Audio terapi musik klasik untuk burung kicauan: Dengar dan download!

Sudah bukan rahasia lagi kalau suara burung memberi pengaruh besar terhadap penciptaan beberapa musik klasik terkenal. Tidak sedikit komposer kelas dunia, misalnya Mozart, yang sengaja memelihara burung starling (keluarga jalak-jalakan) untuk menginspirasinya dalam menciptakan komposisi baru.

Pengaruh musik klasik terhadap burung peliharaan
Musik klasik bisa memberi pengaruh baik terhadap burung kicauan.

Sejauh ini, tidak banyak yang kita ketahui mengapa burung suka bernyanyi. Beberapa alasan yang sering didengar adalah untuk menjaga wilayah teritorialnya dan menarik perhatian burung betina. Alasan selebihnya masih menjadi misteri.

Tanpa perlu menghafal not atau tangga nada, beberapa jenis burung mempunyai lagu-lagu yang mengalun merdu, penuh irama. Hal itu pula yang menarik perhatian para pelaku komposer, musisi, dan pujangga untuk menciptakan sebuah karya yang terinspirasi dari kicauan burung.

Karya paling terkenal adalah puisi mengenai burung nightingale dan beberapa musik klasik ciptaan komposer dunia seperti Beethoven dan Mozart yang terinspirasi suara burung starling peliharaannya, atau Frederick Delius maupun Mahler yang memiliki burung cuckoo. Adapun Heinrich Biber memelihara burung nightingale.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Hal tersebut membuktikan bahwa suara kicauan burung sebenarnya adalah musik. Bahkan ketika seorang peneliti memutar suara burung hermit thrush secara pelan-pelan, ternyata suara kicauannya berubah menjadi irama lagu klasik yang cukup terkenal.

Ilustrasi Mozart dan burung jalak peliharaannya
Ilustrasi Mozart dan burung jalak peliharaannya | gambar poppythebird.com

Apa istimewanya musik klasik selain sebagai hiburan? Para ilmuwan di seluruh dunia sepakat mengatakan, dampak musik klasik bisa membuat seseorang lebih cerdas dan meningkatkan kesehatan. Bahkan mendengar musik klasik sering dianjurkan untuk wanita hamil.

Bukan itu saja, sapi dan tanaman pun menyukai musik klasik. Tidak sedikit peternakan sapi dan pertanian di luar negeri yang mengalami peningkatan produksi setelah rutin diperdengarkan alunan musik klasik.

Musik klasik juga bisa mempengarui tingkah laku hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan tentu saja burung. Jenis musik ini sering digunakan sebagai terapi mengatasi hewan yang sedang stres atau bertingkah agresif.

Terapi musik klasik juga mampu membuat burung kicauan lebih tenang, bahkan memberi pengaruh terhadap karakter suara kicauannya.

Dalam beberapa kasus, musik klasik dapat dimanfaatkan sebagai terapi untuk merangsang burung untuk berbunyi, terutama anis merah atau burung kicauan lainnya yang sedang macet bunyi. Untuk itu, Anda pun bisa mencobanya di rumah.

Berikut ini, beberapa audio terapi musik klasik untuk burung kicauan Anda yang macet bunyi, atau untuk membuatnya lebih rajin berkicau:

  • Audio terapi musik klasik untuk burung kicauan – versi 1
  • Audio terapi musik klasik untuk burung kicauan – versi 2
  • Audio terapi musik klasik untuk burung kicauan – versi 3
  • Audio terapi musik klasik untuk burung kicauan – versi 4
  • Audio terapi musik klasik untuk burung kicauan – versi 5
  • Audio terapi musik klasik untuk burung kicauan – versi 6
  • Audio terapi musik klasik untuk burung kicauan – versi 7

Sumber: Google Audio Library

DOWNLOAD AUDIONYA DI SINI

Semoga bermanfaat

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

3 Comments

Komentar ditutup.