Uda Ridwan (Jambi), kicaumania gaek yang tetap semangat

KETIK DI KOLOM BAWAH INI 👇🏿 SOLUSI MASALAH BURUNG YANG PINGIN ANDA CARI…

Uda Ridwan, kicaumania gaek yang tetap semangat  –Hobi burung kicauan itu seperti dunia tanpa batas. Tak ada batasan profesi, pekerjaan, lintas-gender, pun tak ada batasan usia. Penggemarnya ada yang masih belia, remaja, lelaki, perempuan, hingga kicaumania gaek seperti Uda Ridwan.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Uda Ridwan
Uda Ridwan bersama trofi kemenangan murai batu Brengos.

Uda Ridwan lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 26 Desember 1952: sebentar lagi berumur 65 tahun.  Pada tahun 1980, dia pindah ke Palembang, kemudian pindah ke Kota Jambi (2000).

Hobi burung sudah ditekuninya sejak kecil. Apalagi kakeknya juga penggemar burung perkutut serta derkuku. Sejak mukim di Palembang, Uda Ridwan makin keranjingan di dunia kicauan.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

Setelah menetap di Kota Jambi, hobi tersebut masih dijalaninya dan bergabung dengan Arizona BC. Uda Ridwan bahkan dipercaya menjadi ketua Arizona BC. Namun, dua tahun lalu, dia mengundurkan diri dari Arizona BC untuk bergabung dengan Benteng BC.

“Hobi burung itu sebuah kesenangan. Hitung-hitung bisa jadi olahraga ringan. Sebab ketika merawat burung, kita kerap jongkok dan berdiri. Nah, itu menyehatkan. Pikiran pun menjadi tenang manakala kita mendengar kicauan burung,” ujarnya.

Sampai sekarang, Uda Ridwan masih aktif main di lapangan. Gaco andalannya saat ini adalah murai batu Brengos. Burung ini beberapa kali menjuarai lomba di Jambi yang dikenal sangat kompetitif.

Murai batu Brengos
Murai batu Brengos andalan Uda Ridwan.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Dalam even Gebyar Piala Kemerdekaan RI bersama Ebod Jaya dan H Abdullah Sani di halaman GOR Kotabaru, Kota Jambi, 20 Agustus lalu, MB Brengos tampil sebagai juara kedua Kelas Ebod Joss.

“Brengos saya bawa dari Padang, dua tahun lalu. DI sana, burung ini sering juara latberan. Lalu saya bawa ke Jambi, dan sering juga nyantol di latberan,” ungkap Uda Ridwan kepada omkicau.com yang mengunjungi rumahnya, Komplek Perumahan Blok C No 11, Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi.

Sudah ada beberapa penawaran terhadap murai batu Brengos, yang tertinggi mencapai Rp 40 juta. Namun Uda Ridwan belum berniat melepasnya, karena menjadi andalannya di lapangan.

Perawatan murai batu Brengos

Murai batu Brengos
Tips perawatan murai batu Brengos.

Mengenai perawatan murai batu Brengos, Uda Ridwan mengaku tidak terlalu teratur. Jadwal mandi dan jemur, misalnya, hanya dilakukannya ketika ada waktu senggang. Bahkan kalau terlalu senggang, dia bisa memandikannya sampai tiga kali sehari.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

“Yang penting pakan dan air minum selalu tersedia. Untuk pemberian pakan, istri saya sering bantu. Dia sudah tahu, setiap pagi harus menyediakan kroto segar secukupnya dan lima ekor jangkrik. Lalu sorenya, kembali diberi lima ekor jangkrik,” jelasnya.

Setiap sore hari, dilakukan pemasteran menggunakan burung asli seperti cililin, lovebird, kenari, dan cucak jenggot. Dalam hal ini sangkar MB Brengos dikerodong dan didekatkan dengan burung-burung master tersebut.

Sang istri pula yang merawat burung-burung masteran itu, terutama ketika Uda Ridwan ada aktivitas di luar rumah. Sehari-hari Uda Ridwan bekerja di biro jasa ketel uap (boiler) untuk pabrik pengolahan kelapa sawit.

Uda Ridwan
Uda Ridwan sedang menjemur lovebird di teras depan rumahnya.

Jika mau dilombakan, sehari sebelumnya (H-1) Uda Ridwan akan melakukan persiapan. Dalam hal ini Brengos akan dipindahkan ke kandang umbaran, mulai pukul 09.00 hingga 11.00.

Setelah itu diberi 7 ekor jangkrik dan kroto secukupnya . Sore hari, burung dimandikan dan dijemur, sembari diberi kroto dan jangkrik dengan porsi yang sama.

Uda Ridwan
Uda Ridwan bersama Om Tole saat hendak mengikuti lomba burung kicauan.

Kepada para kicaumania, khususnya kawula muda, Uda Ridwan berpesan agar serius menekuni hobi burung kicauan. Hobi ini jauh lebih baik daripada menghabiskan waktu yang tak perlu, seperti trek-trekan motor di jalan, apalagi sampai terjebak dalam lembah hitam narkoba.

Untuk para pemain, dia berpesan untuk membudayakan non-teriak, baik dalam even latber, latpres, maupun lomba burung kicauan. “Biarkan burung yang berteriak. Yang punya diam dan nonton saja,” tandas Uda Ridwaan. (Kelana Lana)

Penting: Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.