Penjurian lovebird di Piala Kretek memuaskan, Kusumo cetak quintrick

Even akbar Piala Kretek memang sudah kelar, namun meninggalkan kesan mendalam dan kepuasan bagi para peserta, terutama para pemain lovebird. Pasalnya, gelaran yang dikemas Ronggolawe Nusantara di PTPN IX Pabrik Kapas, Prambatan, Kudus, Minggu (2/4), itu menerapkan sistem penjurian lovebird paling mutakhir: perpaduan sistem penilaian berbasis IT dan manual.

lomba burung berkicau Piala Kretek Kudus
Kemeriahan dalam lomba burung berkicau Piala Kretek di Kudus, Minggu (2/4).

Sistem yang dikembangkan Koprol (Koppast BC dan Ronggolawe Nusantara) ini mengandalkan penilaian berbasis IT, di mana setiap juri memegang 1 unit tablet yang sudah diprogram sedemikian rupa sehingga dapat memantau aksi para lovebird yang berlaga, mulai dari durasi ngekeknya hingga tembakan dan lain sebagainya.

Setiap blok dikawal seorang juri, seorang asisten juri, dan penancap bendera koncer. Bendera digunakan untuk pembuktian tembakan yang ada pada masing-masing blok.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Setiap juri hanya mengawal 10 ekor lovebird, sehingga tak ada burung yang tak terpantau. Itu pun masih dikawal korlap serta IP, sehingga hasil dan akurasinya makin terjamin.

Tablet berisi aplikasi sistem penilaian lovebird
Tablet berisi aplikasi sistem penilaian lovebird | Foto: Om Sadam Wahyu

Menurut Om Imam Triyanto, ketua pelaksana Piala Kretek sekaligus ketua Koppast BC, sistem penjurian terbaru ini sudah diujicoba dalam lima even Road to Piala Kretek, dan berjalan relatif lancar pula dalam even sesungguhnya: Piala Kretek.

“Namun semuanya tetap perlu evaluasi, sekaligus penyempurnaan dalam even-even berikutnya. Bahkan ada rencana untuk menggunakan display monitor LED 42 inci, agar para peserta dapat mengetahui hasil penilaian secara live,” ujar Om Imam Koppast.

Sistem penilaian lovebird ala Koprol
Sistem penilaian lovebird yang dikembangkan Koprol (Koppast dan Ronggolawe Nusantara).

Dengan model penilaian seperti ini, maka yang menjadi fokus penilaian adalah kualitas dan durasi suara ngekek lovebird, karena ini memang singing contest. Tak peduli apakah lovebird ngekek sembari merem atau melek.

Melalui penjurian yang sangat terbuka seperti inilah, lovebird Kusumo milik Om Sigit WMP (Duta Piala Pasundan) sukses menjuarai lima kelas yang diikutinya. Para pemain lovebird yang lain pun mengaku puas dan dapat menerima hasilnya, karena hasil itu memang mencerminkan kondisi burung-burung yang berlaga di lapangan.

Pada sesi pertama (Kelas Walini) yang dimainkan di Lapangan A, lovebird Kusumo menghadapi sejumlah lawan tangguhnya seperti Opium andalan Om Ferry Yong (Kurnia BF Banjarnegara) dan Jessica milik Om Onie PG (Pekalongan Team). Kusumo tampil sebagai juara 1, disusul Jessica dan Opium berada di urutan kedua dan ketiga.

Lovebird Kusumo
Lovebird Kusumo cetak quintrick di Piala Kretek.

Laju Kusumo kembali tak terbendung lawan-lawannya pada empat sesi berikutnya, masing-masing Kelas Goalpara A dan B, serta Kretek A dan B. Kemenangan quintrick LB Kusumo langsung disambut para fans yang sebagian di antaranya memang belum pernah menyaksikan aksinya secara langsung.

Even Piala Kretek juga mengorbitkan bintang baru, yakni lovebird Gandring milik Om Ari (Banjarnegara). Tak tanggung-tanggung, Gandring sukses menjuarai empat kelas alias quattrick, dua kali runner-up, dan sekali juara 3. Posisi Gandring sebagai runner-up dan juara ketiga selalu terjadi pada sesi yang dimenangi Kusumo.

Lovebird Gandring milik Om Ari
Lovebird Gandring milik Om Ari raih juara 1, 1, 1, 1, 2, 2, dan 3.

Lovebird lain yang bersinar dalam gelaran ini adalah Opium, langganan juara milik Om Ferry Yong, Lady Gaga milik Om Thakim (Pati Rowo BC). LB Opium sukses menjuarai Kelas Ebod Strong B, sedangkan Lady Gaga terbaik di Kelas Bursa Ronggolawe.

Lovebird Opium
Lovebird Opium tetap eksis di jalur juara.
Kru Kurnia BF
Kru Kurnia BF bersama trofi kemenangan LB Opium.

Prestasi hebat lovebird Kusumo ini sekaligus mengantarkan timnya, Duta Piala Pasundan, tampil sebagai juara umum bird club. Demikian pula lovebird Gandring yang ikut membawa Bejo SF meraih juara umum single fighter.

H Ali (Tepos BC Jepara) sukses di kelas murai batu. Gaco andalannya, Hammer, memenangi kelas utama (Voer Ronggolawe), unggul atas Pegasus milik DMA (Duta Piala Candi Borobudur) serta Monalisa orbitan Om Sentot (RV SF Jepara).

Tak hanya itu, Hammer juga terbaik di Kelas MB Ring Kretek, mengalahkan gaco koleksi DMA dan Al-Bat Boss milik Om Sudhil CBL (Be Ring Team Demak).

Kelas Walini dimenangi murai batu Tigor besutan Om Pipi (Tigor BF Wonosobo). Tigor mengalahkan Solo 1 milik Sien Ronny (Surabaya) dan Satria milik Om Yudi (Antasari BC).

Murai batu Tigor
Murai batu Tigor milik Om Pipi (Tigor SF Wonosobo) juara 1 Kelas Walini

Tiga kelas cucak hijau berlangsung sangat ketat. Meski demikian, cucak ijo Ompong tampil paling stabil. Gaco milik Om Jayen dari SKBC Kudus ini menjuarai dua kelas, Walini dan Goalpara. Juara 2 Kelas Walini bahkan ditempati gaco Om Jayen lainnya, yakni cucak ijo Bledex. Kelas Kretek dimenangi cucak ijo Teror milik Om Andi MP (Duta Piala Bupati Jepara).

Duta Piala Pasundan
Duta Piala Pasundan juara umum BC.
Bejo SF
Bejo SF juara umum single fighter.
Piala Kretek Kudus
Pemenang doorprize paket umroh

Secara keseluruhan, lomba burung Piala Kretek berlangsung meriah serta sukses, didukung cuara cerah namun udara cukup sejuk. Tidak sia-sia persiapan matang yang telah dilakukan panitia yang dikoordinasi Om Ifa Jawmin (ketua panitia) dan Om Imam Triyanto selaku ketua pelaksana. (Heres Budi S)

Om Imam Triyanto
Om Imam Triyanto, ketua pelaksana Piala Kretek
Panitia Piala Kretek
Panitia Piala Kretek: Persiapan matang, hasilnya pun menyenangkan.
tim juri Koprol
Ini dia tim juri Koprol yang khusus mengendalikan penilaian lovebird berbasis IT.

Selanjutnya, baca Daftar Juara Piala Kretek Kudus (klik saja).

Piala Kretek Kudus
Juara pertama (kiri) dan kedua pentet Kelas Kretek.
Kalijaga BC Demak
Kalijaga BC Demak moncer bersama lovebird Ganeh Jr (juara 3 Kelas Goalpara A).
Murai batu M-16 milik Om Antok NT BF
Murai batu M-16 milik Om Antok NT BF runner-up Kelas Bursa Ronggolawe
Murai batu Skak Mat
MB Skak Mat milik Om Agus Nasa juara 3 Kelas Bursa Ronggolawe
Piala Kretek Kudus
Para pemenang di kelas pleci
Piala Kretek Kudus
Om Anton DMA (kiri), Om Paul Jepara, dan Om Herumulya moncer di Piala Kretek.
Murai borneo Setan Ketek milik Om Gutuk Buaran juara 3 Ebod Strong
Murai borneo Setan Ketek milik Om Gutuk Buaran juara 3 Ebod Strong.
Anis kembang Kentir milik Om Yancone terbaik di Kelas Miltih
Anis kembang Kentir milik Om Yancone terbaik di Kelas Miltih.

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.