11 poin penilaian di kelas kacer 

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Om Agus Sanjaya Mustika

Artikel ini diberi judul 11 poin penilaian kelas kacer dalam lomba burung berkicau, karena juri lomba akan memperhatikan 11 aspek penilaian berikut ini:

1. Irama

Irama  yang dilantunkan seekor kacer harus unik, dengan menonjolkan suara yang kasar (memekik di telinga). Jadi bukan sekadar suara siulan kacer yang terdengar cuit.. cuittt. Siulan-siulan seperti itu  bisa dikatakan ngeban-ngeban, sehingga kurang bagus untuk kacer lomba.

2. Lagu

Lagu yang dibawakan berganti-ganti alias tidak monoton. Seekor kacer lomba harus bisa mengubah dari satu lagu yang  dinyanyikannya, berganti ke lagu yang lainnya. Kalau satu lagu diulang-ulang, ya berarti monoton sehingga kurang menambah nilai.

3. Volume

Volumenya harus terdengar di telinga juri ketika burung tersebut dinilai. Kacer lomba memiliki suara yang keras, tidak tipis alias suaranya tebal.

4. Ngerol

Kacer harus bunyi secara kontinyu, atau biasa disebut ngerol. Di sini burung harus mempunyai nafas yang panjang, sehingga jika dinilai juri bisa tampil menyanyi terus, dengan lagu-lagunya yang tidak monoton.

5. Speed / Spasi

Saat pergantian dari satu lagu ke lagu berikutnya harus terdengar rapat, seperti tidak ada jeda. Tapi yang namanya burung, ya pasti ada jeda saat menggambil nafas. Nah, di sinilah juri akan mencermati tingkat kerapatannya . Yang mendapat nilai tinggi adalah kacer yang jeda / ambil nafas saat berkicau sedikit celahnya.

5. Intonasi

Intonasi adalah naik-turun alunan lagu yang dibawakan kacer saat berkicau. Kalau dilukiskan dalam kata-kata, rangkaiannya adalah: nada tinggi – rendah – tinggi – sedang – rendah – tinggi. Jadi, seperti bergelombang  dan tertata rapi sehingga enak didengar di telinga.

7. Power

Kacer memiliki tenaga saat menyanyi, sehingga jelas terdengar / tidak gembos. Pengertian gembos adalah seperti menyanyi, namun tidak ada suaranya. Paruhnya membuka, namun tidak terdengar di telinga juri.

8. Isian

Variasi isian yang dimiliki burung kacer bermacam-macam. Masing-masing burung memiliki ciri khas yang cenderung ke suara kasar. Ini bukan wajib ya, tetapi varian yang bagus mungkin suara burung-burung kecil atau burung yang memiliki karakter suara frekuensi tinggi.

Contoh: burung-madu (“kolibri”), pelatuk, jalak, cucak jenggot, cililin, tengkek buto, siri-siri, kenari, blackthroat, branjangan, sanma, hwamei, lovebird, kapas tembak, ciblek, dan masih banyak lagi.

9. Durasi kerja

Saat penilaian lomba, burung harus bisa melewati batas minimal 80-85 % dari waktu yang disediakan panitia. Faktor yang mengurangi nilai aspek durasi kerja antara lain: ngeruji ke sangkar alias nabrak jeruji,  turun ke dasar sangkar alias ngelantai, mbagong  / mbalon / kuda laut.

10. Gaya / Tarian

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Gaya sebenarnya merupakan penunjang dari semua aspek penilaian yang sudah dijelaskan di atas. Gaya yang diharapkan muncul antara lain meliuk-liuk, buka ekor, buka sayap, ngerol menghadap ke atas, dan sebagainya.

Jika ada dua ekor kacer memiliki kesamaan dari poin 1 – 9, tetapi kacer A memiliki gaya dan kacer B tidak memiliki gaya, maka yang layak menang adalah kacer A karena memiliki gaya yang lebih indah dilihat.

11. Fisik

Kacer lomba harus memiliki kondisi fisik yang utuh, mulai dari mata, sayap, paruh, kaki, ekor, hingga kerapian bulu, dan sebagainya.

Rincong Aceh, salah satu kacer terbaik Indonesia, memiliki semua aspek penilaian.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Kesimpulannya:

Akan lebih bagus lagi jika kacer Anda memiliki semua kriteria, sehingga aspek penilaiannya komplet,  mulai dari irama, lagu, volume,ngerol, speed, isian, intonasi, dan gaya yang indah. Suaranya mbeset-mbeset kasar.

Selain itu, kacer mengeluarkan suaranya secara ngerol ,ngelagu, nembak, speed rapat, volume keras dan tebal, durasi kerja maksimal, stamina kuat / tidak gembos, serta tidak mbagong atau mbalon.

Satu hal lagi, kacer termasuk burung yang memiliki sifat figther / tempur. Kalau bertemu musuh, dia akan mengajak bertempur, terutama di sekitar gantangannya.

Nah, juri pun akan memperhatikan jika ada kacer yang agresif terhadap lawannya. Namun agresif di sini bukan dalam arti nabrak sangkar atau ngeruji, melainkan mengajak bertempur lawan-lawan di sebelahnya.

Sekadar catatan saja,  mbalon / mbagong  pada  burung kacer menunjukkan kondisi birahi tinggi. Jika didengarkan, suaranya hanya krekkk.. krekk.. krekkk.

Kacer mbagong

Mungkin ada EO yang masih memberi toleransi. Jika kacer mbagong pada awal penilaian / sebelum full tertancap 6 bendera kecil, maka dia masih bisa koncer. Tetapi apabila terlihat di tengah dan akhir penilaian, maka ia akan terkena diskualifikasi meski hanya sebentar (misalnya 2-5 detik), sehingga ia  tetap mendapat bendera tanda mbagong.

Namun ada juga EO yang langsung memberi bendera tanda mbagong, sehingga kacer tersebut tidak bisa masuk nominasi. Jadi, ini memang tergantung aturan dari EO masing-masing. Kalau saya sendiri berpendapat, burung kacer tidak boleh mbagong dari awal hingga akhir waktu penilaian.

Kembali ke Halaman Awal

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

Page: 1 2