Berikut ini saya turunkan tulisan mengenai perawatan Anis Merah (AM) mulai dari perawatan sehari-hari sampai ke masalah perbedaan jenis kelamin dan sebagainya. Tulisan ini awalnya adalah Tanya jawab saya dengan kawan Widodo Tri C di milis KM, kemudian berlanjut dengan tanya jawab di forum kicaumania.org)

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Widodo Tri:
Saya punya anis merah dalam kondisi beberapa bulu ekor sudah seperti lidi dan bulu sayapnya ada yang baru dan ada yang tua/kering sekali dan bulu halus masih muda/kinclong. Tetapi sudah hampir satu bulan burung ini tidak mau mabung-2. Setiap hari saya kasih jangkrik pagi 3 sore 3, dan kroto 2 sendok teh pagi saja. Voor juga sudah saya ganti ( dari chirpy rumput laut ke top song yg bukan rumput laut). Mandi 1 minggu sekali. Dan setiap pada saat mandi, burung tsb mencabuti bulu halusnya sendiri. Tetapi setelah dimandikan burung malah jadi rajin bunyi dan bulunya tidak juga rontok-2.
Kebetulan saya browsing di internet lagi dan menemukan tulisan mas Duto ini. Mohon dong di kasih ilmunya secara detail cara untuk merontokkan bulu anis merah ini, karena saya tidak menemukan di tulisan mas Duto ( diatas ) mengenai jumlah/porsi EF cacing,jangkrik&buah ( apakah masih perlu diberikan? ). Juga apakah perlu tidaknya penjemuran selama dalam treatment perontokan bulu. Kemudian perawatan pada masa mabungnya sendiri bagaimana ya? Dan juga perawatan pasca mabung. Soalnya ini yang kedua kali saya memelihara anis merah. Yang pertama gagal total, karena burung mati setelah mabung tanpa tahu sebabnya. Jadinya saya sangat khawatir terhadap anis merah yang satunya ini. Untuk itu, mohon dong sharing ilmu perawatan anis merahnya. Trim’s berat dech atas bantuan mas Duto. Dan ini sangat saya tunggu-2 informasinya.

NB : Burung anis kandeg itu apaan sich, mas ?

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

Duto:
Salam kenal.
Tentang bulu anis merah yang belum rontok meski yang lain malah sudah tumbuh bagus, nggak perlu risau. Tidak perlu dipaksakan untuk di-segera-rontok-kan. Hanya saja, sementara ini buah jangan diberikan dulu; porsi kroto ditambah; tidak dimandikan dan juga tidak dijemur kecuali hanya sebentar saja.

—–Maaf saya potong sebentar: Kalau Anda, atau adik, saudara, kenalan rekan Anda kesulitan mencari kerja, bisa ikuti konsultasi Menembus Lowongan Kerja dari tim saya: Tim GG. Gratis… tis..)—Silakan dilanjut
baca…

Masalahnya sekarang, apakah Anda memelihara anis itu untuk kicauan dan kesenangan ataukah untuk segera dilego/ditukarkan burung lain. Kalau memang untuk kesenangan, maka rawatlah anis merah secara normal, yakni diberi pakan seperti halnya ketika kondisi normal. Ya dimandikan, ya dijemur, ya diberi EF dg ukuran normal, ya diberi buah. Dengan begitu, anis tetap sehat dan terus bunyi meski dengan kondisi bulu tidak ideal.
Kalau nantinya mau segera dilego dan karenanya anda harus nguber segera utuh kondisi bulunya, ya paksakan saja untuk mempercepat proses ngurak dengan menggenjot porsi kroto; juga menyetop buah, mandi dan jemur.
Tapi hal ini tidak saya sarankan. Lebih baik, rawat saja burung secara normal dan kita nikmati kicauannya tanpa rasa tergesa-gesa untuk melihat semua aspek dari burung kita berada dalam kondisi ideal.
Untuk parawatan pascamabung, ya sama saja dengan kondisi normal. Cuma, jemurnya jangan lama2 karena akan menyebabkan bulu rusak. Juga jangan terlalu banyak jangkrik, dan kroto dan/atau cacing dulu karena akan membuat burung gemuk (biasanya masa-masa sehabis mabung, burung banyak makan). Burung yang gemuk tidak akan rajin berkicau. Kalau tidak, ya malah kandeg. Apa itu kandeg? Kandeg itu istilah jawa untuk burung yang macet bunyi. Banyak burung yang kondisi fisiknya terlihat bagus, mental bagus, tidak terlihat takut terhadap orang atau burung lain, tetapi malsa atau bahkan tidak bunyi. Itulah kandeg, banyak hal yang menyebabkan burung kandeg. Antara lain adalah kegemukan.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Widodo Tri:
Memang berat memelihara burung yang satu ini. Dibanding burung firghter lainnya, anis ini memang lain daripada yang lain. Ganti kerobong dari warna polos ke batik, jadi kelabakan lalu bulu rontok. Lihat gorden warna pink kelabakan, rontok lagi. Heee..hee… aneh khan? Tapi untung ada pakar spt mas Duto ini. Jadi enjoy dech memelihara. Yang pasti aku selalu inga’…inga’.. thingg..ggg !!! pesan mas duto “Burung adalah penghilang stress kita, bukan malah burung yang bikin kita stress !”. Itu yang selalu aku pegang.
Sedikit cerita tentang kasus anisku tsb, setelah aku coba saran dari mas Duto, burung itu akhirnya ambrol juga. Meski waktunya lama, 4,5 bln !!! Tapi sekarang sudah mulai gacor lagi, cuma telernya di pinggir tangkringan ( hal ini pernah aku tanyakan juga ke mas duto di milis KM ). hee..hee.. tapi malah dikritik mas Duto, katanya yang lain pada bingung gimana bikin anis teler, ini malah bingung gimana bikin anis teler di tengah tangkringan. Mamang manusia tidak pernah puas. Ampun dech, mas !!!
Dan saat itu ada hal yang terlewat dalam perawatan anis pasca mabung. Menurut info teman, burung anis harus full buah setelah mabung utk menghindari sifat galak yang berlebih. tapi ini tidak aku lakukan, dan memang anisku ini galaknya bukan main. Dg anis lain dia spt ingin bertarung kaya ayam, tetapi kalau dg orang anis ini berlaku spt orang solo ( hee..hee… mksdnya kalem ). jadi gak matok tangan. Katanya ya ini akibat tidak dikasih buah setelah mabung. Gimana mas Duto mengenai info ini ?? Bener nggak ya ?

Pertama, soal teler di tengah, belum lama ini saya juga dapat pertanyaan soal itu lagi, Mas. Karena si penanya nggak juga putus asa, maka saya sarankan dia untuk eksperimen sekalian. Saya bilang, “OK. Sekarang tangkringannya dibuat model tangkringan MB, pakai leter T.” Maka dipindahlah AM ke sangkar pakai tangkringan T. Eh, si AM ternyata telernya nggak mau di tangkringan, tetapi di bawah dan mepet ke dekat jeruji. “OK. Sekarang bagian dasar sangkar dikasih karet pentil yang dipasang silang2.” Maka dia lakukan juga saran saya. Apa yang terjadi? AMnya mau bunyi di tangkringan tetapi tidak mau teler. Nah, pemiliknya stress. Saya? Terbahak2 hahahaha…….
Akhirnya dilepaslah karet2 dan tangkringan dikembalikan seperti semula. Maka, AMnya pun jadi happy lagi. Bunyi, teler, meski selalu minggir dekat jeruji, dan kalau pas teler kepalanya sering terantuk ke jeruji. Tetapi ternyata hal itu kini malah membuat kawan saya terpingkal2 kalau melihat telernya si AM. “Antik ya?” dia bilang. Maka saya pun menyahut, “Kamu lebih antik……..”

Soal sebab-akibat antara makan buah dan kegalakan, saya tidak tahu persis. Yang jelas, buah diperlukan AM untuk kecukupan serat, vitamin dan mineral. Soal galak, coba sering2 ditrek dengan AM lain agar terbiasa “bersosialisasi” dan tidak usil lagi bila suatu ketika di turunkan di arena.

(Bersambung –
Ini adalah tanya jawab di forum MPZ, di-update di kicaumania.or.id, dan saya upload di sini dengan beberapa deting)

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

-7.550085110.743895