Ramai dibahas di media sosial: Manfaat dan dampak EF laba-laba bagi burung kicauan

Pastikan burung ngerol, ngekek, gacor klik di sini. Supaya beranak pinak? Klik di sini

Dalam obrolan di berbagai forum, komunitas, dan grup media sosial, banyak sekali yang membahas pemberian laba-laba bagi burung kicauan. Sebagian besar mengakui kalau burungnya mengalami perbaikan mental dan kegacoran setelah diberi extra fooding (EF) berupa laba-laba. Ya, sebuah penelitian di mancanegara pun menunjukkan adanya manfaat dan dampak EF laba-laba bagi burung kicauan. Meski begitu, Anda perlu mengetahui jenis laba-laba yang aman untuk burung kicauan.

Manfaat laba-laba untuk burung peliharaan
Manfaat dan dampak laba-laba bagi burung kicauan.

Salah satu jenis pakan hidup yang sangat digemari oleh sebagian besar burung pemakan serangga adalah laba-laba. Di mancanegara, khususnya Asia, banyak kicaumania yang menggunakan hewan arthropoda ini sebagai EF untuk burung kicauan.

Bahkan pemberian laba-laba sebagai pakan tambahan ini sudah berlangsung cukup lama. Mereka biasa memberikan laba-laba untuk burung pakling, robin, indigo chin, hingga murai batu.

<---maaf menyela sebentar--->

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

-----------------------------------

Mereka bisa mendapatkannya dengan mudah, lantaran laba-laba untuk pakan burung ini selalu tersedia di setiap pasar burung. Hal ini bisa dijumpai di Beijing, ibu kota Tiongkok, seperti terlihat dalam foto di bawah ini:

Laba-laba yang dijual di sebuah pasar burung di Beijing
Laba-laba yang banyak dijual di pasar burung Beijing | Foto Bird Beijing Society

Bagaimana di Indonesia? Penggunaan hewan berkaki delapan ini juga sudah mulai popular dalam beberapa bulan ini. Dalam beberapa forum, sebagian kicaumania mengakui kalau burungnya makin gacor, bahkan mentalnya pun makin hebat.

Salah satu jenis burung kicauan yang sering diberi pakan laba-laba adalah burung-madu (“kolibri”). Tak sedikit pula kicaumania yang memberikannya kepada jenis burung lainnya seperti ciblek, pleci, dan branjangan.

Hasil penelitian tentang manfaat laba-laba 

Dalam sebuah penelitian yang telah dipublikasikan dalam Journal Proceeding of Royal Society B, para ilmuwan dari Universitas Glasgow mengamati bahwa burung-burung di alam liar acapkali memberi pakan laba-laba kepada anak-anaknya.

Laba-laba disebutkan mengandung taurine, yaitu asam amino yang juga ditemukan dalam air susu ibu (ASI) serta beberapa produk minuman energi.

Dalam penelitian itu terungkap, pemberian taurine yang terdapat dalam laba-laba ternyata memberi dampak cukup signifikan terhadap mental dan memori burung. Anak-anak burung yang diberi laba-laba akan tumbuh, dengan sifat yang lebih berani, dan mampu mempelajari lagu-lagu secara baik ketika dewasa.

Burung liar memberi makan anak-anaknya dengan laba-laba
Burung liar memberi pakan laba-laba kepada anak-anaknya.

Perhatikan jenis laba-laba yang aman

Meski demikian, hasil penelitian di Glasgow, Skotlandia, itu jangan ditelan mentah-mentah. Hal pertama yang perlu difahami adalah jenis laba-laba yang kerap dicaplok sang induk untuk diberikan kepada piyik-piyiknya.

Pasalnya laba-laba yang dimakan induk burung di alam liar, juga yang digunakan kicaumania di Beijing, berasal dari jenis laba-laba tanah; bukan jenis laba-laba yang membangun sarang seperti yang biasa kita lihat.

Laba-laba tanah tidak pernah membangun sarang. Mereka hidup di permukaan tanah, atau bersembunyi di balik bebatuan. Bahkan, beberapa jenis laba-laba tanah dikenal memiliki racun, sehingga bisa menjadi masalah serius jika burung sampai tergigit laba-laba tersebut.

Selain itu, penelitian di Glasgow itu mencakup burung-burung yang hidup di alam liar. Di alam liar, bisa makan apa saja berdasarkan instink yang terbina sejak burung mandiri hingga mati, dan itu seperti menjadi tradisi. Jika burung mati karena makan serangga tertentu, burung yang lainnya tidak pernah makan serangga mematikan tersebut.

Ada semacam komunikasi, yang dalam indera pendengaran kita menjelma sebagai suara burung, baik nada panggil (call), peringatan (alarm), kicauan (song), maupun kombinasi call-song, alarm-call, dan sebagainya. Jadi, burung di alam liar sudah tahu laba-laba mana yang aman untuknya.

Nah, berbeda ceritanya jika burung kicauan berada dalam sangkar. Semua kebutuhan pakannya sangat tergantung kepada pemilik atau perawatnya. Burung piaraan mudah sekali mendapatkan semua kebutuhan pakannya, asalkan pemilik / perawat punya uang untuk beli pakan, he.. he.. he..

Apabila Anda hanya ingin mendapatkan taurine, itu tak harus dari laba-laba. Banyak sumber taurine lainnya yang dapat kita berikan, dan pastinya lebih aman. Misalnya daging dan ikan yang diolah dalam bentuk tepung. Untuk cara pembuatannya, silakan buka tautan berikut ini:

Menurut Om Kicau, itu lebih baik. Sebab tidak semua jenis laba-laba aman bagi burung Anda. Apalagi jika kita keliru memahaminya, sehingga yang dicari adalah laba-laba yang biasa membuat sarang di dinding atas rumah.

Namun jika Anda tetap ingin memberikan laba-laba kepada burung kicauan di rumah, ya terserah. Risiko di tangan Anda sendiri. Jika tetap bersikeras, setidaknya carilah informasi tentang jenis laba-laba yang Anda temukan, jangan buru-buru diberikan kepada burung.

Kalau pun aman, janganlah memberikannya secara berlebihan karena bisa mengganggu kesehatan burung. Apabila terlalu berlebihan, dan kebetulan mengandung racun, tentu bisa memperpendek umur burung.

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.