Piala Proklamasi BnR Depok: Peserta lebih nyaman dengan model 36 gantangan

KETIK DI KOLOM BAWAH INI 👇🏿 SOLUSI MASALAH BURUNG YANG PINGIN ANDA CARI…

Lomba burung berkicau Piala Proklamasi yang digelar BnR 36 Bintang Jagad di lapangan JP, Jalan Raya Limo (depan kantor Kecamatan Limo) Depok, Rabu (17/8), berlangsung meriah.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Setiap sesi dibatas maksimal 36 gantangan. Ternyata para peserta merasa lebih nyaman dengan model ini. Tim juri pun bisa lebih fokus dalam melakukan penilaian.

Piala Proklamator
Gelaran Piala Proklamasi di Depok, Rabu (17/8), menerapkan model 36 gantangan.

Panitia yang digawangi Om Duta Wahyu Ananta (ketua), Om Jojo Hamba Bosan dan Om Untung (ketua pelaksana) membuka lima kelas yang melombakan 22 sesi.

Lovebird digelar hingga tujuh sesi, termasuk tiga sesi lovebird baby. Getar Goyang, lovebird milik Om Ivay Item (WSB Team), tampil paling dominan. Burung ini menjuarai dua kelas (Media BnR dan Omah BnR A), serta juara 6 Kelas BnR Depok.

Di Kelas Media BnR, lovebird Getar Goyang mengungguli Madu koleksi Nami BF (Mampang BC Depok) dan Gerhana besutan Om Anggo / Tipung (Kertanegara Team). Pada Kelas Omah BnR A, Getar Goyang mengalahkan Tante Sisil milik Om Ian YK (Cipala SF) dan Dewi San San andalan Om Mantores (CJDW SF).

Kelas BnR Depok dimenangi lovebird Madu, disusul Luna milik H Boim (SC Team) dan Dewi Irma orbitan Om Burung (Trobost Team). Adapun Kelas Omah BnR B dijuarai lovebird Cantik besutan Om Afu / Indra (Lebakbulus).

Pertarungan sengit terjadi pada kelas murai batu yang dimainkan empat sesi. Murai batu Bobo Boy besutan Om Dhika Here (Leopard BC) sukses meraih double winner.

Burung ini menjuarai Kelas BnR Depok, mengungguli Messi koleksi Om Ridho (BPN Tonjong) dan Seulawa milik H Tavip (Aviary Jaya). Gelar kedua diraih Bobo Boy di Kelas Omah BnR, unggul atas Kaisar milik Om Olih (Ragag’s Team) dan King Stone milik QQ (Kemang).

Murai batu Seulawa
Murai batu Seulawa juara Kelas Media BnR.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Seulawa yang sering menjuarai even di Jabodetabek menjuarai Kelas Media BnR. Posisi kedua dan ketiga ditempati murai batu King Stone dan Petruci koleksi Raya Bird House (Kertanegara Team).

H Tavip dan murai batu Seulawa
H Tavip (berdiri, kiri), pemilik murai batu Seulawa.

Kelas utama dijuarai murai batu Naga Mas. Gaco besutan Om Wisnu dan Om Annas (Red Wine) ini mengalahkan murai batu Super Dancer besutan H Endri / Dhani (Depok) dan Jaguar milik Om Anto DKP (Citayam).

Murai batu Naga Mas
Murai batu Naga Mas terbaik di kelas utama Proklamasi.

Hadiah untuk juara 1 di kelas utama ini sangat spesial, yaitu 1 unit sepeda motor. Padahal harga tiket “hanya” Rp 200 ribu.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Om Wisnu, pemilik murai batu Naga Mas
Om Wisnu (duduk) raih hadiah utama 1 unit sepeda motor.

Naga Mas juga sudah sering menjuarai lomba, termasuk dalam Festival Mahakarya Konservasi Indonesia di Sentul, Bogor (17/7), serta Piala Bogor Raya, 7 Agustus lalu.

Murai batu Naga Mas memiliki materi suara  isian lengkap, antara lain lovebird, cililin, cucak jenggot, tengkek, kapas tembak, jalak suren, siri-siri, kenari, pelatuk, jangkrik, dan belalang.

Bang Boy bersama Om Wisnu
Bang Boy bersama Om Wisnu (3 kiri), pemilik murai batu Naga Mas.

Durasi kerjanya juga hebat, didukung volumenya yang tembus. Senjata andalannya berupa tembakan lovebird, diselingi cilililin dan cucak jenggot, yang dibawakan secara nyusun-nyusun.

Setelah even ini, kata Om Duta Wahyu Ananta, BnR Depok akan menggelar latber dan latpres rutin di lapangan yang sama. Selain itu, secara periodik juga akan mengadakan lomba dengan skala lebih besar.

“Latber kita selenggarakan setiap Rabu, sedangkan latpres sebulan sekali. Modelnya tetap 36 gantangan, karena terbukti efektif dan kinerja para juri lebih maksimal,” ujarnya.

Om Duta Wahyu Ananta
Om Duta (depan, kanan) bersama Om Awid.

Para juri menjalankan tugasnya dengan menggunakan sistem blok. Pergerakan / langkah juri ditentukan oleh tanda garis putih, sehingga semua burung akan lebih terpantau.

“Karena itu, pemilik atau joki burung tidak perlu khawatir burungnya tak terpantau juri. Pemilik burung bahkan bisa memantaunya lebih dekat, namun tetap tidak boleh teriak. Kami sengaja menciptakan kemasan lomba yang nyaman, tertib, dan fair play,” jelas Om Duta. (d’one)

Hasil Lomba Piala Proklamasi (klik di sini)

Penting: Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.