MB Muntah dan Nafas Bengek

Tanya:

Klinik KM yang terhormat, mohon pencerahannya, Murai Batu (MB) saya selama ini ngeluarin muntah hitam bulat kenyal seperti sampah jankrik dan nafas sering bunyi ngek-ngek kayak orang bengek itu kenapa ya?

Padahal Murai Batu saya tetap ngeplong dan kelihatan bugar. Adakah obat atau teknik untuk mengatasi masalah pencernaan dan pernafasan tersebut?

 

Syahputra, Lampung

- Tanya Om Kicau, silakan di sini.

- Bingung cara mencari artikel di omkicau.com, cek artikel ini.

IKUTI OM KICAU DI INSTAGRAM

 

Murai Batu

 

Jawab:

Murai Batu mengeluarkan muntahan berupa gumpalan adalah hal wajar. Itu merupakan prose salami burung terhadap makanan yang dimakannya tidak mampu dicerna. Terkait warna, biasanya mengikuti apa yang dimakan. Jika berwarna hitam merupakan ampas dari jangkrik yang dimakan, sementara warna lainnya mengikuti warna voer yang dia makan.

Kalau permasalahan pernafasan memang kompleks penyebabnya, manusia saja yang organ tubuhnya besar sulit mengidentifikasi bagian mana yang menjadi penyebab gangguan pernafasan, apakagi burung yang berorgan kecil dan sangat rentan.

Jika berbicara asma, jelas ini faktor keturunan bukan penyakit yang tiba-tiba mewabah ke burung kesayangan kita. Jadi kalau sekarang kita bicara asma pada burung, berarti penyakit itu dibawa sejak piyikan atau anakan, dan baru sekarang kambuhnya.

Penyebabnya bermacam-macam, contoh paling umum karena kontak dengan alergen seperti udara yang terpolusi, pakan dan air minum yg tidak lagi steril di saat kondisi kesehatan dan sistem imun burung yang menurun biasanya di saat itulah asma kambuh. Ini biasanya identik dengan radang organ dalam pernafasan.
Pengobatannya dengan memulihkan organ yang meradang akibat infeksi tersebut dengan menggunakan antibiotik. A-Z berbagai jenis antibiotik ada kok, salah satunya produk Ebod. Ya dicoba aja dulu beli di kios burung, lalu ingat intinya asma kita tidak tahu alergennya apa. Sebaiknya burung dipindah sangkar selama pengobatan, seluruh atribut sangkar seperti sangkar, cepuk, tangkringan, krodong distrelisasi dengan antiseptik.

Ibarat kita sakit kan diopname tuh, jadi burung kita andaikan saja juga diopname. Dikasih ruang yang tenang, diberi obat, dan so pasti diinfus (diberi suplemen multivitamin + air larutan penyegar).

Tapi perlu dicatat, kapan saja penyakit itu bisa kambuh, habitat burung beda dengan habitat kita yang tingkat polusinya tinggi, terutama daerah perkotaan dan perumahan yang dekat dengan kawasan perindustrian.

 

Hengky Simarmata

Moderator Klinik Kesehatan www.kicaumania.or.id