Semarak Kemerdekaan RI di Ponorogo: Kenari Onclink terbaik di Kalitan, Krisna juara Reguler

Paguyuban Kenari Ponorogo (PKP) sukses menggelar  lomba burung berkicau Semarak Kemerdekaan RI Ke-70 di Gedung Kesenian Ponorogo, Minggu (16/8). Animo kenarimania terlihat luar biasa. Bahkan dua kelas eksebisi, yaitu murai batu dan pleci, pun dipenuhi peserta. Hebatnya lagi, tak ada teriakan peserta dan penonton selama lomba berlangsung.

Even yang digawangi Om Bagus Basworo ini dihadiri para peserta dari wilayah Eks Karesidenan Madiun, Nganjuk, Solo, Boyolali, Jogja, dan lain-lain.

Menurut Bagus Basworo, dalam even kali ini PKP menampilkan sesuatu yang berbeda. Biasanya panitia hanya membuka dua kelas, yaitu Kenari Reguler dan Kenari Kalitan, kali ini ada dua kelas eksebisi, yaitu murai batu dan pleci.

Meski hanya membuka empat kelas, jumlah peserta tercatat 179, dengan rincian kenari reguler diikuti 80 peserta, kalitan 40 peserta, murai batu 29 peserta, dan pleci  30 peserta.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

PKP Ponorogo
Kontes PKP Ponorogo: Suasana lomba di kelas murai batu yang tenang.

Lomba dibagi menjadi beberapa sesi di mana setiap sesi berisi 10 gantangan. Juri- juri lalu menancapkan bendera koncer A, B, dan C, sebagai apresiasi  burung tersebut memiliki nilai tertinggi di sesi tertentu.

Selanjutnya untuk setiap kelas diambil 10 besar dari seluruh peserta berdasarkan nilai tertinggi. Burung-burung yang masuk 10 besar inilah yang berhak mengikuti babak final.

“PKP selalu menampilkan inovasi baru untuk mewujudkan lomba yang fairplay. Misalnya adanya nota kesepakatan panitia dan juri, serta pernyataan juri. Ada juga sterilisasi sangkar dari atribut nama pemilik maupun BC dan SF. Ini untuk menjaga psikologis juri dalam menilai burung,” jelas Om Bagus.

Untuk mengantisipasi kecurangan peserta, burung-burung sebelum digantang pun harus melalui proses karantina. Panitia akan mencocokkan data burung, yang meliputi foto dan nama seperti tertulis dalam pendaftaran.

Data penilaian pun diproses melalui sistem komputeriasi, sehingga tidak terjadi diskusi atau konsultasi antarjuri untuk memenangkan burung tertentu. “Dengan sistem komputerisasi, sesi lomba berakhir saat itu juga tanpa harus membawa hasil nilai ke belakang untuk rekap dan menentukan juara. Hasil lomba langsung dicetak dan ditempel,” tambah Om Bagus.

Suasana kontes kenari.
Suasana kontes kenari. Kelas Kalitan 40 peserta, Kelas Reguler 80 peserta.

Kenari Onclink kepunyaan Om AguS (Iphel-Iphel 99 SF) sukses menjuarai Kelas Kalitan. Juara 2 ditempati kenari Bleduk milik Om Agus Tokik (Ponorogo), disusul Gerhana milik Om Ginanjar (Papburi Madiun).

Onclink saat ini memang sedang moncer-moncernya. Dalam kontes Selapanan Penny Jaya SF di Jogja, 9 Agustus lalu, burung ini menjuarai Kelas Kalitan B.

Kelas Reguler dimenangi kenari Krisna. Jagoan milik Om Sugik (RRKM Balong) ini mengungguli Konsina koleksi Alam Pesona (Nganjuk) dan Kuku Bima milik Om Ilham dari Selikoer BF Jogja.

Agus, Lucky, dan kenari Onclink
Om Agus (2 dari kiri) bersama kenari Onclink saat menjuarai Selapanan Penny Jaya SF Jogja.

Yang menarik adalah dua kelas eksebisi (murai batu dan pleci). Suasana lomba di dua kelas ini biasanya  ingar-bingar, penuh teriakan. Itu kerap terjadi pada gelaran konvensional. Dalam kontes di PKP, suasana justru hening. Semua peserta dan penonton diam tak berteriak, duduk santai menikmati kicauan murai batu dan pleci.

Om Mariyanto sekalu ketua Paguyuban Ocehan Ponorogo Area memberi apresiasi terhadap kontes PKP. “Lomba yang dikehendaki masyarakat ternyata bisa terwujud dan sangat bisa dinikmati. Ini merupakan prinsip dasar lomba burung, yaitu bagaimana kita bisa menikmati suaranya,” tuturnya.

Kelas murai batu dimenangi Sempur Ireng. Burung milik Om Eksan (Sinduro) ini mengungguli Senopati kepunyaan Om Johan (Lawu) dan Jibril orbitan Om Katmono (Nggolan).

Pleci Anoman tak tertandingi lawan-lawannya. Jagoan koleksi DAS SF Magetan ini mengalahkan Popeye milik Om Fikri (Madiun) dan Tombo Ati besutan Linggar Wangi. (Kontributor: Om Chrisna Adi)

Hasil Lomba Semarak Kemerdekaan RI Ke-70

Paguyuban Kenari Ponorogo (PKP), Minggu 16 Agustus 2015

KENARI KALITAN
1.   ONCLINKAGUSIPHEL-IPHEL 99SF
2.   BLEDUKAGUS TOKIKRONOWIJAYAN PO
3.   GERHANAGINANJARPAPBURI MADIUN
4.   SUMBROKARGAPONOROGO
5.   NOM-NOM GOWESRWJETIS
6.   LORENGILHAMDT CNC
7.   BOREHTAROMSINGAJAYA
8.   DAMAR WULANILHAMSELIKOER BF JOGJA
9.   BLEDUK KELUDDEWAPARIWISATA
10. BANG BROS1KEMADREOG BC
KENARI REGULER
1.   KRISNASUGIKRRKM BALONG
2.   KONSINAALAM PESONANGANJUK
3.   KUKU BIMAILHAMSELIKOER BF JOGJA
4.   PELANGIGINANJARPAPBURI AE
5.   GOLDEN GREENYYSBH SF
6.   GIGOLOFATIHPONOROGO
7.   FORDDENOK BFPURWANTORO BC
8.   ROSSITAUFIKPAPBURI AE
9.   GEMBESANAMREOG BC
10. YOKOPRASENO AJIDT CNC
MURAI BATU
1.   SEMPUR IRENGEKSANSINDURO
2.   SENOPATIJOHANLAWU
3.   JIBRILKATMONONGGOLAN
4.   DEMITEDIJARAK
5.   BEGALAGUSPROLIMAN
6.   DEWAMBAH NOKAMAJAYA
7.   SERDADU IRENGYANUARJL.SUKARNO HATTA
8.   SANGKAKALAALAM PESONANGANJUK
9.   MUKA HOKIDIMAS ASEPMAGETAN
10. ZEUSMR NASRULOLIVE SQUAD
PLECI
1.   ANOMANDAS SFMAGETAN
2.   POPEYEFIKRIMADIUN
3.   TOMBO ATILINGGAR WANGIPBG
4.   MICKEYMR ARDIBLIZT MADIUN
5.   ROCKSTARFARID MOCHDT BUMI REOG
6.   HONDASAMUJITRENGGALEK
7.   POKEMONMR ARDIBLIZT MADIUN
8.   MATADORTARNAKSINGOPATRAN
9.   PATRIOTROJENGRRKM
10. NN

Selamat kepada para pemenang, tetap semangat untuk peserta lainnya.

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.