5Th Free York Enterprise: Kenari Tn Takur sapubersih empat kelas

Pastikan burung ngerol, ngekek, gacor klik di sini. Supaya beranak pinak? Klik di sini

Kenari Tn Takur milik Om Fonda (Nadien SF) tampil ciamik dengan menyapubersih semua (4) kelas dalam lomba burung berkicau 5Th Anniversary Free York Enterprise di Jalan Alur Kaur, Kompleks Sarana BPP Rawa Badak Utara, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (20/9).

Sekitar 1.100 ekor burung mengikuti lomba yang digawangi Om Afu, Om Emon, dan Om Tori itu. Panitia membuka empat kelas kenari, terdiri atas dua kelas standar umum dan dua kelas standar kecil.

5Th Anniversary Free York Entertprise
Even 5Th Anniversary Free York Entertprise di Jakarta, Minggu (20/9) dipenuhi peserta.

Tn Takur merupakan kenari standar kecil. Om Fonda menurunkannya pada kelas spesialisnya itu, dan pada dua kelas standar umum yang juga diikuti kenari-kenari postur gede.

Rupanya tidak ada seekor pun burung yang mampu menandingi kehebatan kenari Tn Takur pada empat kelas tersebut. Jagoan ini menjuarai Kelas Standar Kecil Srikandi, diikuti Bintang Kecil milik Mr Marullu (M Kios) dan Anak Rantau kepunyaan H Nurman (Wadas Priok).

Eh menyela sebentar... ayuk pasang aplikasi Android omkicau.com gratis

SCAN ATAU KLIK UNTUK MENUJU PLAY STORE

APLIKASI ANDROID OMKICAU.COM - GRATIS

Di Kelas Standar Kecil Syahbandar, Tn Takur mengalahkan kenari Sincang milik Om Lucky (M Kios) dan Anak Sebrang milik H Nurmman (Wadas Priok) yang nangkring di urutan kedua dan ketiga.

Om Fonda spesialis kenari jawara
Om Fonda (Nadien SF) spesialis pengorbit kenari jawara | Foto: Koleksi Om Ery Fonda

Tn Takur juga mengungguli kenari-kenari besar dan kecil ketika turun pada dua kelas standar umum. Di Kelas Srikandi, Tn Takur mengungguli kenari Lompo Bere milik Om Hery Hofa. Hal serupa juga diulanginya lagi di Kelas Syahbandar. Lompo Bere juara 2, disusul kenari Danger kepunyaan Om Sigit (EJ Supe Champion).

LB Dewa Mabuk dan cucak hijau Alamo juara kelas utama

Dalam gelaran ini, ada tiga jenis burung yang dilombakan di kelas utama Sarana (tiket Rp 200 ribu), yaitu lovebird, cucak hijau, dan murai batu dan cucak hijau.

Lovebird Dewa Mabuk milik H Aris (Aa Aa BC) tampil sebagai juara pertama, disusul lovebird Dewi Sansan koleksi Cendana BC dan Uero besutan Gus Ipung (Naya SF).

Namun pada Kelas Srikandi, Dewa Mabuk harus puas menempati posisi runner-up. Kelas ini dimenangi lovebird Mussy milik Om Danny / Kacong (Swadaya).

Neng Juminten menjuarai dua kelas sekaligus, yaitu Syahbandar A dan B. Kelas Green Team dimenangi Prabu. Gaco koleksi Baleva UI (Nusantara Team) inilah yang pernah mengungguli lovebird Kusumo dalam even akbar Gubernur Jabar Cup II di Bogor, 13 September lalu.

Lovebird Dewa Mabuk
Lovebird Dewa Mabuk tak henti-henti berprestasi.

Meski “hanya” meraih juara 1 dan 2, Om Aris tetap mensyukuri kemenangan lovebird Dewa Mabuk. Pasalnya burung ini dalam sepekan mampu menjuarai 3-4 gelar juara 1 dalam even yang berbeda.

Bahkan sehari sebelumnya, Sabtu (19/9), Dewa Mabuk juga meraih juara pertama dalam even September Spesial Taman Radja. “Selasa (15/9) lalu Dewa Mabuk juara di HSBC, Kamis (17/9) juara di Bekasi, lalu Sabtu dan Minggu juga meraih juara satu,” kata Om Aris.

Kru Aa Aa BC
Kru Aa Aa BC kembali moncer bersama lovebird Dewa Mabuk.

Cucak hijau Alamo milik Om Nanda / Supri 08 (Wintaco SF) berhasil menjuarai Kelas Sarana. Om Nanda awalnya tidak memperhitungkan gaconya bakal finish di peringkat pertama pada kelas paling bergengsi pula.

“Soalnya Alamo sudah enam bulan lebih tampil nggak stabil. Eeh, nggak tahunya sekarang malah tampil bagus,” ujar Om Nanda.

Cucak hijau Alamo
Cucak hijau Alamo juara di kelas bergengsi.

Cucak hijau Alamo memang pantas menang. Selain materi irama lagunya komplet, durasi kerja dan volumenya hari itu juga luar biasa. Alamo mampu mengungguli Jipa milik Om Heri (Bulok) dan R Wiro kepunyaan Om Susanto (Aa Aa BC).

Om Nanda (kiri) dan Om Supri
Om Nanda (kiri) dan Om Supri moncer bersama cucak hijau Alamo.

Satu kelas lagi, Srikandi, dijuarai cucak hijau Mayor PA. Gaco milik Om MS Adi (Rangkok BC) ini mengalahkan Cepot orbitan Om Asep (Free York) dan Raja Kipas kepunyaan Om Suwarso (Melati Tugu).

Murai batu Maha Resi milik Om Amran (Wadas) terbaik di Kelas Sarana, mengalahkan Bolang orbitan Kang Rais (Cipinang BC) dan Halilintar besutan Om Baidi (Alligator SF).

Murai batu Bolang
Murai batu Bolang juara 2 Kelas Sarana.

Halilintar tampil bagus di Kelas Syahbandar dan meraih juara pertama, diikuti Rangga Buana milik Om Azis dan Raja Cobra, langganan juara milik Om Aad dari Bintang Ciganjur.

Adapun Kelas Srikandi dimenangi murai batu Brimob milik Om Akwet (Cikini SF). Juara kedua dan ketiga diraih MB Gentayangan milik Om Budi Mehong (Nusantara Team) dan Brata Sena kepunyaan Om Jawa (Cilincing 23).

Murai batu Brimob
Murai batu Brimob terbaik di Kelas Srikandi.

Secara keseluruhan, even berjalan sukses, lancar, dan berakhir sekitar pukul 18.15. Free York Enterprise rutin menggelar latber setiap Sabtu siang di lapangan yang sama. (d’one)

Kang Rais dan MB Bolang
Kang Rais (2 dari kiri) sukses comeback bersama MB Bolang.
Om Akwet dan MB Brimo
Om Akwet (kanan) eksis bersama MB Brimob.

Hasil Lomba 5Th Anniversary Free York Enterprise (klik di sini)

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.