Mengenali perilaku cucak hijau over birahi dan beberapa tips mengatasinya

Salah satu masalah umum yang kerap menimpa burung cucak hijau adalah over birahi (OB). Kondisi tersebut tentu bisa mengurangi penampilannya, baik di rumah maupun saat dilombakan. Kita perlu mengenali perilaku cucak hijau over birahi dan beberapa tips mengatasinya.

Burung cucak hijau yang rentan alami over birahi (OB)
Burung cucak hijau rentan mengalami over birahi (OB)

Over birahi / OB adalah gejala umum yang sering terjadi dan menimpa hampir semua jenis burung peliharaan. Kondisi ini biasanya dipicu oleh beberapa faktor, misalnya perawatan dan pemberian pakan yang terlalu berlebihan, serta faktor lain yang berhubungan dengan emosi, umur, dan kondisi burung.

Sobat kicaumania yang berpengalaman tentu akan berusaha mengatasi atau minimal mengurangi kondisi over birahi yang menimpa burung kesayangannya. Sebab, selain mengurangi penampilannya, burung yang over birahi biasanya jadi jarang berbunyi. Bahkan sering terjadi perubahan perilakunya, misalnya menjadi manja, galak, mencabuti bulu-bulunya sendiri, dan sebagainya.

Cucak hijau termasuk salah satu jenis burung kicauan yang rentan mengalami over birahi. Ketika mengalami OB, cucak hijau akan menunjukkan beberapa perilaku yang berbeda daripada biasanya.

Berikut ini beberapa perilaku cucak hijau saat mengalami over birahi:

  • Sering memelet-meletkan lidah; terkadang disertai dengan mengembangkan bulubulu tubuhnya atau biasa disebut mbalon.
  • Jarang berbunyi, namun mendadak menjadi lebih galak dan sering ngentrok / ngejambul ketika digoda dengan tangan atau didekatkan dengan burung jenis lain.
  • Jarang berbunyi, namun ketika melihat pemilik / perawatnya akan mengeluarkan suara ngeriwik yang pelan sambil membungkukkan tubuhnya.
  • Pada kasus yang lebih parah, over birahi bisa menyebabkan cucak hijau sering mencabuti bulu-bulunya.

Over birahi jarang ditemukan pada cucak hijau yang hidup di alam liar. Hal ini biasanya hanya terjadi dan menimpa pada cucak hijau yang dipelihara manusia, termasuk cucak hijau dalam kandang penangkaran.

Jika kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut dan tidak segera ditangani, maka bisa memberi efek buruk terutama bagi burung yang sering dilombakan. Untuk mengatasi cucak hijau yang over birahi, berikut ini beberapa yang dapat Anda lakukan:

  • Kurangi pemberian pakan tambahan / extra fooding (EF), terutama jangkrik , kroto, dan ulat hongkong.
  • Tambahkan ulat bambu, berikan 1 – 2 ekor pagi dan sore, setiap  hari.
  • Rutin memandikan burung setiap hari. Kalau biasanya dimandikan sehari sekali, kini frekuensinya ditambah menjadi 2-3 kali sehari.
  • Berikan pakan buah-buahan yang banyak mengandung air, misalnya jeruk, pepaya, atau belimbing.
  • Sebagian kicaumania meyakini “terapi untulan” cukup ampuh untuk mengatasi burung yang over birahi. Cara yang biasa dilakukan adalah memasukkan burung kecil seperti emprit / burung gereja ke dalam sangkar cucak hijau. Bisa juga memasukkan untulan bersama cucak hijau dalam kandang umbaran.

Demikian beberapa tips mengatasi cucak hijau yang over birahi. Setelah burung mulai stabil di rumah atau lapangan, maka perawatan hariannya harus lebih sering diperhatikan. Pemberian pakan buah-buahan yang bervariasi serta multivitamin seperti BirdVit bisa membantu menjaga kondisi serta mencegah burung mengalami over birahi.

Semoga bermanfaat.

Salam sukses, Salam dari Om Kicau.




Aplikasi Android omkicau.com gratis

APLIKASI ANDROID OMKICAU.COM - GRATIS
SCAN SAJA ATAU KLIK UNTUK MENUJU PLAY STORE
BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Jika Anda kesulitan mencari artikel di blog ini, silakan dicari dengan memasukkan kata kunci artikel yang Anda cari, pada kolom kosong yang tertera pada halaman ini.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain. Agar tidak tertipu, pastikan Anda membaca artikel ini (klik saja).

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.