Kalau pada artikel pertama dan kedua di beberapa daerah sudah terdengar berita kemunculan lovebird aspal, sampai sekitar sebulanan yang lalu belum banyak pemain dan pedagang di Bali yang mengetahui hal itu. Padahal di Bali kini banyak kicau mania yang beralih sebagai peternak love bird. Tidak saja yang berorientasi lomba tetapi juga menernakkan yang warna-warna spesial.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Di antaranya adalah IRA BF di Jembrana yang khusus mengembangbiakkan jenis lutino (warna kuning kepala merah). Sementara di Tunggul Ametung BF selain lutino, juga ada warna olive, albino dan beberapa burung import. Sedangkan di Sakti BF di Jalan Supratman, dikembangkan jenis warna hitam, kuning kepala merah, dan warna-warna antiklainnya.

“Saya membeli dari teman yang sudah saya kenal dekat dan sering ke Jawa,” kata Haryanto, pemilik Tunggul Ametung BF yang kini beternak love bird berbagai warna sebanyak 40 pasang.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

Hal yang sama juga dikatakan Tri Widodo yang membuka stan lovebird di Pasar Sanglah. Pedagang yang juga juri P2BS ini menandaskan, burung-burung yang dijual di stannya merupakan hasil seleksi yang sudah dilakukan di beberapa peternak`di Jawa dan dari latberan-latberan di Jateng sehingga burung-burung yang datang tidak saja siap untuk diternak untuk indukan tetapi juga ada yang siap untuk diturunkan di lomba.

Namun berkaitan dengan informasi yang disampaikan bahwa di Jawa sudah mulai ada penipuan menjual lovebird antik tapi palsu, sebagian besar peternak dan pemain mengaku bersyukur karena berlum pernah mengalaminya dan kini lebih waspada.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Selama ini, sebagian besar dari mereka membeli burung dari orang-orang yang sudah benar-benar dipercaya dan dikenal. “Dengan info yang berharga ini saya bisa lebih hati-hati lagi jika ada orang menjajakan burung, burung apalagi kalau orangnya belum dikenal,” kata Tri Widodo.

Jangan tergiur “murah”

Meskipun sudah banyak informasi mengenai peredaran lovebird antik tetapi palsu, beberapa pedangan di area Pasar Burung Lembang, Ciledug Tangerang, mengaku belum mendengar atau mendapatkan kabar lovebird warna antik aspal beredar di sana.

”Saya baru dengar sekarang ada lovebird wama antik tapi palus beredar ke kios-kios pedagang baik di pasar maupun rumahan,” ujar Edo.

Menurutnya, para pedagang di area pasar burung Lembang belum ada yang menjajakan lovebird warna antik tapi palsu. Mungkin yang banyak jadi korban lovebird warna antik aspal ini pedagang-pedagang yang mangkal kios perumahan atau pinggir jalan.

Edo pun menekankan perlunya kehati-hatian dalam membeli burung. Dia mengatakan, banyak distributor burung yang menawarkan ke pedagang-pedagang di seputaran pasar burung tentunya dengan harga yang cukup murah.

Tetapi, selama ini para distributor burung tersebut cukup jujur dan tidak pernah berbuat macam-macam karena umumnya sudah dikenal meski baru dalam hitungan bulan. Yang perlu diperhatikan dan diwaspadai, menurut Edo, orang yang baru kenal membawa sejumlah burung lovebird dengan beraneka warna yang cantik namun dengan harga jauh di bawah harga para disributor dan peternak lainnya. (Agrobis Burung – Bersambung)

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

-7.550085110.743895