Kolibri (hummingbird) dikenal sebagai burung pengisap sari bunga / nektar. Uniknya, meski pakan utamanya nektar atau cairan yang manis-manis, burung kolibri tak bisa mencicipi rasa manis dari pakan tersebut. Hal ini terungkap dalam penelitian terbaru yang telah diterbitkan Jurnal Science.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Penemuan terbaru menyebutkan, burung kolibri tidak bisa merasakan manisnya gula.

Dalam penelitian tersebut ditemukan, burung kolibri memiliki reseptor umami yang bisa menemui rasa gurih. Melalui reseptor inilah kolibri bisa menemukan nektar.

Misteri mengenai bagaimana kolibri bisa menemukan nektar sebenarnya telah diselidiki sejak dekade lalu, saat para peneliti menerbitkan urutan lengkap mengenai penyusunan gen ayam.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

Saat itu para peneliti dikejutkan oleh fakta bahwa reseptor manis pada ayam tidak berfungsi.  Dari temuan itu, para ilmuwan meyakini bahwa nenek moyang burung tidak memiliki reseptor manis.

Para ahli lantas melihat masalah lain. Hampir seluruh hidup burung kolibri dihabiskan untuk mengkonsumsi gula dan cairan manis, tetapi tidak memiliki reseptor manis. Itu artinya kolibri tidak bisa merasakan manisnya pakan atau cairan yang dikonsumsinya.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Muncul pertanyaan, jika kolibri tidak memiliki reseptor manis, bagaimana mereka menemukan makanannya? Berangkat dari pertanyaan itulah, Maude Baldwin (mahasiswa doktoral dari Universitas Harvard) dan rekan-rekannya melakukan riset menggunakan teknik genetic-sequencing untuk menyelidiki penyusun gen pada 10 spesies burung, termasuk kolibri.

Catatan:

Kolibri adalah spesies burung yang hanya ditemukan di kawasan Amerika. Penyebutan kolibri di negeri kita jelas keliru, karena itu merupakan spesies burung-madu alias sunbird, bukan hummingbird. Apa saja jenis kolibri dan suara kicauannya, silakan lihat di sini.

Hasil penelitian Baldwin dan kawan-kawan menunjukkan, semua spesies yang diteliti tak mempunyai reseptor manis. Semuanya hanya mempunyai reseptor umami.

Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata burung kolibri telah mengalami beberapa mutasi genetik. Penelitian ini menunjukkan lebih dari 19 asam amino dan protein dalam DNA kolibri yang telah berubah. Menurut hipotesis Baldwin, mutasi tersebut telah mengaktifkan reseptor umami ketika burung mencicipi gula yang terdapat pada nektar / sari bunga.

Baldwin juga mengukur protein dalam reseptor umami yang bereaksi pada asam amino dan gula dengan sampel ayam, kolibri anna (Calypte anna), dan sejenis serangga (Chaetura pelagica). Hasilnya, reseptor umami tidak merespon pada ayam dan Chaetura pelagica, tetapi hanya direspon burung kolibri.

Dengan kata lain, ketika kolibri atau burung pemakan nektar lainnya seperti burung-madu dan burung isap-madu yang ada di Indonesia menyantap cairan atau pakan yang mengandung gula, mereka tidak menemukan rasa manis dalam makanannya.

Yang mereka rasakan hanyalah rasa gurih. Wah, makanya burung kolibri senang nektar, air gula, dan cairan manis lainnya. Sebab, bagi mereka, itu makanan yang sangat gurih, bukan manis, he.. he…

Semoga menambah wawasan kita bersama.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.