Saya beri nama dia Jamblrong Junior. Inilah seekor murai batu usia 7 bulan produk SKL Bird Farm Jatibarang. Murai batu yang menunjukkan bakat istimewa ini awalnya adalah burung telantar – tersortir dan dipinggirkan.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Burung ini, begitu bisa makan sendiri dan DIVONIS SEBAGAI BETINA oleh anak kandang, tidak pernah sama sekali diperhatikan dari sisi pemasteran. “Terpuruk” bersama-sama anakan betina di lorong-lorong perawatan murai batu betina SKL BF, Jamblorng Junior tumbuh bagai tanaman kurang pupuk – tidak diberi asupan penguat fisik dan mental layaknya murai batu jantan trotolan lain di penangkaran SKL Bird Farm.

Dia terselamatkan dari kumpulan anak-anak betina ketika Om Syamsul memperhatikan lebih seksama dengan melihat kilau di bulu dan juga sekilas perilakunya. Anak kandang pun diminta untuk memisahkannya dan diperintahkan untuk segera memaster dan memberikan asupan gizi yang bagus.

“Saya sendiri juga masih ragu soal kejantanannya karena bodynya  adalah body betina,” katanya kepada saya ketika bersama Om Dwi Lovebird Jogja dan kawan-kawan main ke Jatibarang pekan ketiga Maret lalu.

Dan burung anakan dari kandang Jlambrong itulah yang ditawarkan kepada saya ketika saya berminat meminang salah satu anakan SKL BF. “Maaf Om, nggak ada anakan jantan karena sudah dikirim semua ke pemesan dan juga sudah diinden orang,” katanya.

Semula saya ragu atas tawaran tersebut. Tetapi tidak ada salahnya saya mengiyakan ketika diminta untuk masuk saja ke ruang pemasteran. Begitu melihat geraknya secara sekilas, saya langsung bilang “OK”.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Burung ini menurut Om Syamsul memang bodynya kecil dibanding rata-rata murai batu jantan anakan SKL BF. Tetapi bagi saya tidak masalah. Berpura-pura tidak happy karena mendapat “murai batu sortiran”,  saya angkut Jlambrong Junior ke Solo bersama dua ekor anakan murai betina yang rencananya mau saya kirim ke Gresik atas pesanan Om Didik RRBF.

Ketika sampai di rumah Kartasura, Jlambrong Junior masih terlihat kusut sebagaimana ketika kali pertama saya lihat karena memang sejak kecil kurang terawat. Namun hanya dalam sehari di rumah, burung mulai menunjukkan gelagat menyenangkan dan terbukti felling saya benar ketika mengatakan “OK” untuk burung ini.

Tidak hanya ngriwik, tetapi dia langsung teriak buka-buka suara begitu mendengar ocehan beberapa murai batu saya di rumah.

Pujian dari majikan Lintang Songo BF

Setelah beberapa hari saya rangsang dengan suara-suara masteran, burung ini sudah tidak pernah mau diam. Suara-suara tajam yang menusuk telinga acap kali dia tembakkan di sela ngriwik ngerolnya. Ya, dengan type suara ngerol dan kencang ini, Mas Samino majikan Lintang Songo BF yang kebetulan main ke rumah saya, sempat jatuh cinta.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Wedan apik tenan. Diopeni ki aja didol (Edan bagus banget, dipelihara nih jangan dijual),” katanya .

Singa arep ngedol ya sapa.. (yang mau njual siapa),”  kata saya.

Lha Mas Duto manuk apik-apik nek bosen sithik langsung didol ngono kok (Lha Mas Duto kalau punya burung bagus tetapi bosan sedikit saja langsung dijual gitu kok),” kata Mas Samino, dan saya pun hanya tersenyum.

“Bodynya memang body betina ya, tetapi gaya tarungnya jantan tulen,” kata Mas Samino yang kebetulan melihat burung itu juga bergaya ketika saya bawa murai lain di dekatnya.

Untuk diketahui saja, Mas Samino termasuk penggila murai batu bagus dan sangat pelit memberi pujian kepada burung orang lain kalau memang tidak mengena di hatinya.

Sang mantan majikan sempat heran

Yang heran atas teriakan-teriakan Jlambrong Junior tidak hanya Mas Samino atau Mas Erik Bolon yang beberapa kali main ke rumah dan membujuk-bujuk saya untuk memesankan anbakan ke SKL BF. Bahkan majikan SKL BF sendiri – Om Syamsul – sempat heran ketika bertelepun dengan saya.

“Itu suara murai di dekat Om itu anakan si Jlambrong ya,” kata Om Syamsul suatu malam ketika bertelepun dengan saya dan kebetuan Jlambrong Junior sedang bernyanyi sekitar 6 meter dari tempat saya duduk.

“Iya Om, kenapa?” kata saya.

“Edaan, suaranya kok bisa seperti itu? Tajam menekan. Saya sendiri belum pernah memperhatikan benar suara dia ketika masih di farm. Ya gimana bisa mendengarkan, lha begitu saya pisahkan ke kandang pemasteran siang harinya, eh pagi hari esoknya sudah diangkut Om Duto hehehe,” kata Om Syamsul.

Yah saya memang lagi beruntung naga-naganya, bisa merawat murai batu “sortiran nan telantar” dari penangkaran SKL BF. Kalau yang sortiran saja seperti ini, hmmm… begitu ada dana, pasti saya akan mengejar anakan -anakan pilihan Om Syamsul… hehehe ngarep-dot-com….

Video Jlambrong

Oke, kalau sekadar berbicara tanpa melihat tampilan Jlambrong Junior, tentu artikel ini terasa hambar. Karenanya, silakan lihat bagaimana keseharian Jlambrong Jr ketika mendengar suara-suara murai batu lain di rumah saya.

Namun perlu ditegaskan lagi bahwa ini adalah Jlambrong Jr saat ini ketika belum benar-benar saya master sebagaimana seharusnya. Dan saya yakin, performanya akan meningkat 3-4 kali begitu dia sudah mabung pertama dan seterusnya. Harap dimaklumi, ini adalah burung lepas trotol yang usianya belum genap 7 bulan. Istilahnya burung ini sama sekali belum matang.

Perhatikan petikan suara pelatuk sampitnya – masih pelo tetapi cukup panjang dan tajam padahal belum ada polesan khusus.

Kalau video di atas adalah Jlambrong Jr yang kegirangan mendengar suara burung lain dan bersahutan, maka di bawah ini adalah Jlambrong Jr ketika ngeriwik-ngeriwik dalam kondisi santai. Perhatikan bagaimana dia suka sekali membawakan suara cericitan.

Foto-foto Jlambrong JR

Di bawah ini beberapa foto performa Jlambrong Jr yang secara sekilas bisa disebut betina oleh para masterkicau murai batu.

Bagaimanapun juga, hehehe. terima kasih untuk Om Syamsul. Salam sukses!!

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

-7.550085110.743895