Kontes Papburi Solo: Persaingan sengit di Kelas Pakem, kenari isian paling dominan

Kontes Papburi Solo kembali digelar di Pendopo Ndalem Ngabeyan Baluwarti Solo, Minggu (9/10). Pada lomba kali ini, panitia memperkenalkan kelas baru, yakni Kelas Pakem. Semua jenis dan postur kenari boleh tampil di sini.

kontes Papburi Solo
Suasana kontes Papburi Solo di Pendopo Ndalem Ngabeyan Baluwarti Solo.

Kelas baru ini memang diprioritaskan untuk panitia dan anggota Papburi Solo. Apabila ada tiket yang tersisa, maka peserta umum boleh berpartisipasi. Terjadi persaingan sengit di kelas ini, karena tidak ada pembatan mengenai jenis kenari, postur (besar atau kecil), maupun standar atau isian.

Beberapa peserta dan penonton bahkan menganggap kelas ini tak ubahnya perang bintang. Apalagi beberapa gaco hebat seperti kenari Javas koleksi Sengkuni SF (Pengging), Jet Tempur besutan Om Pri (Jogja SF), dan Ducati andalan Om Bayu KTS (Embun BC) juga tampil di Kelas Pakem.

Hampir seluruh peserta di kelas ini merupakan kenari isian, dengan lagu-lagu yang syahdu. Akhirnya, pertarungan sengit ini dimenangi Javas. Juara 2 dan 3 diraih Ducati serta Paddy Jr milik Bomb Squad (Solo) yang harus di posisi kedua dan ketiga.

Kontes Papburi Solo
Juara 1 Kelas Kenari Pakem

Kenari Javas pernah meraih double winner dalam kontes Papburi Solo di tempat yang sama, 10 April lalu. Kenari ini memiliki isian full blackthroat, sehingga sering dijuluki sebagai kenari rasa blackthroat.

Kenari Ducati
Kenari Ducati milik Om Bayu KTS runner-up Kelas Pakem.

Adapun Kelas Kalitan dijuarai kenari Unyiet milik Om Jefry KTS (Oke Team). Burung dengan lagu full masteran ini mampu menyingkirkan lawan-lawannya yang juga didominasi kenari isian, termasuk Jet tempur milik Om Pri (Jogya SF ) yang harus puas menjadi runner-up.

Kontes Papburi Solo
Juara 1 Kelas Kenari Kalitan

Karena kenari Unyiet memakai ring Papburi Solo, dengan kode peternak Tiyan, panitia pun memberi bonus uang Rp 500 ribu kepada Om Jefry KTS. Sejak dulu, Papburi Solo memang menyediakan bonus bagi kenari peraih juara 1, jika burung tersebut memakai ring ungu Papburi Solo.

Tetapi sampai saat ini, baru ada dua kenari yang berkesempatan mendapatkan bonus tersebut. Yang pertama adalah Paddington (ring Papburi Solo dengan kode peternak  SKN) milik Boom Squad, ketika menjuarai Kelas Kenari Ring Bebas pada kontes Papburi Solo dua bulan lalu.

Selain kenari, panitia Papburi Solo juga membuka dua kelas lovebird dan satu kelas campuran impor. Kelas Campuran Impor dimenangi 008 BK milik Om Putra (Solo), disusul Hantu Jepang milik The Ron (Pajang) dan Es Degan andalan Om Nunung (Kancil SF).

Kontes Papburi Solo
Juara 1 Kelas Campuran Impor

Sovi’s BF Solo merajai dua kelas lovebird, lewat penampilan Si Manis, Mbah Jenggot (keduanya milik Om Lutfi) dan Si Palma. Si Manis menjuarai Kelas Q-Max’s Gold, unggul atas Chivas milik Volce (SSBC) dan Biyoner koleksi Om Aan Milo (Pintu Air BC).

Kontes Papburi Solo
Juara 1 lovebird Kelas Q-Max’s Gold

Kelas Q-Max’s Silver dimenangi lovebird Kays orbitan Om Evans (E33 SF / BF Solo). Si Palma juara 2, disusul Mbah Jenggot, keduanya koleksi Sovi’s BF. (Koko Atmojo)

Lovebird Kays milik Om Evans
Lovebird Kays milik Om Evans terbaik di Kelas Q-Max’s Silver.
Kontes Papburi Solo
Juara 1 lovebird Kelas Q-Max’s Silver
Panitia Papburi Solo
Panitia Papburi Solo

Hasil kontes Papburi Solo (klik di sini)

Salam sukses, Salam dari Om Kicau.




Aplikasi Android omkicau.com gratis

APLIKASI ANDROID OMKICAU.COM - GRATIS
SCAN SAJA ATAU KLIK UNTUK MENUJU PLAY STORE
BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Jika Anda kesulitan mencari artikel di blog ini, silakan dicari dengan memasukkan kata kunci artikel yang Anda cari, pada kolom kosong yang tertera pada halaman ini.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain. Agar tidak tertipu, pastikan Anda membaca artikel ini (klik saja).

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.