Burung serindit (keluarga Loricus) yang sebenarnya termasuk burung yang dilindungi, dijual bebas di Bangka dengan harga cuma 8.000 rupiah per ekor atau kalau beli sepasang hanya Rp. 15.000. Masalahnya, benarkah itu serindit?

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Serindit apa emprit ya kok dijual bebas cuma 15 ribu sepasang

Burung yang dijual di kawasan pasar itu malah beberapa di antaranya diberi warna-warni yang kalau di Jawa memang hanya berlaku untuk burung emprit, anak puyuh jantan ataupun anak ayam. Tujuan pewarnaan adalah agar menarik minat anak-anak untuk membelinya.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Adalah Risdi nama pedagangnya. Sebagaimana dikabarkan BangkaPos, Risdi merasa senang walau hanya dengan berjualan burung serindit (?),  ia mampu menghidupi keluarganya di kampung. Risdi mengaku dalam satu hari dapat menjual 100 ekor burung.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

Burung-burung ini dijual dengan harga Rp 8.000 per ekor burung beserta sarangnya, dan Rp 15 ribu untuk dua ekor burung. Baginya, harga burung ini sudah standar, mengingat burung didatangkan dari luar Bangka.

Bukan itu saja, seperti saya kemukakan di awal cerita, untuk menarik minat pembeli Risdi pun mewarnai burung-burung ini dengan warna-warna cerah, seperti warna merah, kuning dan hijau sengaja dipilih Rusdi agar menarik perhatian anak-anak.

Menurut BangkaPos, peminat burung ini rata-rata anak kecil yang senang melihat warna dan kicauan serindit. Orang tuanya pun tak kalah senang ketika melihat sang burung mulai berterbangan dari sudut kandang satu ke kandang yang lainnya, dan segera melakukan tawar-menawar harga. Nah, serindit atau emprit?

Weleh-weleh…

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

-7.550085110.743895