Catatan Piala Pasundan 3: Dihadiri kicaumania se-Nusantara, sukses jadi ikonik Jabar

Iklan gratis jual beli burung di sini

Gelaran akbar lomba burung berkicau Piala Pasundan 3 sudah selesai. Banyak catatan menarik yang bisa diangkat dan diungkit dari even kolosal yang berlangsung di Pangkalan Udara (Lanud) Sulaeman, Bandung, Minggu (21/4).

 

catatan Piala Pasundan 3
Suasana jelang seremoni pembukaan Piala Pasundan 3 di Lanud Sulaeman Bandung, Minggu (21/4).

Betapa besar even ini bisa dilihat dari jumlah kelas dan sesi yang dilombakan. Ya, ada sembilan kelas dan 104 sesi yang dilombakan. Panitia mesti menggunakan empat lapangan, agar seluruh sesi dapat terselesaikan dalam sehari.

Jenis burung yang dilombakan beragam, mulai dari murai batu (umum, ring, ekor hitam, borneo), lovebird (dewasa, bebas aksi, balibu), kenari (standar umum dan kecil), cucak ijo , kacer, anis nerah, anis kembang, wambi, branjangan, tledekan, konin, jalak suren, ciblek, hingga cucak jenggot.

TBB bikin burung ngos jadi joss

Dari sisi peserta, misalnya, kita dapat melihat betapa Piala Pasundan 3 memiliki gema yang meluas di seantero negeri ini. Bayangkan, even ini diikuti 5.510 peserta.

Voer jangkrik luar biasa

Tak hanya itu, gelaran Piala Pasundan 3 juga dihadiri sekitar 10.000 pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia. Bukan hanya dari Pulau Jawa, tetapi banyak juga yang datang dari Sumatera, Sulawesi, Bali, dan Kalimantan.

Tak salah jika Mr Prio Sutrisno selaku penggagas even Piala Pasundan menyebut bahwa gelaran yang dikemas Radja Company dan didukung Tim Juri Radja Garuda Nusantara (RGN) ini mewujud sebagai even ikonik yang mewakili Jawa Barat.

Dengan cuaca yang bersahabat, rangkaian kegiatan dimulai tepat waktu, pukul 09.00. Diawali sajian budaya tari Rampak Gendang, sekaligus prosesi penyerahan Mahkota Binokasih kepada Om Prio.

Om Prio Sutrisno penggagas Piala Pasundan III
Om Prio Sutrisno, penggagas even akbar Piala Pasundan yang kali ini memasuki tahun ketiga.

Om Prio lalu menyampaikan kata sambutannya, disusul hal serupa oleh Komandan Lanud Sulaeman, Kol Pnb Beny. Secara simbolis, Om Prio Sutrisno kemudian menyerahkan trofi Piala Pasundan kepada Danlanud.

“Kita ingin Piala Pasundan menjadi even yang bermanfaat bagi masyarakat. Tidak hanya kicaumania, tapi juga masyarakat Bandung khususnya, dan masyarakat Jawa Barat umumnya,” ujar Om Prio.

Itu sebabnya, panitia Piala Pasundan memasukkan unsur-unsur budaya di dalamnya. Selain itu, Piala Pasundan juga dijadikan media promosi pariwisata di Kabupaten Bandung.

“Sejak awal kita terus mempromosikan pariwisata yang ada di sini, agar para peserta turut mengajak keluarganya berwisata. Kita juga menyediakan area bagi UMKM agar menggelar dagangan di sekitar lomba,” tambah Om Prio.

Apa yang menjadi visi-misi owner Radja Company ini memang benar adanya. Terbukti, hotel-hotel di Kabupaten Bandung terisi penuh. Bahkan sebagian peserta terpaksa menginap di hotel-hotel di Kota Bandung dan Bandung Barat.

Secara terpisah, Menteri Pariwista Arief Yahya menyampaikan pujian kepada panitia Piala Pasundan 3 yang sukses menyinergikan antara dunia hobi dan pariwisata. Apalagi even ini bisa menggerakkan perekonomian masyarakat di daerah.

“Untuk Piala Pasundan berikutnya, persiapannya tentu akan lebih matang, dilakukan jauh-jauh hari. Tetapkan kurator event, management, dan promosi terukur,” pesan Menpar Arief Yahya.

Menurut dia, sebuah event harus sustainable, dengan menerapkan pengelolaan pre-event, on event, dan post event. Semuanya itu berkaitan dengan dukungan sponsor, agar profitable dan benefitable bagi sponsor nantinya.

Persaingan panas di sejumlah kelas

Dan, acara inti pun dimulai, dibuka dengan sesi lovebird di Lapangan C. Full peserta!! Para peserta di sesi awal ini merupakan anggota Komunitas Lovebird Bandung.

Pada saat hampir bersamaan, digelar sesi-sesi berikutnya di lapangan lain. Mulai dari sesi branjangan di Lapangan A, murai batu di Lapangan B, dan anis merah di Lapangan D. Semua sesi terlihat hampir full gantangan.

Memang, pada sesi-sesi awal, masih nampak ketegangan dari sebagian juri RGN yang baru terbentuk ini. Namun, setelah itu, semuanya berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Persaingan paling panas terjadi di kelas murai batu dan lovebird. Burung-burung papan atas terlihat menyajikan kemampuannya yang luar biasa. Persaingan di kelas kacer, cucak ijo, dan kenari juga tak kalah seru.

Momen yang ditunggu-tunggu adalah kelas utama murai batu (Pasundan). Tiketnya dibanderol Rp 1 juta, di mana juara pertama mendapat trofi eksklusif, uang pembinaan Rp 15 juta, plus bonus sepeda motor.

Tim Juri RGN
Tim Juri Radja Garuda Nusantara (RGN) sukses mengawal Piala Pasundan 3.

Seperti diberitakan sebelumnya (lihat Daftar Juara Piala Pasundan 3), kelas bergengsi itu dimenangi murai batu Ketu milik Om Hendra dari Tim SGN Duta Paku Alam. Tak mudah bagi Ketu untuk menjadi yang terbaik, karena hampir semua lawannya merupakan burung berkelas.

Salah satu rival terberatnya adalah murai batu Raja milik Om Hany Faroko (Brother SF) yang akhirnya harus puas menjadi runner-up. Posisi ketiga ditempati murai batu Gading Nias (ring Ken Murai), yang juga memperkuat Tim SGN Duta Paku Alam.

Murai batu Raja kemudian memenangi Kelas Siliwangi (tiket Rp 750.000), disusul Red Devil besutan Om Isan (Tasikmalaya) dan Siluman milik Bang Mul (UB SF Bekasi).

Laga seru juga tersaji di sejumlah sesi cucak ijo. Beberapa jawara nasional tampil di Piala Pasundan 3, antara lain cucak ijo New Rimba Sakti milik Om Sien Ronie yang memperkuat DM Tegal SF pimpinan H Faizin DM.

New Rimba Sakti terbukti masih yang terbaik, setelah menjuarai Kelas Siliwangi. Juara 2 dan 3 diraih cucak ijo Satria andalan Om Ivan Syam (Royal Sakura SF) dan MJ milik Mr Anthon.

Piala Pasundan 3 dipenuhi lovebird hebat

Yang paling memukau adalah laga di kelas lovebird, karena sejumlah lovebird istimewa alias konslet dari berbagai daerah ikut meramaikan Piala Pasundan 3. Sebut saja Awe We, Arnold, Utun, Selebor, Basudewa, Casper, Nuklir, dan masih banyak lagi.

Penonton dibuat terkesima sedemikian rupa saat burung-burung ini bersatu di atas gantangan, dan saling menunjukkan performa terbaiknya. Juri RGN harus berkonsentrasi penuh untuk menentukan siapa yang terbaik. Untuk memaksimalkan penilaian, setiap juri hanya menilai dua ekor burung.

Lovebird Casper berhasil mencetak kemenangan hattrik. Adapun lovebird Utun dan Pakumas meraih double winner. Di kelas baby, lovebird Cabe juga tampil apik dengan menjuarai dua sesi.

Persaingan perebutan trofi juara umum single fighter (SF) dan bird club (BC) pun berlangsung ketat. DM Tegal SF tampil sebagai juara umum single fighter, setelah bersaing sengit dengan Royal Sakura SF. Juara umum bird club diraih SGN Duta Paku Alam yang kali ini tidak mendapat persaingan berarti dari tim-tim lain.

Tim SGN Duta Paku Alam
Tim SGN Duta Paku Alam tampil sebagai juara umum bird club.

“Terima kasih kepada para kicaumania Nusantara yang telah menyukseskan acara Piala Pasundan 3. Mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan dari panitia. Semoga burung-burung juara menjadi legend dan viral, karena even ini juga diliput puluhan media yang menjadi rujukan para kicaumania di Indonesia,” pungkas Om Prio Sutrisno. (Endar)

Penting: Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

- Tanya Om Kicau, silakan di sini.

- Iklan gratis jual beli burung di sini.

- Bingung cara mencari artikel di omkicau.com, cek artikel ini.

Dapatkan omkicau.com untuk Android dan IOS:

Aplikasi Android Omkicau.Com

Aplikasi IOS Omkicau.com

Mau pasang iklan di Omkicau.com, klik di sini