung atau burung teritorial. Banyak penggemar decu yang mengaku kesulitan merawatnya, apalagi kalau sudah macet bunyi. Berikut ini cara mengatasi burung decu yang macet bunyi.

Burung decu ( Saxicola caprata )
Decu / pied bushchat  (Saxicola caprata) merupakan burung petarung / teritorial.

Ada beberapa sebab mengapa burung decu malas berbunyi, antara lain kurang birahi, terganggu burung lain yang digantang terlalu dekat dengannya, dan sebagainya.

Sebagai burung teritorial, decu membutuhkan wilayah kekuasaan dalam jarak tertentu. Karena itu, jarak antara sangkarnya dengan sangkar burung lainnya jangan terlalu dekat. Jika terlalu dekat, burung mudah ngedrop dan malas berbunyi.

Eh menyela sebentar... ayuk pasang aplikasi Android omkicau.com gratis

SCAN ATAU KLIK UNTUK MENUJU PLAY STORE

APLIKASI ANDROID OMKICAU.COM - GRATIS

Untuk mengembalikan kondisi burung decu yang macet bunyi, diperlukan beberapa perawatan khusus, misalnya:

  1. Memisahkannya dari burung lain.
  2. Mengatur ulang pakan tambahan.
  3. Mandi malam dan pengembunan.
  4. Memutarkan suara terapi alam.

Memisahkannya dari burung lain

Untuk menumbuhkan kembali kondisi mentalnya yang ngedrop, atau memancingnya agar kembali berbunyi, cara terbaik yang bisa dilakukan adalah menjauhkan burung decu dari burung peliharaan lain yang sama-sama tipe petarung / fighter.

Untuk kenyamanan burung, sebaiknya sangkar digantang pada jarak yang agak jauh dari burung lain yang bertipe petarung. Cara lainnya adalah menggantang sangkar di antara sangkar burung lain yang bukan tipe petarung, misalnya robin, pleci, dan dari jenis cucak-cucakan.

Mengatur ulang pakan tambahan

Ketika burung decu tak mau menampilkan suara kicauannya, atau hanya ngeriwik saja, maka pakan tambahan perlu diatur ulang. Pada tahap awal, pakan tambahan / extra fooding (EF) bisa diberikan lebih banyak daripada biasanya.

Pengaturan standarnya adalah sebagai berikut:

  • Porsi jangkrik 5 ekor pada pagi dan sore hari.
  • Porsi ulat hongkong 7 ekor pada pagi dan sore hari.
  • Kroto diberikan 2 – 3 kali seminggu, pada pagi hari, atau ketika burung sedang diembunkan.
  • Vitamin dan suplemen bisa diberikan 2  – 3 kali seminggu.

Mandi malam dan pengembunan

Cara lain yang bisa dilakukan ketika menghadapi burung decu yang malas berbunyi atau ngeriwik saja adalah memberikan terapi mandi malam.

  • Mandi malam bisa dilakukan 2 kali seminggu, antara pukul 19.30 – 21.30.
  • Usai mandi malam, burung digantang di tempat hangat, misalnya di bawah lampu. Saat itu, berikan 2-3 ekor jangkrik dan 3-5 ekor ulat hongkong.
  • Setelah bulu kering, sangkar dikerodong dan burung dibiarkan istirahat sampai pagi hari.
  • Pagi hari, burung dikeluarkan untuk diembunkan. Setelah matahari terbit, berikan 1 sendok teh kroto.

Memutarkan suara terapi alam

Satu hal yang bisa membantu pemulihan kondisi burung adalah memutarkan suara terapi yang berisi suara alam dan suara burung decu liar.  Suara terapi ini bisa diperdengarkan saat burung sedang diembunkan, serta pada sore hari.

Berikut ini tiga suara terapi alam untuk burung decu:

  • Suara terapi burung decu – versi 1
  • Suara terapi burung decu – versi 2
  • Suara terapi burung decu – versi 3

DOWNLOAD SUARA TERAPI UNTUK BURUNG DECU (klik di sini)

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.