Pernahkah Om dan Tante menjumpai burung kesayangan di rumah mengalami nasib apes: paruhnya patah atau retak? Nasib apes ini jelas sangat mempengaruhi penampilan burung kelas lomba, sehingga upaya reparasi paruh mungkin tak banyak manfaatnya. Tetapi untuk burung penangkaran, dengan tujuan utama menghasilkan anakan kelas lomba, upaya reparasi tetap diperlukan, agar burung nyaman menjalani kehidupannya.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Burung lomba yang paruhnya patah atau retak jelas akan terganggu performanya dalam bernyanyi. Sebab, getaran pita suara yang merambat ke bagian rongga mulut dan dikeluarkan melalui paruhnya akan mengalami perubahan frekuensi. Akibatnya lagu dan irama bisa berubah, serta volumenya jadi tidak sekeras semula.

Jika “momongan” Om dan Tante memiliki trah juara, dan kebetulan harus mengalami nasib seperti itu, sebaiknya burung tetap dipelihara dan bisa dijadikan indukan. Hal ini tidak mempengaruhi kualitas anakan, karena paruh retak atau patah sama sekali bukan merupakan gen yang bakal diwariskan kepada keturunannya.

Oleh sebab itu, sebagian materi dari artikel ini ditulis dalam konteks penangkaran. Tetapi jika kondisi cedera tidak terlalu parah, bisa juga diterapkan pada burung lomba, meski kemungkinan besar tetap akan mempengaruhi kualitas suara burung.

Anatomi dan fungsi paruh burung

Aneka Bentuk Paruh Burung

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Ukuran dan bentuk paruh burung berbeda-beda menurut spesiesnya, juga tergantung jenis makanan yang dikonsumsinya. Paruh burung pemakan serangga umumnya panjang, tipis, dan runcing. Sedangkan burung pemakan biji cenderung pendek dan lebih tebal.

Tetapi apapun bentuknya, paruh terdiri atas paruh bagian atas yang sebenarnya merupakan rahang atas (maksila) dan rahang bawah (mandibula). Setiap rahang memiliki desain tidak lurus betul, tetapi cekung dan berongga, untuk menjaga bobot tubuhnya saat terbang.

Ada dua lubang pada paruh burung yang disebut nares, atau bisa juga disebut lubang hidung (nostril), yang menghubungkan ke paruh dalam yang cekung, kemudian ke sistem pernapasan.

Permukaan luar paruh diliputi oleh selubung tanduk tipis dari keratin yang disebut ramfoteka. Di antara lapisan luar yang keras dan tulang terdapat lapisan vaskuler yang memuat pembuluh darah dan akhiran saraf. Dari sini bisa dipahami bahwa paruh memiliki hubungan dengan jaringan pembuluh darah dan saraf.

Adapun fungsi paruh sangat beragam, antara lain sebagai alat untuk menjangkau makanan, membunuh mangsa, memanipulasi objek, berpacaran dengan pasangannya, hingga memberi makanan kepada anak-anaknya.

Beberapa penyebab cedera paruh

Banyak faktor yang menyebabkan paruh burung sampai patah atau retak. Misalnya, burung terlalu giras (hiperaktif) atau justru ketakutan, sehingga terbang kesana kemari di dalam sangkar sampai akhirnya menabrak benda keras di sekitarnya, seperti jeruji sangkar, tangkringan, atau bahkan wadah pakan dan wadah air minum.

Di dalam kandang penangkaran, cedera pada paruh juga bisa disebabkan burung menabrak dahan atau ranting pohon yang ada di dalam kandang. Bisa juga menabrak kotak sarang saat burung mau menyusun bahan sarang atau hendak bertelur.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Jika dipelihara dalam kandang ombyokan (koloni), cedera paruh juga mungkin terjadi akibat perkelahian antara burung yang satu dan burung yang lainnya.

Seperti dijelaskan sebelumnya, paruh mempunyai hubungan dengan pembuluh darah dan akhiran saraf. Jika burung mengalami keretakan pada paruhnya, apalagi sampai patah, tentu dia akan kesakitan seperti manusia mengalami sakit gigi atau gigi patah.

Jika patahan terlalu dalam, bahkan bisa mengakibatkan pendarahan dan infeksi. Selain itu, burung juga akan kesulitan makan, minum, dan berkicau tentunya. Karena itu, perlu tindakan cepat dan tepat agar burung bisa menjalankan kembali aktivitasnya seperti sebelum cedera.

Burung yang paruhnya patah memang tidak bisa tumbuh lagi secara normal, apalagi dalam waktu yang singkat. Dibutuhkan waktu lama untuk mengembalikan kondisinya dan tentu saja hal ini harus dibarengi dengan pemberian vitamin dan nutrisi yang bermanfaat bagi pertumbuhan tulang termasuk paruhnya.

Pertolongan pertama

Berikut ini beberapa tindakan yang bisa diambil apabila burung mengalami kejadian seperti patah paruh:

Dokter hewan sedang menyambung paruh yang patah (Foto: libertywildlife.blogspot.com)
  • Jika paruh yang patah tidak begitu mengganggu aktivitas burung, saran Om Kicau adalah biarkan saja selama burung masih bisa makan, minum, dan  berkicau seperti biasanya.
  • Namun jika cedera tersebut menyebabkan aktivitas burung terganggu, misalnya kesulitan makan dan minum, serta kualitas suaranya berubah drastis, sebaiknya segera dibawa ke dokter hewan untuk diambil tindakan terbaik.
  • Dokter hewan biasanya akan menambahkan bagian paruh dengan mengelem bagian yang patah dengan tulang yang dicetak atau gips yang digunakan untuk menambal gigi (dental cement). Namun semua itu tergantung dari tingkat cedera yang dialami burung tersebut.

Note: Jangan sekali-sekali mencoba mengelem sendiri paruh burung yang patah dengan lem super yang banyak dijual di warung / toko, karena lem tersebut mengandung zat kimia yang berbahaya jika tertelan atau aromanya terhirup burung.

  • Sediakan kulit kerang yang kaya kalsium di dalam sangkar atau kandang, agar burung yang paruhnya patah bisa mengasah sendiri paruhnya dengan kulit kerang tersebut.
  • Jika paruh burung mengucurkan banyak darah (mengalami pendarahan), segera olesi bagian paruh yang berdarah itu dengan sabun mandi agar darah tidak mengucur lagi, sebelum mengambil tindakan selanjutnya, yaitu memberikan pertolongan pada paruhnya.

Pada beberapa kasus, burung yang patah paruhnya namun tidak telalu parah, masih bisa tumbuh lagi dalam rentang waktu tertentu, tergantung asupan mineral dan vitamin yang dibutuhkan burung.

Lalu bagaimana dengan paruh burung yang membengkok atau melengkung? Ada yang bilang posisinya bisa dikembalikan dengan jalan dipanasi. Sebaiknya jangan dilakukan, karena hal ini justru akan menyakiti burung dan bisa membuatnya stres / trauma. Jika bengkoknya tidak mengganggu, atau burung masih bisa makan, minum serta berkicau seperti layaknya burung normal, hal tersebut tidak menjadi masalah.

Apabila kualitas suara burung benar-benar menurun drastis akibat patah paruh, disarankan untuk dijadikan indukan saja. Apalagi jika burung tersebut pernah berprestasi di arena lomba. Percayalah, anak atau cucunya kelak akan mewarisi kehebatannya, dan sama sekali tidak akan mewarisi paruhnya yang patah.

Untuk memperkuat paruhnya, sehingga tidak mudah retak apalagi patah saat terjadi benturan, pastikan asupan mineralnya cukup, terutama yang mengandung kalsium (Ca) dan fosfor (P). Banyak bahan pakan yang bisa dijadikan sumber mineral, seperti kulit kerang, cangkang telur yang ditumbuk, dan sebagainya. Kalau mau yang pasti dan aman, gunakan saja BirdMineral untuk memperkuat struktur paruh.

Semoga bermafaat.
Salam sukses untuk Anda, salam sukses dari Om Kicau.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.