Artikel ini mungkin bisa menjadi inspirasi dalam pemasteran burung-burung kicauan. Jika Anda memiliki, biasanya senang memilih lagu-lagu yang menjadi favorit, lalu dikumpulkan dalam playlist. Eh, ternyata bukan hanya Anda saja lho yang bisa membuat playlist semacam itu. Anak burung juga melakukan hal tersebut. Tidak percaya? Teruskan membaca artikel ini…

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Seekor anak burung kicauan lebih memilih suara nyanyian yang sangat jelas yang pernah dia dengar untuk disimpan dalam playlist pribadinya untuk kehidupannya di masa datang. Adanya kebisingan yang disebabkan alam lingkungan sekitar dan manusia bisa mempengaruhi lagu mana yang akan dipelajari dan dinyanyikan oleh anak burung tersebut, malah bisa menjadikan lagu tersebut sebagai lagu pertama dan terakhir dalam playlist pribadi anak burung.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

Dalam praktiknya, ada dua cara yang dapat digunakan untuk mengetahui apakah suara bising berdampak pada pemasteran, serta bagaimana hasil akhirnya bagi anak burung dalam mempelajari suara masteran tersebut.

Sebuah percobaan pernah dilakukan kelompok ilmuwan yang bekerja pada studi yang didanai NSF , bersama ahli ekologi perilaku hewan dari Universitas Tulane dan Universitas Lousiana. Mereka mengumpulkan sembilan ekor anak burung, dan menempatkannya dalam ruang kedap suara.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Dua kali dalam sehari, burung-burung tersebut diberi suara rekaman dari 16 jenis suara masteran burung dewasa dari spesies yang sama. Delapan jenis lagu di antaranya adalah suara burung yang terdegradasi atau berisik (tidak jernih). Delapan lainnya adalah suara burung yang jelas dan bersih, dengan suara dari spesies yang sama tapi bervariasi. Percobaan itu dilakukan selama 12 minggu.

Hasilnya, ketika burung-burung mulai berusia matang (muda), mereka hanya mengulang lagu yang jelas dan sama sekali tidak mempelajari lagu yang terdegradasi (terdengar noise / berisik).

Ini membuktikan bahwa burung menggunakan kemampuan mereka untuk mempelajari lagu-lagu baru yang mereka dengar dari alam dengan tingkat kebisingan yang sangat rendah, kemudian menyimpannya dalam playlist pribadi untuk diputar ulang sewaktu berhadapan dengan musuh, menjaga teritorialnya, dan juga untuk menarik perhatian calon pasangannya.

Kesimpulannya, burung yang masih sangat muda memiliki prospek bagus untuk dimaster dengan suara lain yang terdengar sangat jelas, dalam kondisi lingkungan yang tidak bising (berisik).

Jika memungkinkan, tempatkan burung dalam sebuah ruangan khusus, lalu putar suara masteran yang sangat jernih sebanyak 2-3 kali sehari selama satu jam (jika anda memasternya dengan suara dari media mastering seperti dari hp, mp3, dll).

Lakukan program pemasteran ini selama 10-12 minggu agar burung bisa dengan sepenuhnya menerima suara yang ada dalam media tersebut. Tentu saja hasilnya akan bisa didengarkan jika burung sudah berusia matang (dewasa).

Salam sukses untuk Anda, salam sukses dari Om Kicau.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.