Salah seorang teman penggemar burung (Gery, Jambi) bertanya kepada saya mengapa kenari (KN) miliknya hanya gacor kalau di rumah, sementara kalau di trek dengan KN lain cuma membisu.
Ini memang masalah umum dalam perburungan. Banyak burung yang hanya gacor kalau sendirian atau cuma menghadapi sedikit musuh.
Perlu diketahui bahwa setiap burung mempunyai sifat atau karakter bawaan sendiri-sendiri. Dalam hal mental tarung misalnya, dipengaruhi oleh sifat bawaan meski rawatan harian (latihan dsb) juga sangat menentukan.
KN starblue (warna blirik seperti burung gereja namun warnanya cenderung abu-abu) misalnya, sangat gacor kalau untuk burung rumahan. Tetapi, kebanyakn jenis itu kurang gacor kalau ditrek dengan KN lain.
Sementara itu, KN warna hijau, dikenal sebagai KN petarung. Dia dikenal sebagai KN mudah gacor dan mentalnya bagus.
Meskipun ada pembawaan seperti itu, perawatan harian sangat berpengaruh pada mental bertanding KN.
KN yang jarang bertemu dengan KN lain, biasanya akan “kaget dan diam” ketika dia mendengar “lagu” yang didendangkan KN yang baru dia jumpai. Saat itu, dia hanya ngetem tanpa suara.
Dengan demikian, KN memang perlu dilatih untuk bertemu dengan KN lain secara periodik. Hal itu akan sangat berguna untuk melatih mentalnya.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Ada memang yang mengatakan bahwa KN jangan digantang dalam satu ruangan dengan KN lain selama perawatan harian di rumah. Alasannya, sifat fighter-nya akan hilang. Memang, setelah sering kumpul dengan KN tertentu, KN tidak terlihat lagi sifat fighternya. Tetapi itu tidak permanen, sebab semangat tempurnya bakal muncul mana kala ada KN baru masuk ke daerah atau teritorinya.
Saran saya, kalau kita hanya mempunyai satu KN di rumah, maka sering-sering diajak main trek dengan KN tetangga, kawan, dsb, untuk melatih mentalnya agar tidak “kagetan” kalau bertemu KN lain. Akan lebih baik kalau kita punya dua-tiga kenari di rumah untuk saling menjadi sparing partner.
Kasus khusus
Namun dalam kasus-kasus tertentu, ada memang KN yang gacor di rumah dan diam saat diadu tetapi bukan karena masalah mental. Dengan catatan bahwa KN kita memang bukan lagi KN muda, maka penyebab itu antara lain:
1. Burung/KN tidak fit. Tidak fit bukan berarti sakit. Kadang ada KN yang meski belum tuntas mabung dia sudah gacor lagi. Tetapi, mana kala diadu, dia jadi diam. Ya, inilah pertanda bahwa burung belum fit.
Perlu diketahui, bahwa meski sama-sama gacor, tingkat “kengototan” KN ketika bunyi semaunya sendiri di rumah dengan ketika diadu sangatlah berbeda. Jadi, meski sangat gacor ketika bunyi sendirian di rumah, tetapi karena kemungkinan kondisi tidak fit, dia akan merasa tidak nyaman ketika harus mengeluarkan tenaga maksimal (ngotot) saat bertemu lawan. Jadilah dia hanya membisu.
2. Kondisi tidak fit di atas, sering pula ditambahi dengan masalah lagu/isian yang dimiliki. KN yang dimaster dengan lagu/isian yang banyak tekukannya, seperti BT atau sanger, hanya akan bisa mengeluarkan kicauan secara sambung-menyambung dan tidak banyak ngetem, kalau kondisinya benar-benar fit. Untuk memahami persoalan ini, ada baiknya kalau dibaca pula postingan saya mengenai “Memilih dan memaster kenari sesuai tujuan”.
Demikian kira-kira hal yang bisa saya sampaikan untuk membahas masalah KN milik Om Gery Jambi.
Salam

Duto Solo

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.