Burung takur api, takur bultok dan takur bulutut termasuk dalam suku capitonidae. Burung ini mungkin pernah Anda jumpai di pasar burung. Berwarna-warni dengan warna dominan hijau, sekilas lihat posturnya mirip burung pelatuk.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Meskipun burung ini termasuk berukuran kecil, namun dia memiliki paruh yang besar dan kuat. Sebab, burung ini memang kerabat dekat pelatuk dan mempunyai kebiasaan sama, yaitu membuat lubang pada pohon untuk bersarang.

Kedua jenis ini juga mempunyai susunan jari yang janggal: dua jari ke depan dan dua ke belakang, berguna untuk bergantung pada batang pohon vertikal. Perbedaannya: kalau burung pelatuk atau platuk suka serangga, burung takur memakan buah-buahan, biji, dan bunga, terutama menyukai buah ara kecil.

Hampir semua jenis takur mempunyai kebiasaan duduk diam untuk waktu yang lama di puncak pohon, mengeluarkan suara monoton yang keras dan berulang.

Belasan jenis

Karena warna utamanya hijau terang, takur sangat tersamar di lingkungannya. Untuk melakukan identifikasi Iebih baik dilakukan melalui suaranya.

Di kawasan Sunda Besar, seperti termuat pada buku karya John MacKinnon dkk – “Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan” – ada beberapa jenis burung takur, yakni:

  1. Takur api (psilopogon pyrolophus)
  2. Takur bultok (megalaima lineata)
  3. Takur bututut (megalaima corvina)
  4. Takur gedang (megalaima chrýsopogon)
  5. Takur tutut (megalaima rafflesii)
  6. Takur warna-warni (megalaima mysacophanos)
  7. Takur tulungtumpuk (megalaima javensis)
  8. Takur bukit (megalaima oorti)
  9. Takur gunung (megalaima monticola)
  10. Takur topi-emas (megalaima henricii)
  11. Takur tohtor (megalaima armillaris)
  12. Takur tengkuk-emas (megalaima pulcherrima)
  13. Takur tenggeret (megalaima australis)
  14. Takur leher-hitam (megalaima eximía)
  15. Takur ungkut-ungkut (megalaima haemacephala)

Burung Takur Api

Burung Takur Api – Psilopogon pyrolophus

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Burung takur api atau Psilopogon pyrolophus dala bahasa Inggris disebut Fire-tufted Barbet dan Takor Api dalam bahasa Melayu.

Burung berukuran sedang (26 cm) ini berwarna hijau dengan paruh warna krem, pita kuning pada dada dibatasi oleh garis hitam di bawahnya.Terdapat seikat rambut jingga terang di atas paruh. Kepala berhiaskan warna hitam, hijau, abu-abu, dan ungu muda.

Burung takur api remaja berwarna lebih buram dengan mahkota zaitun. Iris mata takur api berwarna cokiat, paruh hijau-krem dengan garis tengah hitam, kaki hijau kekuningan.

Suara burung takur api termasuk keras seperti tonggeret berdengung dalam nada yang meninggi dan dipercepat sebelum berhenti mendadak.

Penyebaran global burung ini adalah Semenanjung Malaysia dan Sumatera sementara penyebaran lokal yang umum ada pada ketinggian antara 500-1.500m.

Burung yang memiliki kebiasaan mencari makan di antara mahkota tajuk pohon ini lebih menyukai hutan dengan pohon yang tinggi.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Burung takur bultok

Burung Takur Bultok – Megalaima lineata

Berdasar PP Nomer 7 Tahun 1999, burung ini termasuk burung yang dilindungi dan tidak boleh ditangkap, dipelihara atau diperjualbelikan. (Lihat: Daftar burung yang dilindungi)

Burung takur bultok atau megalaima lineata dalam bahasa Inggris disebut Lineated Barbet dan dalam bahasa Melayu Takor Kukup.

Berukuran agak besar (29 cm), kepala pucat, bercoret, burung ini berbulu utama umumnya hijau, kecuali kepala dan leher cokiat kekuningan pucat serta cretan putih khas pada kepala dan tubuh bagian bawah putih.

Dengan iris kuning tua, burung berparuh merah jambu pucat ini memiliki kaki warna kuning.

Suara burung takur bultok bernada rendah, deringan tidak tetap: “bul-tok … bul-tok”, dalam interval sekitar satu detik. Juga suara keras “kuerr, kuerr” dan “suara menghitung” yang jarang berupa getaran panjang yang diikuti serangkaian empat getaran nada.

Penyebaran global di Himalaya barat, Asia tenggara,Jawa, dan Bali, burung takur bultok umumnya terdapat di hutan terbuka, pinggir hutan, dan hutan sekunder di daerah yang terpencil.

Meski secara umum mirip takur lain, burung ini lebih umum terlihat di habitat hutan yang relatif lebat kering dan terbuka serta di hutan-hutan di pesisir.

Burung takur bututut

Takur bututut – Megalaima corvina

Burung takur bututut atau Megalaima corvina, dalam bahasa (Inggris disebut Brown-throated Barbet.

Berukuran agak besar (26 cm), berwarna suram, warna tubuhnya hijau polos dengan kepala, leher, dan dada atas coklat gelap berbintik emas;  iris cokiat, paruh hitam, kaki abu-abu.

Suara burung ini mirip deringan “hu-tu tu-w” atau “bu, tut-bu, tut-bututut”. Juga getaran nada cepat sebagai peringatan.

Dengan penyebaran global endemik di Jawa, tetapi tidak ditemukan di Bali, burung ini menyebar terbatas di hutan pegunungan yang lembab di Jawa bagian barat. Cukup umum terdapat di habitat yang terbatas ini.

Burung ini biasanya terlihat pada tajuk pohon yang cukup tinggi, bernyanyi atau mencari makan. Umumnya hidup sendirian, tetapi kadang-kadang juga ditemukan dalam kelompok kecil atau berbaur dengan burungjenis lain. (Bersambung)

Artikel terkait burung takur klik di sini.

Referensi dan gambar: John MacKinnon dkk – “Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan”, Burung Indonesia

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

-7.550085110.743895