Penyelidikan atas insiden kematian ratusan burung di Italia menunjukkan bukti bahwa burung-burung yang tewas kemudian jatuh dari langit itu disebabkan kekenyangan. Sedangkan kematian ratusan burung lain di Rumania disebaban karena burung makan makanan mengandung alkohol.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Di Italia, bangkai merpati penyu tersebar di Faenza dengan noda biru di paruhnya. Saat itu, pejabat mengatakan noda biru pada paruh burung itu merupakan tanda hipoksia. Insiden serupa terjadi di beberapa negara lainnya dan menimbulkan banyak teori mengenainya. Alien atau ujicoba senjata pemerintah bukanlah penyebabnya.

Ahli menyatakan, sakit perut parah adalah penyebab ratusan burung itu mati dalam waktu bersamaan di Italia. “Kami yakin burung-burung ini mati karena gangguan pencernaan besar akibat terlalu banyak makan,” kata Direktur Regional Zoological Institute Rodolfo Ridolfi.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Nadia Caselli dari asosiasi burung Italia menguatkan temuan Ridolfi ini, mengingat hati dan ginjal burung mengalami kerusakan. Insiden serupa terjadi di AS, tepatnya Negara Bagian Arkansas. Lebih dari 2.000 burung blackbird mati dan 100.000 ikan juga alami hal sama.

Negara Bagian Lousiana juga menyaksikan hal sama. Ratusan burung pun ditemukan mati dekat Kentucky. Ratusan burung mati juga ditemukan di Swedia dan jutaan ikan mati di Negara Bagian Maryland, AS dan Brasil serta Selandia Baru. Sebanyak 40 ribu kepiting juga mati di pantai Inggris.

Meski insiden ini tak berhubungan satu sama lain, pejabat telah melakukan uji mendalam.

Di Rumania

Sementara itu dari Rumania dilaporkan, burung-burung yang diketemukan mati di negeri itu dan diduga terkena flu burung ternyata mati karena keracunan alkohol.

Warga di Konstanta, Rumania timur menemukan belasan burung jalak mati di pinggiran kota.

Pemerintah setempat segera diberi tahu karena khawatir burung-burung itu mati karena flu burung.

Tetapi dokter hewan setempat setelah memeriksa burung jalak tersebut berkesimpulan binatang tadi mati karena memakan sampah anggur sisa dari anggur yang dibuat minuman.

Otoritas badan kesehatan binatang Rumania, Dvsva, mengatakan kepada kantor berita Agerpres bahwa analisa yang mereka lakukan menunjukkan burung-burung itu mengalami keracunan alkohol.

Belum lama ini ada beberapa kematian burung yang belum bisa terjelaskan di beberapa negara termasuk Amerika Serikat dan Swedia.

Kembang api disebut sebagai penyebab kematian ribuan burung gagak sayap merah di Arkansas, sementara di Swedia diyakini sekitar 100 gagak khas Eropa yang ditemukan mati di pusat sebuah kota disebabkan oleh mobil yang menabrak burung-burung itu. (dari berbagai seumber)

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

-7.550085110.743895