Usai nyeri di Piala Raja 2018, lovebird Marsha hendak dipinang seharga Rp 130 juta

Mau pasang iklan di Omkicau.com, klik di sini

Lovebird Marsha menjadi salah satu burung terbaik dalam even nasional Piala Raja 2018. Prestasinya cukup sensasional, yakni dua kali juara 1, plus sekali juara 2, 3, dan 10. Kelas yang dimenangi Marsha adalah Jogja Istimewa C dan Bintang PBI D.

Lovebird Marsha
Tampil stabil di Piala Raja, lovebird Marsha raih double winner, serta juara  2, 3, 10.

Di Kelas Jogja Istimewa C, lovebird Marsha mampu mengungguli Golden Boy andalan H Fitri BKS. Pada Kelas Bintang PBI D, Marsha juga mengalahkan sejumlah lovebird hebat seperti Gombloh, Roda Gila, Cepot, serta Robot Gedeg.

Sebelum memenangi Piala Raja, burung andalan Om Aan dan Om Sam Chebol (Garasi BC Malang) itu sudah ditawar pemain lain seharga Rp 60 juta. Itu terjadi saat Marsha menjuarai sebuah even di Nganjuk.

Lovebird Marsha
Om Sam Chebol (2 dari kanan) dan rekan-rekan Garasi BC usai mengikuti Piala Raja 2018.

Dalam gelaran Andromeda Cup di Rembang, 9 September 2018, lovebird Marsha berhasil meraih double double winner, serta tiga kali runner-up dan sekali juara 3. Banyak lovebird mania yang ingin meminangnya, dengan penawaran tertinggi saat itu Rp 75 juta.

- Tanya Om Kicau, silakan di sini.

- Bingung cara mencari artikel di omkicau.com, cek artikel ini.

Dapatkan omkicau.com untuk Android dan IOS:

Aplikasi Android Omkicau.Com

Aplikasi IOS Omkicau.com

Berselang dua minggu kemudian, Marsha kembali double winner di Piala Raja. Penawaran pun datang silih-berganti, yang tertinggi Rp 130 juta. Namun semua itu tak meluluhkan hati Om Aan dan Sam Chebol. Keduanya belum berniat menjual lovebird Marsha.

Om Aan
Om Aan bersama trofi juara 1 Piala Raja 2018.

“Marsha saya beli dari Om To, peternak lovebird lokal di Kota Batu, pertengahan tahun 2017, ketika masih balibu. Belinya borongan, bersama lima ekor lovebird lainnya, senilai satu juta. Dari lima lovebird tersebut, hanya dua  yang sampai sekarang bisa dilombakan, yakni Marsha dan Bonar (juara seputar Malang),” tutur Om Aan kepada omkicau.com.

Ketika masih balibu, Marsha rajin berprestasi selama dua bulan. Setelah berganti bulu dewasa, burung ini sempat sempat vakum sekitar setahun, hingga akhirnya dimainkan lagi sampai sekarang.

“Lovebird Marsha punya volume suara maksimal. Jedanya rapat, dan kuat main di beberapa kelas,” tambah Om Aan. Selain double winner di Piala Raja 2018 dan Andromeda Cup, Marsha juga pernah berjaya dalam even Anniversary SBC Probolinggo (juara 1, 1, 2, 2, 3) dan Grand Launching Oriq Jaya Kediri (1, 2, 3).

lovebird Marsha
Marsha meraih double wnner di Andromeda Cup Rembang (9/9).
Kapolres Blitar Cup
Om Aan saat menjuarai even Kapolres Blitar Cup.
lovebird jawara
Om Aan bersama Marsha dan sebagian trofi kemenangannya.

Tips perawatan lovebird Marsha

Meski prestasinya makin menjulang, sebenarnya perawatan lovebird Marsha biasa-biasa. Bahkan, menurut Om Aan, tidak ada perbedaan yang mencolok antara perawatan harian dan setelan lomba. Berikut ini tips perawatan lovebird Marsha.

  • Setiap pagi (pukul 06.00 – 06.30), burung rutin diembunkan.
  • Selanjutnya, burung dijemur selama 30 menit. Setelah itu mandi (dalam cepuk). Frekuensi mandi disesuaikan dengan mood burung.
  • Sejak pagi hingga siang hari, lovebird Marsha ditempatkan bersama pasangannya dalam kondisi sangkar tidak dikerodong.
  • Sore hingga malam hari, burung dimasukkan dalam sangkar sendirian, dalam kondisi full kerodong.
perawatan lovebird
Tips perawatan lovebird Marsha.
  • Pakan utama berupa milet biasa. Sebelumnya, milet dicuci, kemudian disangrai pakai air madu.
  • Pakan tambahan / extra fooding (EF) berupa jagung manis, diberikan pada pagi hari.
  • Air minum wajib diganti setiap hari.
  • Seminggu sekali, burung diberi vitamin.
Om Aan
Om Aan saat menggantang lovebird andalannya.
cara merawat burung lovebird
Lovebird Marsha stabil di jalur prestai.
Garasi BC Malang
Para personel Garasi BC Malang rajin main di even lokal, regional, hingga nasional.

Banyak yang mengira, Marsha merupakan lovebird betina. Ternyata jenis kelaminnya jantan. “Waktu baru dibeli, saya kira betina. Makanya saya kasih nama cewek. Alhamdulilah, berkat nama itu, kita malah diberi hoki. Burung terus berprestasi, termasuk nyeri di Piala Raja,” ujar Om Aan yang sehari-hari membuka studio tattoo. (neolithikum)

Penting: Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.