Ribuan file suara burung untuk koleksi maupun masteran bisa Anda download di sini. Di sini ada juga suara ringtone, sound effect, suara alam, suara air, suara air terjun, suara hujan, suara hutan dan suara hewan lain seperti suara ayam, suara serangga, serta suara lucu seperti suara sms dan juga suara therapy.

Berikut ini adalah daftar artikel di omkicau.com yang di dalamnya terdapat suara burung untuk didownload sebagai masteran burung lain atau untuk koleksi pribadi sobat kicaumania.

SUARA BURUNG OMKICAU.COM

Suara Burung: Tinjauan ilmiah

Suara burung sebagai kicauan pada dasarnya disuarakan burung untuk tiga hal. Pertama, menarik perhatian calon pasangannya. Kedua, sebagai bentuk pertahanan atas wilayah teritorialnya, terutama untuk burung tipe fighter. Ketiga, pada burung koloni, kicauan merupakan ekspresi atas kekuasaannya.

Hanya burung jantan dominan yang memiliki kicauan paling merdu dibandingkan dengan anggota koloni lainnya. Baik burung betina maupun burung jantan yang menjadi anak buahnya (jantan subordinat). Dari ketiga pemahaman ini, yuk kita belajar bersama mengenai bagaimana burung memproduksi suara kicauannya sehingga menjadi lebih bervariasi.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Proses belajar bernyanyi bagi burung sebenarnya sudah dimulai sejak masih piyik / anakan, atau pada tahap awal kehidupannya. Lalu, bagaimana anakan burung belajar bernyanyi? Apa saja yang mengendalikan perilaku yang kompleks tersebut?

Mari kita simak lebih lanjut ulasan tentabg suara burung ini sebagai bahan pengetahuan, sekaligus inspirasi dalam memaster burung yang masih berusia muda.

Beberapa spesies burung dari keluarga cacing, sikatan (flycatcher), dan lainnya menyuarakan lagu-lagu yang rumit dan penuh irama. Secara umum, suara mereka merupakan suara campuran hasil olahan vokal dan maupun hasil peniruan suara sekitar (mimikri). Hal ini untuk menunjukkan eksistensinya, selain tiga hal yang menjadi sebab utama burung berkicau seperti dijelaskan pada awal tulisan.

Secara umum, vokal atau suara burung terdiri atas dua tipe. yaitu suara panggilan (call) dan lagu (song). Di luar itu, ada juga tipe suara alarm call (alert call ), atau suara peringatan yang menjadi bahasa komunikasi antarburung dalam spesies yang sama ketika menghadapi bahaya tertentu.

Suara Burung
Suara Burung: Cyprus Warbler Ⓒ Daniele Occhiato

Suara panggilan adalah sebuah vokalisasi singkat dan sederhana yang disuarakan burung saat terbang, mengunjungi sebuah lokasi baru, termasuk saat menghadapi bahaya.

Adapun suara burung kicauan yang penuh irama (lagu) merupakan bentuk vokalisasi yang panjang dan sangat kompleks. Suara itu dihasilkan oleh burung dewasa, termasuk ketika datang musim kawin atau berkembang biak.

Lagu-lagu ini kemudian disusun menjadi beberapa frase yang terdiri atas  serangkaian suku kata (syllables). Ada yang hanya suku kata tunggal (monoton), dan ada pula yang berupa beberapa elemen suku kata (variasi). Setiap burung memiliki repertoar tersendiri, yang terdiri atas beberapa variasi lagu yang kemudian dikenal sebagai suara kicauan.

Beberapa spesies burung juga bisa bervariasi dalam mempelajari lagu-lagu barunya. Misalnya jenis burung finch dan pipit (sparrow). Sejak menetas burung ini bisa mempelajari lagu-lagu barunya, dan terekam dalam memorinya dalam waktu singkat. Begitu juga burung dari jenis kacer, cucak hijau, murai batu, jalak, dan kenari, yang akan terus mempelajari lagu-lagu barunya untuk menambah variasi suara sepanjang hidupnya, meski biasanya hanya bersifat musiman.

Secara umum, burung jantan memiliki suara kicauan yang sangat bervariasi, seperti hwamey, poksay hongkong, ciblek, dan sebagainya. Tetapi pada beberapa spesies lainnya, burung jantan dan betina memiliki kemampuan bernyanyi sama baiknya, seperti yang ditemukan pada cucak hijau, murai batu, kacer, dan sebagainya.

Suara Burung: Pengembangan lagu dimulai sejak anakan

Penelitian mengenai tahapan burung mempelajari suara nyanyiannya dipelopori oleh WIlliam Thorpe pada akhir 1950-an. Dari riset ini terungkap, seekor anakan burung chaffinch (Fringilla coelebs) yang dibesarkan di laboratorium sejak piyikan, tanpa mendengar suara kicauan burung jantan dewasa dari spesies yang sama, ternyata memiliki lagu-lagu yang abnormal (Thorpe 1958).

Pada penelitian lain, burung muda dari spesies yang sama diperkenalkan dengan suara rekaman chaffinch liar (audio masteran). Hasil penelitian menunjukkan, burung muda mampu menyanyikan lagu-lagu sebagaimana burung dewasa. Bisa disimpulkan, burung harus mempelajari atau diperdengarkan lagu-lagu baru pada awal-awal kehidupannya, dalam hal ini sejak keluar dari sarangnya.

Hasil penelitian kedua inilah, yang secara sadar atau tidak sadar, sudah dilakukan oleh sebagian kicaumania di Indonesia. Mereka mulai memaster burung sejak masih anakan atau trotolan, karena hasilnya akan lebih baik daripada memaster burung ketika sudah dewasa.

Anakan kenari
Melatih kenari bisa dimulai sejak mereka masih anakan.

Riset lain yang juga sangat penting untuk difahami adalah apa yang dilakukan Peter Marler dan kawan-kawan. Disebutkan, dialek lagu dipelajari burung selama peridode sensitif. Burung memiliki kecenderungan mempelajari lagu-lagu yang lebih spesifik, bahkan lebih rumit.

Jadi, seekor anakan burung yang baru keluar dari sarang bisa dimaster dengan suara-suara yang unik alias kompleks, agar mereka kelak berkembang dengan suara kicauan yang berbeda (unik) dibandingkan dengan burung sejenis. Sebab pada masa tersebut,  burung muda masih dalam tahap belajar dan akan mengolah lagu-lagunya menjadi semirip mungkin dengan suara yang didengarnya  sejak anakan.

Perkembangan burung dalam mempelajari lagu-lagu baru (istilah gampangnya didengarkan audio masteran) mirip dengan bagaimana cara manusia belajar berbicara. Ada dua tahap yang mesti dilalui :

  • Pertama, burung akan menghafal suara masteran dan membentuk memory auditory atau semacam “template” dalam otaknya (fase sensorik).
  • Kedua, burung akan menerjemahkan template tersebut ke dalam aktiitas motorik, dengan cara berlatih, membandingkan antara vokal yang dimilikinya dan template yang ada. Selanjutnya, burung berusaha menyempurnakannya sehingga mirip dengan template tersebut (fase sensorimotor).

Perkembangan sensormotor pada anakan burung yang mempelajari lagu dimulai dari usia anakan

Meski demikian, ada sebagian spesies burung tidak mengalami masalah ketika ia tidak pernah mempelajari lagu-lagu baru selama fase sensorik dan cenderung menghasilkan lagu yang sama sebagaimana yang dibawakan burung dewasa. Misalnya burung poksay, ciblek, dan burung non-mimikri lainnya. Adapun spesies lainnya hanya mempelajari lagu-lagu spesies tertentu saja selama tahun pertama kehidupannya. Di alam liar, burung-burung tumbuh dengan mendengarkan lagu-lagu dari spesies burung yang berbeda.

Jadi, mengapa mereka tidak belajar lagu-lagu dari beberapa spesies ? Penelitian menunjukkan, bahkan tanpa pengalaman sebelumnya dalam mendengar lagu spesiesnya sendiri, burung muda masih bisa meningkatkan denyut jantungnya dan meminta lebih ketika mereka mendengar lagu-lagu sejenis. Ini menunjukkan bahwa mereka dilahirkan dengan kemampuan bawaan untuk membedakan antara lagu khasnya dan lagu dari spesies burung lainnya.

Pada awal fase sensorimotor, burung muda menghasilkan suara generik, variabel, dan vokalisasi tenang yang disebut subsong  mirip dengan manusia yang mengerutu). Kemudian burung akan menghasilkan suara yang lebih keras, atau lagu-lagu yang lebih terstruktur yang disebut plastic song (lagu plastik). Lagu ini masih variabel, tetapi mengandung beberapa unsur suara masteran.

Pada akhirnya,  suara mereka akan terdengar lebih mengkristal, dengan lagu-lagu yang stabil, yang mirip dengan lagu-lagu yang mereka hafal sebelumnya.

Perkembangan sensormotor pada lagu burung
Perkembangan sensormotorik pada lagu burung.

Selama fase sensorimotor, burung perlu mendengar vokalnyamsendiri untuk mengembangkan lagu normal. Kalau ada burung remaja yang tuli setelah fase sensorik, tapi sebelum tahap sensorimotor, dia cenderung akan mengembangkan lagu yang menyimpang.

Dalam hal ini, memaster burung ketika masih anakan akan memiliki peluang keberhasilan lebih cepat dan tinggi daripada memaster burung setelah dewasa. Anakan yang baru keluar dari sarang memiliki rasa penasaran dengan berbagai suara spesifik yang didengarnya dan akan mencoba menyimpannya sebagai bahan pelajaran mereka. Ya, sama seperti ketika anak kecil saat diajari bermain sepeda. Dia akan mengingat-ingat bagaimana cara memegang dan mengendalikan sepeda dengan benar.

Skenario yang sama terjadi pada kenari remaja ketika dipisahkan dari kedua induknya, dan dibesarkan secara terpisah dari lagu spesifik induknya. Meski mereka mampu mengembangkan lagunya,  namun cenderung mengandung kelainan.

Analisis detail dari lagu mereka menunjukan burung remaja tidak memiliki contoh suara yang sebenarnya dari kicauan kenari dewasa atau induknya. Akibatnya, mereka cenderung mengembangkan apa yang dimilikinya, yaitu suaranya sendiri, sehingga burung tersebut miskin karakter, nada, dan irama.

Dari hasil pengujian tersebut, ternyata penting sekali burung yang masih anakan dibiasakan mendengar suara induknya atau suara kicauan burung lainnya, untuk membuat template yang bisa diedit dan dikembangkannya sampai siap untuk dilantunkannya ketika ia sudah dewasa.

Apa yang dialami burung muda dalam mempelajari suara dan lagu-lagu di sekitarnya ini berkaitan erat dengan neuroplastisitas, yang menggambarkan kemampuan seumur hidup dari otak burung untuk membentuk sara baru berdasarkan musim dan pengalaman.

Teknik pemasteran yang tepat

Untuk menghasilkan burung dengan suara kicauan bervarias,i tentu dibutuhkan teknik-teknik pemasteran agar burung mau lebih fokus mendengarkan suara yang diperdengarkannya. Memaster burung dalam ruangan memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi daripada di di luar ruangan.

Adapun metode dan cara pemasteran anakan burung dan burung remaja ( trotolan ) bisa dipelajari kembali dalam beberapa artikel ini :

Bagaimana burung bernyanyi?

Rahasia burung bisa berkicau sebenarnya terletak pada organ tubuh yang disebut syrinx. Syrinx adalah struktur bipartit yang terletak di persimpangan trakhea (batang tenggorokan) dan bronkus (percabangan trakhea menuju ke paru-paru kiri dan kanan).

Syrinx inilah yang bertanggung jawab menghasilkan vokal yang keluar dari burung, dengan menekan aliran udara pada paru-parunya. Karena itu, pengaturan aliran udara dengan melatih pernafasan burung sangat penting untuk menghasilkan lagu yang kuat dan panjang, terutama pada burung kenari dan finch.

Berikut ini tahap-tahap burung dalam memproduksi suara kicauannya:

Teknik olah vokal pada burung kicauan
Teknik olah vokal pada burung kicauan.
  1. Bagian depan syrinx dari burung mockingbird menunjukan dualitas dari organ vokal dan lokasi mikrotermistores ( dalam gambar ditandai dengan huruf : Th) untuk aliran udara.
  2. Gambaran ventrolateral yang menunjukan otot-otot dari syrinx ( ce ) adalah skema syrinx selama pernafasan normal.
  3. Fonasi atau pengolahan vokal disebelah kiri dengan katup tertutup labiares kanan.
  4. Fonasi atau pengolahan vokal sebelah kanan dengan kiri ditutup.
  5. Dalam persiapan untuk olah vokal di siring dengan mengunakan kontraksi dari otot punggung (dS dan DTB) dan memutarkan tulang rawan bronkus ( ditandai dengan panah melengkung ) menuju pembukaan syrinx, adanya aliran udara kemudian menggetarkan bibir syrinx dan kemudian akan menghasilkan suara ( ditandai dengan panah bergelombang ).

Berikut video bagaimana kenari bernyanyi dengan menggunakan syrinx

Dari tulisan ini, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa setiap jenis burung memiliki kemampuan untuk belajar dan mempelajari suara yang ingin didengarnya pada masa-masa awal kehidupannya. Kita bisa memanfaatkan kemampuannya ini dengan memberikan suara masteran yang lebih kompleks pada burung yang masih berusia piyikan / trotolan, agar kelak mereka memiliki beberapa template dan berusaha ditiru dan dilantunkannya saat dewasa nanti.

Kata kunci pencarian:
download kicau burung mp3, download mp3 kicau burung, download mp3 suara burung

57 Comments

  1. Salam omkicau gimana nih caranya agar pleci bisa gacor dan ngeplong padahal perawatanya udah maksimal dan masalah ke 2 pleci saya suka angkat 1 kaki padahal kakinya gak apa2 mohon solusinya…

    • Berikan asupan EF yang di sukai dengan porsi lebih banyak untuk membantu pertumbuhan bulu barunya, terutama udang dan ikan segar. Apabila dirawat sejak piyikan kemungkinan
      besar bisa di master dengan suara burung lain.

    • Jombang belum ada Om.

      SYARAT KEAGENAN DAN SUB-AGEN

      Syarat Menjadi Agen: Kalau Anda berminat menjadi agen di kota di mana belum ada agen (dibatasi hanya 1 agen untuk 1 wilayah administratif daerah tingkat II/kabupaten/kotamadya), syaratnya mudah, yakni melakukan pembelian paket produk awal sebesar Rp. 3.000.000 dengan mendapat tambahan barang sebesar potongan harga sampai 20% (dengan Rp. 3.000.000, Anda mendapat produk awal senilai Rp. 3.600.000).

      Untuk agen di mana terdapat sub-agen, mendapat potongan harga 25%. Transfer bisa dilakukan ke rekening Mandiri Kartasura a.n. Ardiastuty 138 000 7057 065 atau rekening BCA KARTASURA A.N ARDIASTUTY 393 0266 174.

  2. Salam kicau mania…om sy punya mb medan muda hutan,klo hbs dimandiin nafas/dadanya smpe bunyi”kuk”keras apa ada mslh dg tenggorokan/nafasnya??? Yg ke2 ekor smping patah,jd sy cabut…apakah nnti tmbuh lg???bgmn agar cpt jinak d ngeplong/gacor??? Trims atas pencerahannya.

  3. Assalamualaikum.wr.wb
    salam kenal. saya mau tanya tentang momongan saya kacer jatim, kenapa burung saya seperti takut sama saya, loncat sana sini, bunyi lihat saya langsung diam.
    gimana cara mengatasi itu. trima kasih

  4. Kenapa CI saya ko suara nya campur aduk ga jelas gitu,
    Apa ada masalah sama CI saya, soal nya udah satu tahun lebih melihara nya gitu2 aja, mohon sulusi nya om

  5. permasalahan kami adalah burung srigunting belum mau berkicau apa maslahnya dan apa solusinya? mohon penjelasan dan petunjuknya. terimasih atas bantuannya.

Sampaikan Pertanyaan / Komentar Anda.