Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

OM. AKU PENGIN BURUNG CUCAK IJO (CI)

CIRI CIRI BURUNG CI YG BAGUS GIMANA , TRUS YG ASALNYA DARI MANA .

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

APA SEMUA BURUNG CI. PADA SAYAP NYA ADA BULU YG WARNANYA KAYA PELANGI APA JENIS TERTENTU TOK?

BILA CI SERING TURUN KEBAWAH KANDANG, ITU PENYEBABNYA APA & BISA DISEMBUHKAN PA GA? CARA PENYEMBUHANYA GI MANA ?

MOHON PENJELASAN NYA, THNKS

BUCHORI

Jawab:

Masing-masing CI ada kelebihan dan kekurangannya. Dari segi warna, memang lebih menarik yang ada warna pelangi di sayap (kepala agak kekuning-kuningan). Cuma CI yang ini banyak yang tidak suka karena kurang mau kerja ngotot kalau dilombakan.

CI sendiri merupakan burung dengan wilayah penyebaran terbatas, yaitu di lingkungan Asia Tenggara saja. Di Indonesia, ia hanya dijumpai dijumpai di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

Postur tubuh cucak hijau dari Jawa lebih kecil ketimbang dari Sumatera, tetapi lebih besar daripada cucak hijau dari Kalimantan. Yang disebut terakhir ini dikenal pula sebagai cucak hijau mini.

Yang biasa dipilih adalah CI besar yang berasal dari daerah Blora dan Jember/Banyuwangi.

Beberapa jenis CI yang terdapat di Indonesia, selain CI yang besar:

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

1. Cica-daun kecil (C. cyanopogon)

sangat mirip cica-daun besar, hanya ukurannya lebih kecil (17 cm) dan tidak punya bercak biru di bahu.

2. Cica-daun sayap-biru (C. cochinchinensis) sayap dan ekor tersaput warna biru. 17 cm.

3. Cica-daun dahi-emas (C. aurifrons)

dahi kekuningan pada yang jantan. 19 cm.

4. Cica-daun sumatra (C. venusta)

paling kecil, 14 cm. Dahi dan sisi kepala biru terang (jantan), tenggorokan biru terang (betina).

Soal CI suka turun ke bawah, itu bisa jadi karena kebiasaan makan makanan yang jatuh dsb. Pastikan tidak ada pakan yang kececer setiap saat.

Untuk mengatasi kebiasaan itu coba bagian dasar sangkar diberi karet pentil yang ditalikan bersilang-silang (jangan terlalu kencang). Kalau CI turun, dia akan segera naik lagi begitu menginjak karet yang dipentang bersilang itu. Hal itu bisa dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Dan lakukan hal yang sama jika mau ditrek / diadu dengan CI lain.

Tetapi melakukan hal ini jangan didadak ketika akan lomba/ ditrek. Minimal ada “pengenalan” selama perawatan harian sehingga meskipun dia tidak berani turun karena menginjak karet, dia sudah tidak takut terhadap keberadaan karet sebagaimana ketika kali pertama dipasang.

Salam,

Duto Solo

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.