Tips praktis penangkaran murai batu ala Om Amiexs

Mau pasang iklan di Omkicau.com, klik di sini

Sebenarnya sudah banyak tips praktis penangkaran murai batu yang ditayangkan omkicau.com, dari berbagai breeder di Indonesia. Tetapi tak ada salahnya jika kita terus belajar dan belajar dari sumber yang berbeda. Kali ini kita akan mengupas tips penangkaran murai batu yang diterapkan Om Amiexs, pemilik HilKast Bird Farm Malang.

Om Amiexs
Om Amiexs: PNS yang sukses dalam penangkaran murai batu.

Sebelum memulai beternak murai batu, sebaiknya perlu dilakukan beberapa langkah persiapan. Ada dua bentuk persiapan di sini, yakni teknis dan non-teknis.

Persiapan teknis antara lain lahan untuk menempatkan kandang ternak. Kalau tidak ada lahan, Anda bisa beternak murai batu menggunakan sangkar gantung, atau kandang minimalis yang ditempel di tembok / dinding.

Apabila sudah ada kandang, maka segera membeli calon induk jantan dan betina. Bisa juga membeli pasangan induk yang sudah berjodoh (jebol kandang) dari penangkar-penangkar berkualitas.

- Tanya Om Kicau, silakan di sini.

- Bingung cara mencari artikel di omkicau.com, cek artikel ini.

Dapatkan omkicau.com untuk Android dan IOS:

Aplikasi Android Omkicau.Com

Aplikasi IOS Omkicau.com

Lihat juga HilKast BF Malang: Omzet Rp 40 juta / bulan dari ternak murai batu

ternak murai batu
Salah satu materi induk jantan koleksi HilKast BF Malang.

Persiapan non-teknis meliputi kesiapan mental berwirausaha. Harus disadari, setiap usaha tak selalu membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Terkadang ada berbagai kendala yang mengadang, serta berakibat kegagalan.

Kalau menemui kegagalan, berfikirlah bahwa itu hal biasa dalam berwirausaha, sembari mempelajari apa kekeliruan / kesalahan yang menjadi penyebab kegagalan tersebut. Yang penting jangan pernah patah semangat, atau berhenti di tengah jalan.

Beternak murai batu, atau jenis burung lainnya, merupakan learning by doing. Tatkala menjalankan usaha tersebut, pada dasarnya kita akan selalu belajar dan belajar.

Karena itu, selain rajin membaca referensi (buku, media online, dll), setiap peternak juga harus rajin menjalin hubungan baik dengan penangkar-penangkar lainnya.

“Saya ingat saat pertama kali berhasil menangkar. Saya merasa sudah bisa semuanya. Tapi, ternyata, makin saya menggeluti penangkaran burung, makin banyak hal yang saya tidak tahu. Akhirnya, saya harus sering belajar dari teman-teman penangkar yang lain,” tambah Om Amiexs.

Cakupan materi teknis beternak murai batu sangat luas, sehingga tak mungkin diuraikan secara utuh dalam ruang terbatas ini. Karena itu, Om Amiexs hanya ingin menjelaskan beberapa poin saja, antara lain proses penjodohan, perawatan anakan, hingga artipenting multivitamin dan suplemen lainnya.

1. Seleksi calon induk jantan dan betina

Proses penjodohan harus diawali dari seleksi calon induk, baik jantan maupun betina. Pilihlah induk jantan yang memiliki sifat fighter, suaranya keras dan dominan. Kondisi burung sehat, tidak memiliki cacat fisik, dan sudah berumur minimal 1,5 tahun.

Calon induk betina juga harus sehat, tidak memiliki cacat fisik, umur sekitar 1,5 tahun, terlihat genit, dan memiliki postur tubuh yang proporsional.

penangkaran murai batu
Murai batu Exotic, induk jantan unggulan milik HilKast BF Malang.

“Berdasarkan pengalaman selama ini, murai batu lepas trotol (umur 6 bulan) hasil ternak HilKast BF sudah bisa produksi, karena kualitas dan perawatannya terjamin. Tapi jangan buru-buru dijodohkan, agar organ reproduksinya benar-benar sempurna. Saya biasa menjodohkan pada umur 1,5 tahun,” jelas Om Amiexs.

Yang tak kalah penting, calon induk jantan dan betina harus dalam kondisi siap kawan. Pada burung jantan, tanda-tanda siap kawin antara lain aktif merayu betinanya dengan mengeluarkan suara kecil-kecil, dan sesekali manggut-manggut, serta nunduk-nunduk, sambil selalu mendekati betina.

Adapun burung betina dikatakan siap kawin jika dia merespon pejantan dengan mengepakkan kedua sayapnya (ngleper). Burung betina juga akan mengeluarkan suara, membalas rayuan pejantan.

2. Proses penjodohan murai batu

Penjodohan dilakukan dengan mendempelkan sangkar murai batu jantan dan betina. Jika keduanya terus saling mendekat, biasanya ini pertanda keduanya siap disatukan dalam kandang penangkaran.

Proses pendekatan ini bisa berlangsung cepat (beberapa menit), bisa juga berlangsung lama (sekitar 3 minggu). Semua ini tergantung dari kondisi birahi induk jantan dan betina, kualitas pakan, suasana lingkungan di sekitarnya, dan sebagainya.

cara ternak burung murai batu
Salah satu pasangan induk di kandang ternak Hilkast BF.

Jika burung jantan dan betina sudah disatukan dalam kandang breeding, kita harus rajin memantau kondisinya. Pemantauan awal bisa dilakukan pada 10 menit pertama. Apabila murai jantan mengejar dan menghajar betina, atau sebaliknya, maka segera pisahkan keduanya.

“Biasanya saya akan menyatukannya lagi petang hari, atau menjelang malam. Burung langsung sibuk mencari tempat beristirahat / tidur, sehingga tak sempat berlaku agresif terhadap pasangannya.

Dalam beberapa kasus, Om Amiexs juga pernah menerapkan model penjodohan yang lain. Misalnya, salah satu calon induk langsung ditempatkan di dalam kandang ternak. Calon induk lainnya berada di dalam sangkar, yang dimasukkan ke dalam kandang ternak.

Yang berada di dalam sangkar bisa murai batu jantan, bisa juga murai batu betina. Tetapi Om Amiexs lebih sering menerapkan betinanya di sangkar, sedangkan murai jantan dilepas di kandang ternak.

Bahkan setelah bertahun-tahun menekuni breeding murai batu, Om Amiexs kini sering menerapkan cara ketiga, yakni langsung melepas calon induk jantan dan betina dalam kandang ternak. Tentu saja dengan pertimbangan khusus. Misalnya, sudah ada kecocokan antara murai batu jantan dan betina, terutama saat diperkenalkan dengan cara mendempetkan kedua sangkarnya.

3. Kandang penangkaran murai batu

Sebenarnya tidak ada ukuran baku mengenai kandang penangkaran murai batu. Yang penting, murai batu merasa nyaman di dalam kandang.  Selama ini, HilKast BF menggunakan kandang minimalis, dengan panjang 150 cm, lebar 65 cm, tinggi 200 cm.

Yang harus tersedia dalam kandang adalah tempat pakan, tempat minum, tempat bertelur (gowok), cepuk besar untuk mandi, tempat pakan jangkrik (dari ember), tempat pakan ulat hongkong (berupa nampan).

penangkaran murai batu
Kandang penangkaran murai batu HilKast BF Malang.

4. Perawatan anakan murai batu

Om Amiexs merawat sendiri anakan murai batu hasil penangkarannya, tanpa karyawan. Pada umur 7 hari, anakan murai batu langsung dipanen atau disapih dari induknya.

Anakan murai batu kemudian diloloh menggunakan full serangga, sebagaimana kondisi di alam liar. Dengan meloloh sendiri, Om Amiexs dapat mengetahui kondisi setiap anakan murai batu, sehingga kualitasnya selalu dipantau.

Biasanya, trotolan murai batu umur 3 minggu sudah belajar makan sendiri dan sudah siap dijual. Jika pembeli minta divoerkan, maka trotolan akan diajari makan voer, meski tetap diberi pakan serangga sampai usia lepas trotol.

“Saya membiasakan seluruh hasil ternak diberi pakan serangga sebagaimana kehidupan di alam liar,” kata Om Amiexs.

Trotolan murai batu
Trotolan murai batu produksi HilKast BF.

5. Rutin diberi multivitamin dan suplemen lainnya

Selain itu, Om Amiexs juga rajin memberikan multivitamin dan suplemen lainnya untuk mendukung usaha penangkarannya. Sudah bertahun-tahun dia menggunakan BirdVit, multivitamin andal produk Om Kicau.

Untuk meningkatkan produktivitas induk, dia menggunakan BirdMature serta BirdMineral. Hasilnya pun sudah lama dirasakannya. Induk menjadi produktif, dengan kualitas anakan yang bagus.

BirdVit produk omkicau

Dengan memakai BirdMature, kualitas sperma dan ovum menjadi lebih sehat dan bagus serta birahi induk menjadi stabil. Semua itu berdampak pada pembuahan yang sempurna. Artinya, kualitas telur menjadi sehat dan baik pula.

BirdMature
BirdMature memang ampuh untuk mendukung kesuksesan penangkaran burung.

Jika kualitas telur baik dan sehat, maka persentase menetasnya lebih tinggi. Anak yang menetas pun terlihat lebih sehat.

Om Amiexs juga rajin memberikan BirdVit dan BirdMineral kepada anakan murai batu, apalagi saat musim pancaroba atau ketika cuaca ekstrem. Kedua produk Om Kicau ini mampu membuat trotolan murai batu tetap fit dan memiliki tumbuhkembang yang prima.

“Pada dasarnya, kualitas anakan tak hanya bersumber dari kualitas genetik induknya, tetapi juga dari kualitas pakan yang dikonsumsi induknya maupun oleh anakan itu sendiri,” jelas Om Amiexs.

breeding murai batu
Pengukuran panjang ekor murai batu jantan.

Itulah beberapa poin penting dalam penangkaran murai batu berdasarkan pengalaman Om Amiexs selama ini. (neolithikum)

Penting: Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.