Anis merah (AM) merupakan salah satu jenis burung inti dalam lomba, atau hampir selalu ada di setiap lomba. Ini menandakan AM banyak digemari kicaumania di Indonesia. Setelan yang keliru, atau kelalaian dalam perawatan, bisa menyebabkan burung ini drop.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Kasus ini lebih sering dialami penggemar pemula anis merah. Tidak apa-apa, orang belajar memang harus mengalami ujian terlebih dulu. Hanya dengan cara itulah ia bisa  memperoleh pengalaman, dan peristiwa serupa tak akan terjadi lagi.

Tanda-tanda yang mudah dilihat pada AM drop adalah burung menjadi pasif, malas berkicau, dan jarang atau bahkan tidak merespon saat mendengar ocehan sesama anis merah lainnya. Padahal, sebagaimana kodratnya di alam bebas, anis merah selalu menyahut kicauan AM lain. Namanya juga lagi drop, atau jatuh mental, sehingga merasa minder ketika melihat atau mendengar suara anis merah yang lain.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

Sikap pasifnya juga terlihat dari perilaku di dalam sangkar. Anis merah cenderung diam di tenggeran sepanjang hari. Tenggeran menjadi tempat terbaiknya untuk berdiam diri. Ia menjadi malas ngeplong, jarang teler, yang membuat pemiliknya merasa geregetan.

Ada juga tanda-tanda fisik yang kerap dijumpai pada AM drop. Yang sering terlihat adalah sorot mata menjadi sayu, tidak setajam biasanya. Bulu-bulunya pun terlihat mengembang, tidak rapat, yang menjadi cara bagi anis merah untuk mengatasi kegelisahannya.

Sekarang kita deteksi penyebab burung ini mengalami drop. Sedikitnya ada empat penyebab mengapa AM bisa drop:

1. Porsi ekstra fooding (EF) kurang

Pemberian EF idealnya bervariasi, misalnya jangkrik, kroto, dan cacing. Jangkrik bisa diberikan setiap hari, dengan porsi 2 ekor pagi hari dan 1 ekor sore hari (pola 2-1). Letakkan jangkrik pada cepuk EF, jangan diberikan langsung kepada AM.

Kroto segar diberikan dua kali seminggu, masing-masing dengan takaran 1 sendok teh. Misalnya Senin pagi dan Kamis pagi. Adapun cacing cukup seminggu sekali, dengan porsi 2 ekor.

Ulat hongkong tidak dianjurkan untuk AM, karena dapat membuat birahinya tak terkendali sehingga burung menjadi tidak stabil.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Sekarang cek, apakah pemberian EF pada anis merah Anda sudah sesuai dengan setelan ideal tersebut? Jika takarannya kurang, kemungkinan besar AM Anda drop karena memang kekurangan EF. Solusinya tentu dengan menambah porsi EF.

Apabila AM drop ketika Anda sudah melakukan setelan seperti di atas, pola pemberian EF perlu sedikit dimodifikasi. Misalnya jangkrik yang semula menggunakan pola 2-1 diubah menjadi 3-3. Kroto segar diberikan tiga kali seminggu (porsi pemberian tetap 1 sendok teh). Cacing juga diberikan 3 kali seminggu, masing-masing sebanyak 2 ekor.

2. Konsumsi buah yang berlebihan

Konsumsi buah-buahan seperti pisang dan papaya yang berlebihan juga bisa menyebabkan anis merah drop. Cobalah mengurangi porsinya.

3. Kerodong terlalu lama dibuka

Dalam perawatan harian, sangkar AM harus dikerodong setelah penjemuran di pagi hari. Dibuka lagi pada sore hari (sekitar pukul 15.30) untuk diangin-anginkan atau dimandikan (jika perlu). Tetapi sejak 18.00 sampai pagi harus dikerodong lagi.

Jadi, jika selama ini sangkar lebih sering tidak dikerodong, kini saatnya untuk meningkatkan intensitas pengerodongan. Tujuannya adalah menciptakan ketenangan pada AM, karena burung ini dianjurkan untuk tidak terlalu sering melihat burung sejenis (sesama anis merah).

4. Penjemuran terlalu singkat

Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00. Saat dijemur, disarankan agar AM tidak melihat burung sejenis (ada kemiripan dengan tujuan pengerodongan). Setelah dijemur, burung bisa diangin-anginkan di teras selama 10 menit, kemudian dikerodong lagi.

Sekarang cek lama penjemuran AM yang biasa dilakukan di rumah. Apabila masih kurang, solusinya ya harus meningkatkan lama penjemuran. Jika biasanya 1 jam, bisa ditambah menjadi menjadi 1,5-2 jam. Kalau biasanya 2 jam, bisa ditingkatkan menjadi 3 jam.

Oh ya, jangan lupa berikan multivitamin (misalnya BirdVit) minimal 2 kali seminggu selama masa penyembuhan, untuk mempercepat pemulihan kondisi mentalnya.

Selama menjalankan terapi ini, perkembangan kondisi AM harus selalu dipantau. Sebab dikhawatirkan begitu mentalnya pulih, AM justru mengalami over birahi terutama akibat peningkatan porsi EF.

Jadi begitu melihat tanda-tanda burung mulai bersemangat lagi, hentikan terapi di atas dan kembali ke setelan ideal. Setelan ideal yang dianjurkan Om Kicau bisa dilihat di sini.

Drop setelah berlomba

Untuk mengatasi drop pada AM usai berlomba, Anda juga perlu mengembalikan porsi ekstra fooding ke setelan harian. Berikan pula multivitamin ke air minum sehari setelah lomba.

Lama penjemuran selama H+1 hingga H+3 setelah lomba dibatasi maksimal 30 menit. Jika belum pulih, lakukan terapi sebagaimana mengatasi drop pada rawatan harian di atas.

Salam dari Om Kicau.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.