Bursa jual beli burung anis merah di Bali, kini tidak terbatas pada burung dalam kondisi trotol ataupun yang baru saja menetas. Sebab, telur yang baru dipetik dari kebun, atau telur yang sudah dieramkan di dalam mesin tetas, bisa Anda beli dengan harga variatif. Umumnya, dihargai Rp. 400rb/sarang (2-3 telur).

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Informasi ini Om Kicau peroleh dari Om Heri di Gilimanuk, yang membeli telur dari seorang petani anis merah di Negara. Awalnya, Ni Komang (kemungkinan isterinya, tetapi saya tidak bertanya lebih jauh soal status ini), melalui telepun bertanya kepada saya tentang suhu yang diperlukan untuk penetasan telur anis merah di mesin tetas.

Saya kemudian menjelaskan serba ringkas tentang manajemen penetasan burung menggunakan mesin tetas. Namun karena penjelasan saya mungkin kurang detil, dua hari kemudian Om Heri menelepun saya. Sebelum saya menjelaskannya, saya bertanya lebih dahulu tentang fenomena jual beli telur burung anis merah di Bali.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

“Nanti saya jelaskan cara penetasan telur burung dengan mesin tetas melalui artikel di blog omkicau.com,”kata saya.

Dan sementara saya menurunkan artikel ini, saya pun sedang menulis mengenai manajemen penetasan telur burung melalui mesin tetas, meski sebenarnya saya pernah menulis secara singkat di artikel Pacu produktivitas penangkar burung klaten menggunakan mesin tetas.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Menurut Om Heri, jual beli telur anis merah bisa dan biasa dilakukan oleh petani anis merah (lihat juga artikel tentang Penangkaran Anis Merah: Penelitian Kutilang Indonesia dan Penangkaran anis merah Bali di kebun rumah, bukan isapan jempol). Telur yang dijual bisa telur yang baru saja dipetik, atau telur yang sudah dieramkan di mesin tetas selama beberapa hari.

Menurut beberapa sumber Om Kicau di Bali, penjualan anis merah dalam bentuk telur ini juga biasa digunakan untuk menyiasati susahnya pengiriman burung anis merah yang dilakukan oleh perorangan, khususnya penghobi anis merah yang belum terbiasa membawa burung keluar dari Bali.

Hanya saja, membawa telur anis merah keluar dari Bali belum dilakukan melalui jasa ekspedisi karena pengemasannya relatif sulit dalam menjaga keamanan telur dari benturan dan sekaligus menjaga kestabilan suhu dan kelembabannya.

Membawa telur keluar dari Bali bisa dilakukan dengan meletakkan di dalam kotak dengan dikelilingi kapas dan dimasukkan ke dalam kotak yang dindingnya berlapis gabus atau styrofoam. Untuk menjaga kestabilan suhu,khususnya menjaga dari kenaikan suhu udara,  pengangkutan perlu dilakukan dengan mobil ber-AC atau bisa juga kotak telur dimasukkan ke dalam kotak yang lebih besar yang di dasarnya diberi air. Atau bisa menggunakan cara apa saja yang penting suhu udara terjaga dan telur tidak pecah.

Oke, itu sekadar seklias info dan akan saya update informasinya jika saya sudah mendapatkan informasi yang lebih detail. Dan sementara ini, saya siapkan dulu artikel tentang penetasan telur burung dengan menggunakan mesin tetas. Saya sedang menggali info lebih dalam dari Mas Samino dari Lintang Songo BirdFarm Solo yang biasa menetaskan telur burung jalak bali dan cucakrowo dengan mesin ketika indukannya bermasalah.

Salam anis merah, salam sukses dari Om Kicau.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

-7.550085110.743895