Menggunakan Banyak Juri, Bukan Jaminan Gelaran Bisa Tertib

Bandung, (KM) – Persiapan maksimal panitia untuk menggelar Piala Pasundan 2 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung. Minggu (15/4). Dengan memakai juri lebih banyak, ternyata masih belum mampu suguhkan lomba tanpa teriak.

Hampir 20 orang juri bertugas dikelas bergengsi Lovebird (LB) dengan peserta duduk didalam lapangan, anehnya peserta masih bisa berteriak hingga mengganggu kinerja juri yang bertugas, puncaknya penilaian ricuh dan beberapa kali dihentikan, serta juri ditarik dari lapangan.

Panitia pun akhirnya dengan cepat mengambil keputusan, melarang seluruh peserta berada dilapangan untuk semua kelas. Meski begitu, kericuhan masih berlanjut dan hujan protes pun dilontarkan peserta diakhir penancapan bendera koncer. Kejadian terus berulang hampir semua kelas LB.

- Tanya Om Kicau, silakan di sini.

- Bingung cara mencari artikel di omkicau.com, cek artikel ini.

IKUTI OM KICAU DI INSTAGRAM

“Kata panitia bilangnya fairplay, lomba berantakan sudah tidak ada kondusifnya. Bilangnya juga tidak boleh ada tanda, buktinya tanda bertebaran disini. Harus diperbaikinlah lihat keadaan seperti ini hancur lombanya,” jelas Andi Owen, yang membawa bendera BC Owen Team.

Menurutnya masalah tanda, kandang harus polos tapi masih ada bola, masih ada balon. Andi Owen pun mempertanyakan keberadaan panitia yang bertugas dalam hal itu.

“Mana panitia yang ngeliatinnya? Tidak ada. Kalau seperti ini harus ditata lagi, panitianya berantakan,” tambahnya lagi.

Saat terjadi kericuhan di kelas Lovebird

Hampir senada juga disampaikan Samsul yang menilai keseluruhan Piala Pasundan 2, kalau dari segi kuantitas peserta bagus.

“Tapi untuk kualitas kurang dikit, terutama dalam sektor keamanan agak disepelein oleh panitia. Kalau alamkan sudah takdir dari yang diatas. Tempat sangat panas sekali, tenda untuk peserta sedikit,” terangnya.

Kalau untuk Radjawali Indonesia (RI) saat ini sudah berkembang, hanya dari segi penataan-penataan di hari H lombanya yang masih kurang.

“Untuk promonya sih bagus, sampai grassroad kebawah bagus, hadiah menarik, semua element diakomodir cuma itu aja kesiapan di hari H-nya belum begitu di matangkan,” tambahnya lagi.

Meski begitu, Prio Sutrisno selaku pemilik gelaran menilai untuk hasil keseluruhan, Piala Pasundan 2 ini berjalan sesuai dengan harapannya sejak awal. Burung-burung yang juara merupakan hasil terbaik dari penilaian juri.

“Hasil lomba kali ini, walaupun cuaca dipertengahan kurang mendukung, tapi secara pelaksanaannya Lancar. Pilihan jurinya, sudah sesuai dengan burung-burung yang terbaik,” tegasnya.

Permohonan maaf pun Prio Sutrisno sampaikan, menurutnya kerja seluruh panitia sudah maksimal di posnya masing-masing.

“Terima kasih atas kehadiran kicaumania di Piala Pasundan 2, kami segenap panitia menghaturkan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan lomba masih ada kekurangan,” pungkasnya.