Inilah cerita sukses X’To Canary (Cristo) BF dalam menangkar burung kenari. Cerita yang kita angkat kali ini diharapkan bisa memompa semangat para penangkar burung kenari atau calon penangkar untuk selalu fokus dan serius menekuni usaha.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Sebagaimana kita tahu, booming kenari gede yang biasanya hasil silangan yorkshire (YS) mewabah dí mana-mana. Para breeder berlomba mencetak atau membuat kenari-kenari ukur jumbo hasil silangan induk yorkshire dengan kenari biasa.

Salah satu breeder yang sukses menangkar jenis-jenis tersebut adalah X’To Canary BF. Breeder khusus aneka jenis kenari dan lovebird di wilayah Bondongan Bogor ini tak lain adalah hasil kongsi Ayi Juri dan Tony.

Dengan mengusung bendera X’To Canary (Cristo), mereka sukses mencetak anakan burung dari hasil breeding sendiri. Peminat harus rela antri menunggu dalam daftar inden bila ingin mendapatkan anakan burung dengan kode ring Cristo.

Cerita sukses mereka bermula tiga tahun silam. Sama-sama penggemar burung, Ayi yang sehari-harinya dikenal sebagai juri senior, mengajak Tony karibnya untuk berkongsi menangkar burung. “Waktu itu jenis lovebird dan kenari F1 mulai ramai,” ungkap Ayi membuka kisahnya.

Sama-sama satu visi dan misi, keduanya mulai hunting indukan. Berbekal wawasan ihwal kualitas materi burung, Ayi mulai berburu burung-burung calon indukan. Kenari-kenari prospek termasuk YS unggulan  maupun burung kenari F1 bertrah jawara mulai dikumpulkannya sebagai calon indukan.

Materi unggul

Ayi dan Tony

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Kandang breeding mereka memang tidak terlalu banyak, untuk kenarinya tidak lebih hanya 34 kandang dan puluhan pasang lovebird. Berbekal materi unggulan yang memiliki trah juara, anakan sudah mulai bisa dipanen dan sebagian sudah dipasarkan.

Di antara deretan petak kandang, Ayi dan Tony menyiapkan puluhan betina hasil seleksi. Mulai dari betina YS, F1 dan F2 hingga lokal super. Dipilih yang berkualitas suara bagus, mental yang baik dan fisik sempurna. Umur yang cukup minimal di atas 7-9 bulan.

Betina-betina dipersiapkan untuk dikawinkan tersebut dikumpulkan jadi satu kandang dalam beberapa kandang besar sebelum dipersiapkan ke kandang ternak yang berisi satu burung betina.

Puluhan jantan Yorkshire maupun F1 juga dipersiapkan sebagai pasangan. Tak terkecuali beberapa gacoannya yang sudah banyak prestasi di lapangan juga bertugas sebagai pejantan yang siap mengawini betina-betina siapan.

Lazimnya menangkar kenari, dia menerapkan model poligami. Satu jantan mengawini beberapa betina dengan model sistem kawin cabut. Setelah dikawinkan, jantannya atau betinanya langsung diangkat dipindah ke kandang lain. (Lihat artikel “Sistem penjodohan burung kenari“)

Untuk proses perkawinan, dipilih betina yang sudah siap, yang dilihat dari perilakunya yang memanggil-manggil jantan atau bisa ditandai dari bagian bawah duburnya yang tampak memerah dan terlihat penuh. Calon indukan betina juga biasanya rajin merapikan sarang. ‘

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Kalau ciri-ciri itu sudah nampak, jantan tinggal dimasukan ke dalam sangkar untuk dikawinkan. Karena keduanya sudah siap, tidak lama setelah dimasukkan mereka akan kawin. Biasanya, pagi hari sebanyak 2 kali kawin. (Lihat selanjutnya artikel “Ciri-ciri kenari siap ditangkar”)

Langkah selanjutnya betina diangkat kembali dan ditempatkan di kandang penangkaran yang di dalamnya sudah disediakan kotak sarang lengkap dengan serabut nanas sebagai sarana bertelur.

Sore harinya, kembali betina diangkat untuk dikawinkan dengan jantannya. Dan kembali di jantan mengawini betina sebanyak dua kali. Setelah itu kembali betina dipindah ke kandang. Keesokan harinya keduanya dikawinkan lagi pada pagi dan sore. Dua hari biasanya cukup untuk mengawinkan pasangan untuk bisa berproduksi.

Menggunakan babuan

Menetaskan kenari dengan induk babuan

Indukan betina akan bertelur 2-3 butir. Untuk menggenjot produktivitas, sebagian di antara pengeraman menggunakan babuan alias dierami dengan menggunakan indukan betina kenari lain. Namun, untuk melakukan hal itu membutuhkan waktu yang pas saat induk dan babuan sama-sama bertelur.

Dalam dekapan babuan yang mengeraminya hingga nenetas, anakan dibiarkan diasuh burung hingga umur 3-5 hari, dan selanjutnya dipindah ke boks penghangat atau inkubator untuk diloloh sendiri oleh pemilik.

“Minimal umur 3 hari saya berani angkat, kurang dan itu belum berani karena terlalu berisiko,” jelas Tony yang menangani langsung anakan pasca panen.

Anakan yang sudah dipanen diasuh sendiri, diberikan asupan adonan khusus untuk anakan dan dilolohkan setiap jam menggunakan pipet yang bagian ujungnya diberi selang karet yang lentur.

Pengasuhan anakan hingga umur 22-28 hari atau bisa makan sendini. Burung-burung muda dipisah tersendiri, sesuai pesanan para peminat.

Anakan kenari dari penangkaran Ayi dan Tony

Untuk kebutuhan eksfood, X’To BF meracik sendiri berbahan dasar telur, sayuran dan buah-buahan. Itulah kunci rahasia mereka dalam mendongkrak kualitas burung. Hal itu terbukti efektif; burung Iebih cepat bongsor, sehat dan kondisinya selalu bugar. (Agrobis Burung)

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

-7.550085110.743895