Ketika datang banyak keluhan atas kondisi burung dari para penghobi burung, saya memang tidak serta merta mengajurkan mereka untuk menggunakan obat-obatan. Sebab sebagaimana berulangkali saya sampaikan, masalah kondisi kesehatan fisik hanyalah sebagian dari variabel yang mempengaruhi kinerja burung.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Sekali lagi ingin saya terkankan bahwa hanya burung yang sehat yang bisa berbunyi setiap saat dan bisa bereproduksi secara normal.

Sehat itu sendiri ada dua macam. Sehat mental dan sehat fisik. Burung yang mentalnya drop, pasti macet atau kalau bunyi sangat-sangat tidak memuaskan. Itu sama juga dengan burung yang tidak sehat secara fisik. Pasti bermasalah sebagai kicauan dan juga bermasalah di kandang penangkaran.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

Agar burung Anda sehat mental, jauhkan dari hal-hal yang membuat dia tertekan. Misalnya perilaku kasar pemelihara, burung lain yang lebih superior, dan predator bagi burung di sekeliling rumah, misalnya kucing, anjing dan juga tikus.

Agar burung Anda sehat fisik, hilangkan segala gangguan dan ancamannya. Pertama, peralatan pemeliharaan. Pastikan tidak ada bagian runcing, tajam dan sebagainya yang memungkinkan burung Anda terluka. Kedua, basmi segala parasit, mikroba dan virus yang mengganggu kehidupannya. Ketiga, cukupi kebutuhan nutrisinya.

Gangguan dan ancaman segala macam mahkluk kecil tetapi berbahaya itu serta kekurangan nutrisi, memang tidak selalu kasat mata tanda-tanda kehadirannya. Bisa jadi burung Anda terlihat mulus, juga gacor. Tetapi tiba-tiba saja sering berhenti bunyi secara mendadak. Hal ini sering menjadi indikasi adanya gangguan parasit.

Namun demikian ada juga anis merah yang selalu saja bermasalah padahal sudah dipastikan tidak kutuan, tidak terserang parasit, dan juga tidak kekurangan nutrisi. Nah dalam hal ini tentunya perlu dicari penyebab atau adanya gangguan yang sifatnya psikis.

Sebagai contoh kasus dalam hal ini adalah anis merah punya teman kita, Om Ari Suci Novian (link-nya ada di sini: https://omkicau.com/bird-top-product/comment-page-2/#comment-10424). Meski sudah ditreatment dengan sejumlah obat kesehatan Om Kicau, belum menampakkkan hasil yang memuaskan. Meski demikian, sebagai tanggung jawab moral saya kepada pembeli porduk, saya selalu berusaha sebisanya memantau kondisi burung-burung yang diterapi dengan produk dari saya. Hingga hari ini saya belum menerima kabar kondisi terakhir dari Om Ari. Hanya saja selalu saya tekankan bahwa treatmen untuk burung perlu step by step dan inilah yang dilakukan Om Ari SN.

Sementara dalam kasus lain adalah burung-burung Om Eko Happy Nugroho, Gresik. Dia mengatakan (linknya juga ada di sini: https://omkicau.com/bird-top-product/comment-page-2/#comment-10424).

Om Eko mengatakan, “Anda dapat ramuan dari mana, bahannya apa, pakai dukun siapa dan dari mana asalnya dukun itu? Masalahnya : (1) Kenari yang tadinya bunyi biasa aja sekarang gacor-cor dan lantang; (2) Cendet yang biasanya nyecret sekarang jadi cerewet-wet; (3) Kacer yang udah lama gak ngerol sekarang mulai ngerol dan ngebyak-ngebyak; dan (4) yang lebih hebat lagi Anis Merah yang bersin-bersin dan udah hampir 2 tahun macet ngeplong, dalam 3 hari setelah diobati langsung sembuh dan mulai ngeplong lagi ditambah ngriwik. Keluhannya: kenapa baru sekarang produknya baru diluncurkan, ko’ gak dari dulu-dulu …..? Tolong dijawab, udah lama stress gara-gara mikirin anis merah.”

Nah dalam hal ini, menurut saya, sangat beruntunglah Om Eko karena kebetulan burung-burungnya tidak mengalami masalah yang kompleks. Menurut perkiraan saya, burung-burung Om Eko bisa “sembuh” dalam waktu bersamaan karena satu sebab yang sama, yakni terserang parasit dan khususnya air sac mite (tungau/kutu kantung udara). Ini binatangnya kecil tidak bisa dideteksi dengan mata telanjang. Dan setelah memakai produk saya, langsung bablas semua “sumber masalahnya” dan burung menjadi normal.

Cuma saja kalau burung mengalami masalah kompleks, biasanya penyembuhannya perlu waktu dan perlu kesabaran. Misalnya, sudah hilang parasitnya, maka perlu dicek bagaimana pemenuhan makanan sehatnya apakah sudah lengkap vitamin dan mineralnya serta sejumlah asam amino yang diperlukan burung tersebut. Dsb-dsb….

Singkat kata, saya memang tidak bisa menjamin 100% bahwa hanya menggunakan satu jenis pengobatan produk Om Kicau, burung langsung bisa normal semua. Kalau kompleks harus diatasi berbarengan. Oleh karena itulah kepada teman-teman yang membeli produk Om Kicau jangan sungkan untuk sharing di forum ini mengenai perkembangan burungnya. Kadang penggunaan obat perlu dibarengi dengan treatmen yang berbeda-beda untuk masing-masing burung.

Khusus untuk Om Eko, untuk menjaga kondisi bagus, perlu rutin (sebulan sekali) gunakan FreshAves agar hilang semua parasit di lingkungan burung dan parasit tidak lagi menjadi ancaman yang laten pada momongan kita. Begitu Om semoga makin enjoy berhobi burung.

Efek BirdMature dan gurauan penangkar

Dari sekian keberhasilan penggunaan produk Om Kicau, yang saya pantau sangat memuaskan adalah penggunaan BirdMature untuk penangkaran. (Lihat keterangan tentang Bird Mature di Om Kicau Product).

Hasil memuaskan bisa dilihat pada penangkaran Om Dwi Jogja (lovebird) atau Om Tony Bajak Laut Cilacap (murai batu), Om Prapto Magelang dan Om Wibisono, Sidoarjo.

Saya mengatakan berhasil hanya berdasar pembelian berulangnya. Kalau semula hanya beli 2 botol, setelah memakainya maka Om Dwi langsung borong 5 botol dan terakhir 12 botol. Begitu juga dengan Om Tony, entah berapakali dia mengambil langsung di Solo maupun lewat kriiman pos. Begitu juga dengan Om Prapto Magelang (cucakrowo, kenari) dan Om Wibisono, Surabaya (jalak suren, jalak putih, murai batu, lovebird).

Hanya celakanya, mereka yang berhasil dengan BirdMature tidak pernah mau buka rahasia ke teman-temannya dengan alasan “emoh tersaingi” hahahaha. Om Tony misalnya, kalau ditanya teman soal BirdMature akan bilang, “Elek, ora sah tuku (jelek, nggak usah beli)”.

Dengan bercanda dia selalu bilang ke saya, “Lha nek liyane tuku, aku entuk saingan no… hahaha.. (kalau lainnya beli, saya kan jadi banyak saingan).” Begitu juga dengan Om Dwi yang selalu saja berkelar,  “Jelek, nggak usah beli.”

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Kalau untuk penggunaan BirdFresh keberhasilan nyata dirasakan Om Eko, maka penggunaan BirdShout tampaknya sukses digunakan oleh Om Marsongko Widiandono Surabaya dan Om Nursiyanto Denpasar. Entah bagaimana efeknya, yang jelas kedua om ini telah melakukan pembelian berulang dalam jumlah banyak.

Soal rahasia-rahasiaan penggunaan produk Om Kicau ini juga sangat kental di dunia merpati. Salah seorang konsumen PigeonVit yang beberapa kali membeli produk itu via pos, bahkan mengatakan kepada saya, “Tolong dong jangan bilang-bilang ke teman saya di kota (dia menyebutkan nama kota di Jateng) kalau saya beli PigeonVit. Soalnya mereka tidak pernah mau terbuka juga kalau saya tanya barang apa yang mereka gunakan untuk menambah performa merpati dan membuat merpati bisa benar-benar giring.”

Menanggapi hal ini, tentu saja saya hanya tertawa. Lha kalau saya nggak bilang-bilang termasuk di website ini, bagaimana “nasib” barang saya, hehehehe.

Sebagai penutup tulisan, saya ingin menekankan lagi kepada pengguna produk Om Kicau, bahwa produk itu hanyalah salah satu variabel dalam perawatan burung. Oleh karena itu, akan lebih baik kalau selama penggunaan atau masa-masa sesudahnya, bisa sharing di forum ini untuk pemecahan bersama persoalan burung, dan tidak sekadar “obat sentris”.

Dalam kesempatan ini saya akan menghaturkan terima kasih kepada sebagian pengguna produk Om Kicau. Di bawah ini hanya sebagian pengguna yang sempat tercatat di arsip karena banyak juga yang tidak sempat saya catat karena melakukan pembelian langsung di rumah atau melalui sarana lain sehingga kelewatan tidak terdokumentasi.

Terima kasih atas kepercayaan Anda semua kepada produk Om Kicau:

Bp. Adi, Kandangan
Bp. Adi, Pelita Sari Denpasar
Bp. Adiyanto Hermawan
Bp. Agiustiyar Z, Kampung Baru Medan
Bp. Agung Susano, Girang Subang
Bp. Agus Indrawan, Sepanjang Sidoarjo
Bp. Agus Setiawan, Surabaya
Bp. Agustian, Cirebon
Bp. Ahmad R, Amuntai
Bp. Akhizar Alriansyah, Gunung Putri Bogor
Bp. Alamsyah Lubis, Helveti Medan
Bp. Alex Chandra, Balunggede Bandung
Bp. Alfiandri Padang Timur Malang
Bp. Almukmin, Nganjuk
Bp. Ambarbudi, Banyumanik Semarang
Bp. Andulrahman Saleh, Ujung padang Sidempuan
Bp. Angga, Cipedak Jaksel
Bp. Anjar Tri Sufendi, Mersi Purwokerto
Bp. Anjar, Pondok Bambu Jaktim
Bp. Anton Saleho, Banjarmasin
Bp. Anton Suharso, Semarang
Bp. Ari Suci, Karawang
Bp. Arief, OKU Timur Baturaja
Bp. Arif Dermawan, Surabaya
Bp. Arifin, Tebing Tinggi Deli
Bp. Arisandi, Delima Jakarta Timur
Bp. Asmuni, Sumbesuko Lumajang
Bp. Bahrus Salam, Ujung Pandang
Bp. Bayu Pamungkas, Semarang
Bp. Bondan Dwihatmoko, Sawangan
Bp. Boy, Kalideres Jakbar
Bp. Briptu Iqbal Wirawan, Palopo
Bp. Cahyo Mukti, Gang KA Kediri
Bp. Chandra, Jogjakarta
Bp. Daniel Wijaya, Tegal
Bp. Darlian, Taktakan Serang
Bp. Denny Kurniawan F, Blimbing Malang
Bp. Dicky Purnama, Bandung
Bp. Djamino Hadi Suwignyo, Grogol Sukoharjo
Bp. Dulhamdi Abas, Parakan Temanggung
Bp. Dwi LoveBird, Jogja
Bp. Dwi Sandi, Jl. Sentosa Samarinda
Bp. Dwi Utomo Setiawan, Peterongan Semarang
Bp. Eddy, Gang Swadaya Pontianak
Bp. Eddy, WR Supratman Pontianak
Bp. Edi Parulian S, Balikpapan
Bp. Eko Happy Nugroho, Driyorejo Gresik
Bp. Eko Lukmanul Hakim, Imam Bonjol Jakpus
Bp. Eko Setyabudi Weru Sidoarjo
Bp. Faiz Zakaria, Sukun Malang
Bp. Fajar Fauzan, Bakung Samarinda
Bp. Fanni Candi Golf Semarang
Bp. Franky, Jaktim
Bp. Gunawan, Malang
Bp. Guntur P, Jaksel
Bp. H Abby, Pamekasan, Madura
Bp. H Purwanto, Timuran Jogja
Bp. H Rendi, Tangkil Kulon Pekalongan
Bp. Habib Ashadi, Jatiwung Tangeran
Bp. Hadi Subhakti, Tambak Banyumas
Bp. Harsuanto, Surabaya
Bp. Herman, Kalideres Jakarta
Bp. Herru Setiawan, Pamulang Ciputat
Bp. I Wayan Raga, Bontang
Bp. ICW Susilo SH, Berau Tanjung Redep
Bp. Immanuel Kristanto, Pamulang Ciputat
Bp. Iwan Wirawan, Condongcatur Jogja
Bp. Jefri Handanu, Krembung Sidoarjo
Bp. Joko B, Babakan Bandung
Bp. Kamal, Cileduk Garut
Bp. Koko Prasetyo Imam S, Gresik
Bp. Kristianto, Bobotsari Purbalingga
Bp. Link, Muara Bungo Jambi
Bp. Ludy, Cirebon
Bp. M Saifullah Adan, Gresik
Bp. Mahbun Junaidi, Palagan Tentara Pelajar Jogja
Bp. Marsongko Widiandono, Wonokromo Surabaya
Bp. Marto, Teluk Pucung Bekasi
Bp. Miftha Toha, Pacitan
Bp. Mistakul Alzam, Parung, Bogor
Bp. Mochamat Agoes, Malang
Bp. Muhammad Adam Mawi, Srengat Blitar
Bp. Muhammad Noor, Jl Piere Tendean, Kandangan
Bp. Mukhtiar Ahmad, Sawangan Bogor
Bp. Mulyadi Klaten
Bp. Mumtaz Salam, Kediri
Bp. Muntasir, Pedurungaqn Semarang
Bp. Muntolib Abasin, Palembang
Bp. Nursiyanto, Jl. Sutoyo Denpasar
Bp. Nursyamsu, Bontang Kaltim
Bp. Oni Andoko, Serpong, Tangerang
Bp. Purnomo, Jalan Solo, Jogja
Bp. Rachmad, Ploso Surabaya
Bp. Rahmat Mulyono, Ciruas Serang
Bp. Ramlan, Bekasi
Bp. Rastra Tegal Gundil Bogor
Bp. Raymall Ramayon, Bandar Buat Padang
Bp. Reza, Jambi
Bp. Riki Asmanto, Penjaringan Jakarta Utara
Bp. Riyadi, Babelan Kota, Bekasi
Bp. Robby Suryadi Cakung Jaktim
Bp. Rochmad, Ciputat
Bp. Sainal Alimin, Barungga, Kendari
Bp. Sariyadi, Pandawangi Blimbing Malang
Bp. Sariyono, Purbalingga
Bp. Sazly Rais, MT Haryono Banjarmasin
Bp. Seno Styamantoro, Cijantung, Jaktim
Bp. Seto Aji, Samarinda
Bp. Setyabudi Salam, Tuban
Bp. Sigus Salin, Tangerang
Bp. Sirato Safii, Bandar Lampung
Bp. Songko, Purbalingga
Bp. Stefanus Onga, Hayamwuruk Jakarta Barat
Bp. Sugeng Wahyudi, Semarang
Bp. Sugeng Widodo Jakarta
Bp. Sulis, Tebet Barat, Jaksel
Bp. Suranto, Jakpus
Bp. Suryono Godes, Wonosobo
Bp. Sutjipto, Ketintang Baru Surabaya
Bp. Teddy Kristanto, Matraman Raya Jaktim
Bp. Teguh Hariyanto Sindangsari Tangerang
Bp. Teguh Haryanto, Tangerang
Bp. Tony Alamsyah, Cilacap
Bp. Toto Wiryanto, Pekalipan Cirebon
Bp. Tri Suhendra, Cipaganti Bandung
Bp. Trio Febriyanto, Surabaya
Bp. Tumirin, Kampung Baru Medan
Bp. Wahyu Prasetyo, Tembilahan
Bp. William Raahrjo, Wiyung Surabaya
Bp. Wiyono, Blimbingsari, Sleman
Bp. Yanuar Taufik, Sukajadi Bandung
Bp. Yudi Ari Hermawan, Lumajang
Bp. Yulhadiansyah, Mataram
Bp. Zaenal Achmad, Brebes
Bp. Zulfikar Ali, Gendengan Solo
Ibu. Amiati Adib, Jombang
Ibu. Bintari Linawati, Pekojan Semarang
Ibu. Diyah Respati, Sukajadi, Bandung
Ibu. Endah Tarakan Utara, Tarakan
Ibu. Halimah Pratiwi, Denpasar
Ibu. Saraswati Anullah, Blitar
Ibu. Sri Sumarni MS, Pluto Bandung
Ibu. Wenny, Malang

Dan lain-lain yang belum sempat saya sebut di atas…

Salam.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

-7.550085110.743895