Baru seminggu di tangan Om Dias, kenari Solitere hattrick di Manahadap Magelang

Lovebird Kusumo milik H Sigit WMP mencetak quattrick, itu sudah biasa. Kacer Batman andalan H Bayu Kediri meraih hattrik, itu juga bukan cerita baru. Lain cerita ketika burung debutan yang sebelumnya tak dikenal sama sekali, tiba-tiba memborong gelar juara, bahkan meraih hattrick.

Ya, itulah kenari Solitere, gaco anyar yang baru seminggu di tangan Om Dias (Rama Sakti Jogja). Solitere yang sama sekali tak dikenal, juga tak diunggulkan, sukses mencetak kemenangan hattrick dalam kontes Spektakuler 1st Anniversary Manahadap di kampus Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Minggu (24/1).

Om Dias yang merupakan putra Om Edy Rama Sakti menuturkan, kenari Solitere baru seminggu berada di tangannya, tepatnya setelah tampil dalam even BnR Tlagareja di Jogja, Minggu (17/1) lalu.

“Sebenarnya saya sudah tertarik ketika melihatnya tampil dalam gelaran Harpindo Jaya Cup II di Jogja, 3 Januari lalu. Burung anteng satu titik di tengah pangkringan, nyaris tanpa menggerakkan kaki. Lagu juga panjang, volume memadai. Itu awal ketertarikan saya, meski di Harpindo Jaya Cup kurang kepantau juri, sehingga tidak masuk juara,” ujar Om Dias.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Om Dias bersama kenari Solitere
Om Dias bersama kenari Solitere yang tampil luar biasa.

Dua minggu kemudian, Om Iwan (Manisrenggo, Klaten) selaku pemilik lama menurunkan kenari Solitere di BnR Tlagareja. Pada sesi pertama memang kurang nampil. Tetapi di sesi kedua, penampilannya sangat bagus dan meraih juara pertama.

Keesokan harinya, Senin (18/1), Om Dias langsung bertandang ke rumah Om Iwan di Manisrenggo. Deal pun terjadi, dan kenari Soliter resmi menjadi milik Om Dias. Hanya enam hari dalam perawatannya, gaco ini langsung dibawa ke Magelang, untuk mengikuti gelaran Spektakuler 1st Anniversary Manahadap, dan menjuarai tiga kelas sekaligus.

Semua kemenangan itu diraihnya di kelas kenari bebas, masing-masing Kelas Spektakuler, Bintang, serta STPP. Burung-burung yang dikalahkannya antara lain Golden Voice milik Om Hery Bogor, Respati orbitan Om Faiz (Duta Lawu Award), Saprol andalan Om Adi XL (Jogja), Pleaser milik Om Pongky Rist (Luwes BC Solo), Scoopy koleksi H Bayu Kediri (Duta Valentine), dan Super Star kepunyaan H Fitri BKS (Samarinda).

Om Dias bahkan mengaku kaget melihat penampilan di Manahadap Magelang. Ada perubahan, namun lebih oke. Burung lebih ngotot, kaki tetap anteng tanpa geser, tapi badan goyang kanan-kiri seperti anis merah yang sedang teler.

Lagunya juga panjang-panjang, nyaris tanpa spasi, didukung volume yang tembus, membuat juri pun tak bisa ke lain hati. “Jadi pede untuk mencoba kenari Solitere dalam even IBC Cup di Jakarta, Minggu (31/1) mendatang, sebelum ke Valentine Day di Jogja (14/2) tentunya,” imbuhnya.

Lovebird Kusumo cetak quattrick

Bintang lapangan kali ini tetap lovebird Kusumo. Panitia membuka empat kelas lovebird, dan seluruhnya dijuarai burung kesayangan Om Sigit WMP Klaten tersebut. Kusumo menjadi satu-satunya peserta yang mampu mencetak kemenangan quattrick.

Om Sigit WMP juara umum SF
Om Sigit WMP juara umum SF, dan lovebird Kusumo menjadi burung terbaik.

Meski sejak awal tahu kalau LB Kusumo bakal tampil, para pemain lovebird lainnya tak ciut nyali. Mereka tetap sportif dan makin bersemangat menurunkan jagoan masing-masing. Sebab menjadi juara kedua di bawah Kusumo tetap jadi kebanggaan. Alhasil, empat kelas lovebird pun full (70) gantangan.

Om Sigit tak hanya menang di kelas lovebird. Dia membawa kenari kecil Freed II dan berhasil menjuarai dua kelas kenari kalitan.

Om Faiz (Salatiga) cukup puas melihat penampilan kenari Respati orbitannya. Burung ini nyaris juara 1 di Kelas Kalitan STPP. Sayangnya, jagoan ini kalah tos dari  Freed II sehingga harus puas di urutan kedua.

Om Faiz Salatiga dan kenari Respati
Om Faiz Salatiga bersama kenari Respati.

“Tidak apa-apa, yang penting Respati tetap tampil stabil dan maksimal. Besok tempur lagi di Lawu Award Karanganyar (31/1). Semoga penampilannya makin ciamik,” ujarnya.

Kacer Batman milik H Bayu Kediri yang dikendalikan H Budi Antasari menjuarai semua (tiga) kelas. Kalau tak ada aral melintang, Om Budi akan menurunkan kembali kacer Batman dalam kontes Handayani Cup di Wonosari, Gunungkidul, Minggu (31/1).

Kacer Batman
Kacer Batman memang oye.

Murai batu digelar dua kelas. Terjadi pertarungan seru antara Skak Mat milik Om Suprojo WS (168) dan Kungfuboy andalan Om Malvin (Kebumen). Bahkan kedua murai ini saling mengalahkan.

Kelas bergengsi Manahadap dijuarai MB Skak Matt yang hari itu dikawal Om Agus Nasa. Kungfuboy juara kedua, disusul Madona kepunyaan Om Iwan Gorden (Borobudur).

Om Agus Nasa dan murai batu Skak Matt
Om Agus Nasa: Murai batu Skak Matt juara 1 dan 2.

Tapi Kungfuboy mampu melakukan revans terhadap Skak Matt, saat keduanya bertemu lagi di Kelas Spektakuler. Kungfoboy tampil sebagai juara 1, sedangkan Skak Matt juara kedua.

Om Agus Nasa yakin, penampilan Skak Matt bakal lebih berkembang lagi. “Soalnya Skak Matt baru beres mabung. Ini penampilan keduanya pascamabung. Skak Matt siap tampil lagi di Lawu Award,” ujarnya.

Anis merah juga dibuka dua kelas, semuanya dimenangi Super Bella andalan Om Yono Plaza (Semarang). Om Helmi Asalvo menurunkan cendet Paranoid, dengan hasil juara 1 dan 2.

Paranoid menjuarai Kelas Spektakuler, unggul atas cendet Mourinho milik Om Mimpi (Kebo Hitam) serta Alexis andalan Om Robert Buldozer (Semarang) yang memperkuat Duta Valentine.

cendet Paranoid
Kru Om Helmi Asalvo mengawal cendet Paranoid.

Cendet Alexis kemudian menjuarai Kelas Bintang, mengungguli Paranoid dan Brantas milik Om Pardi (Magelang) yang menempati peringkat kedua dan ketiga.

Om Robert Buldozer
Om Robert Buldozer: Cendet Alexis juara 1 dan 3.

Menurut Om Helmi, cendet Paranoid baru diperolehnya seminggu lalu, selepas berlaga di BnR Tlagareja, Jogja (17/1).“Lagu dan perfomanya luar biasa. Saya senang Paranoid meraih juara pertama dan kedua, bahkan mampu mengimbangi cendet Alexis,” kata Om Helmi.

Enam kali juara satu membuat WMP SF Klaten tampil sebagai juara umum single fighter. Duta Valentine yang dipimpin Om Samsulhadi menjadi juara umum BC. LB Kusumo dinobatkan sebagai burung terbaik, sedangkan Om Wahyu 8055 (Semarang) menjadi peserta terbaik.

Duta Valentine juara umum BC
Duta Valentine tampil sebagai juara umum BC.

“Terimakasih atas dukungan teman-teman lintaskota yang bergabung bersama Duta Valentine. Kami tunggu kehadariannya dalam even akbar Valentine Day di Jogja, 14 Februari 2016. Jangan lupa, segera pesan tiket karena sebagian sudah habis terpesan, sebagian lagi tinggal sedikit,” kata Om Samsulhadi.

Om Wahyu 8055 Semarang
Om Wahyu 8055 (2 dari kiri) meraih gelar pemain terbaik.

Om Suryo Keong dan Agung Qipit selaku panitia Spektakuler 1st Anniversary Manahadap menyampaikan terimakasih tak terkira atas dukungan para kicaumania. “Kami bangga dan puas sekali, even diikuti 1.146 peserta. Tentu masih ada kekurangan di sana-sini, kami mohon maaf ya,” ujar Om Suryo. (Waca)

Kru Malvin Kebumen dan MB Kungfuboy
Kru Malvin Kebumen sukses mengawal MB Kungfuboy.
Om Budi Antasari
Om Budi: Kacer Batman sapubersih tiga kelas.
Spektakuler Manahadap Magelang
Para juri juga mendapat piagam penghargaan.
Om Suryo Keong (kiri) dan Om Agung Qipit
Om Suryo Keong (kiri) dan Om Agung Qipit sukses gelar Spektakuler Manahadap.

Hasil Lomba Spektakuler Manahadap Magelang (klik di sini)

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.