Cucak hijau Hitler double winner di Kampoeng Loegue Purwodadi

Cucak Hijau Hitler milik Om Edi Sulis (Purwodadi) meraih double winner dalam latpres rutin Sabtu Seru yang digelar Kampoeng Loegue dan Koloni 69 di Café Loegue Purwodadi, Sabtu (10/9). Di Kelas Loegue, Hitler mengalahkan Durex 02 besutan Om Didik / Kohi (Taruman). Kemudian di Kelas Koloni 69, burung ini mengungguli Kolor Ijo orbitan Om Ibnu (Toetoet BC) dan Durex 02.

Latpres Kampoeng Loegue Purwodadi
Suasana penjurian kelas lovebird dalam Latpres Kampoeng Loegue di Purwodadi, Sabtu (10/9).

Latpres yang digawangi Om Eko (ketua pelaksana) ini mendapat support penuh dari owner Kampoeng Loegue, Mr Hendri, yang sekaligus bertindak sebagai MC.

Acara ini sejatinya diadakan Koloni 69, klub burung ternama di Purwodadi dengan spesialis pleci. Dengan gantangan berjumlah 36, Latpres Sabtu Seru diikuti sekitar 400 peserta. Para kicaumania berasal dari Purwodadi dan beberapa daerah lain di Kabupaten Grobogan, serta dari luar kota seperti Semarang dan Demak.

Om Hendri, owner Kampoeng Loegoe
Om Hendri, owner Kampoeng Loegoe, sekaligus menjadi MC.

“Acara ini sekaligus sebagai ajang pemanasan menjelang gelaran Dandim Cup 0717 di halaman SMPN 1 Purwodadi, Minggu tanggal 9 Oktober mendatang,” kata Om Eko.

Cucak hijau Hitler menjadi satu-satunya burung yang mampu menjuarai lebih dari satu kelas. Persaingan di kelas lainnya relatif merata, sehingga tak ada yang bisa meraih double winner seperti Hitler.

Om Edi Sulis
Om Edi Sulis: Cucak hijau Hitler double winner.

Lovebird yang dimainkan empat sesi pun dimenangi burung yang berbeda. Di Kelas A Loegue, LB Melody orbitan Om Alessandro meraih bendera merah, menyingkirkan Soimah orbitan Om Black (JKM).

Lovebird Centinul orbitan Om Achmad (Matrix SF) berjaya di Kelas B Loegue, disusul Jayem jagoan Toetoet (Purwodadi). Selanjutnya Kelas A Koloni 69 dimenangi LB Icha milik Malenx (Toetoet BC), unggul atas Warti milik Om Al Ghozali (Excorr BC).

Di sesi terakhir, B Koloni 66, Soimah naik podium utama diikuti Dahlia besutan Om Wahyu (Tugu Tani ) dan Salju jagoan Om Raffa (Toetoet BC).

JKM SF
JKM SF moncer bersama lovebird Soimah.

Meski belum stabil di gantangan, lovebird Soimah besutan Om Black (JKM Family SF feat Dhemit Coffe and Shake) memiliki mental juara yang bakal menjadi ancaman di seputar Purwodadi. “Memang belum maksimal, tetapi kita akan belajar lebih dalam lagi mengenali karakter burung agar kualitas Soimah bisa lebih meningkat dalam even-even berikutnya “ ujar Om Black.

Toetoet BC yang tampil full team cukup mendominasi kelas lovebird. Tiga burungnya masuk daftar juara, masing-masing Melody milik Om Alessandro (juara 1), lovebird Icha milik Om Malenx (juara 1), dan Salju andalan Om Raffa (juara 3, 3, 5).

Lovebird Melody sebelumnya juga moncer di Piala Raja 2016, dengan meraih juara 4 dan 10. Tak hanya unggul di lovebird, Toetoet BC juga berjaya di kelas murai batu, melalui aksi Bon Jovi yang memenangi Kelas Loegoe.

Toetoet BC
Toetoet BC makin jos berkat penampilan lovebird Melody.

Murai batu milik Om Allesandro ini memiliki lagu dan tembakan keras, sehingga mencuri perhatian para juri. Posisi kedua dan ketiga ditempati MB Boom orbitan Om Yono Brambang (Purwodadi) dan Geger milik Om Edwin Changgih (Duta RB RK Jaya).

Adapun Kelas Koloni 69 dimenangi murai batu King Holliks milik dr Gigi (Olinx SF), mengalahkan Geger yang berada di posisi runner-up.

Dua kelas Cendet diwarnai persaingan antara RSW SF dan Wani Perih SF. Pada akhirnya, RSW SF sukses menjuarai kedua kelas  tersebut, melalui dua gaconya, yakni Haudini (Kelas Loegoe) dan Teroris Lagi (Kelas Koloni 69). Kedua cendet ini milik Om Kukuh.

Wani Perih SF kebagian dua gelar juara 2, masing-masing melalui cendet Orange besutan Gus Ari dan Baracuda kepunyaan Om Kris G Pho Po.

Tim Wani Perih SF juga moncer bersama kenari Kiko orbitan Om Kenthis yang meraih juara 5 di Kelas Kenari Bebas Koloni 69. Dengan tim yang kompak dan sarat prestasi, Wani Perih makin diperhitungkan di kancah perburungan Purwodadi dan sekitarnya.

Wani Perih SF
Wani Perih SF menang di kelas cendet dan kenari.

Kelas Kenari Bebas Koloni 69 dimenangi Killer Bee milik Family Canary (Olinx SF), setelah mengalahkan The Doctor besutan Om Tikno Dwi (Family SF) dan Cak Nun milik Om Eko RFC (Obah-Obah BC).

Obah Obah BC mendominasi Kelas Kenari Kalitan, dengan meraih juara 1 dan 2, masing-masing melalui kenari Cak Nun milik Om Eko RFC dan New Pantera besutan Om Rochim.

Obah Obah BC
Obah Obah BC andalkan kenari Cak Nun.

Pencapaian Obah Obah BC yang fokus bermain kenari memang tidak perlu diragukan lagi. Kenari-kenari hasil ternak mereka kerap dipinang para pemain besar di Jabodetabek.

Adapun Kelas Loegoe dijuarai kenari Satrio Langit koleksi Dapur BF Canary (KKP). Juara kedua dan ketiga diraih Doctor dan Jenderal Muda orbitan Om Keysha Sahila (GPC).

Secara keseluruhan, latpres berjalan sukses dan meriah. Om Eko mewakili seluruh kru panitia serta juri mengucapkan terimakasih atas partisipasi dan dukungan para kicaumania. Sampai jumpa lagi di Dandim Cup di SMPN 1 Purwodadi, Minggu 9 Oktober 2016. (neolithikum)

Wani Doping SF
Wani Doping SF mendominasi kelas pleci.
Kampoeng Loegue Purwodadi
Tim juri yang bertugas di Kampoeng Loegue Purwodadi.

Hasil Latpres Sabtu Seru Kampoeng Loegue (klik di sini)

Salam sukses, Salam dari Om Kicau.




Aplikasi Android omkicau.com gratis

APLIKASI ANDROID OMKICAU.COM - GRATIS
SCAN SAJA ATAU KLIK UNTUK MENUJU PLAY STORE
BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Jika Anda kesulitan mencari artikel di blog ini, silakan dicari dengan memasukkan kata kunci artikel yang Anda cari, pada kolom kosong yang tertera pada halaman ini.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain. Agar tidak tertipu, pastikan Anda membaca artikel ini (klik saja).

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.