Perawatan terhadap burung murai batu dalam kondisi mabung, ngurang, atau molting jelas berbeda dari perawatan harian. Dibutuhkan perhatian lebih ekstra terhadap burung pengicau terbaik di dunia ini (the best song bird in the world). Tentang perawatan murai batu mabung, Om Kicau sudah menjelaskannya di sini. Artikel kali ini ditulis oleh Om Andri Vegasus BF, berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya sebagai pengelola Vegasus Bird Farm Bandung.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

OM ANDRI VEGASUS

Mabung atau ngurak atau molting merupakan sebuah proses alami pergantian bulu dari bulu tua ke bulu baru. Umumnya, proses mabung murai batu hasil tangkapan hutan yang kita pelihara di rumah mengikuti pola mabung burung tersebut di habitat aslinya, yaitu hutan, di mana pakan tersedia secara berlimpah. Murai batu secara naluri siap untuk melakukan pergantian bulu dan dilanjutkan dengan proses perkembangbiakan.

Tetapi untuk murai batu yang kita pelihara sejak kecil / piyikan, dan berasal dari hasil penangkaran, siklus mabungnya terkadang menyimpang dari pola mabung murai batu di hutan. Terkadang bisa lebih cepat, tapi sebaliknya bisa juga lebih lama, tergantung penempatan kandang, intensitas cahaya, serta pengaturan pola makanan. Namun secara umum pergantian bulu ini terjadi satu kali dalam setahun.

Bagi kicaumania, peristiwa di mana burung mabung memang merupakan masa-masa yang membosankan, tetapi bisa juga saat yang ditunggu tunggu. Datangnya mabung merupakan saat yang baik untuk melakukan setting ulang seekor murai batu, di mana baik dan buruknya tergantung dari perawatannya saat mabung.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Rawatan murai batu saat mabung

Berikut ini beberapa poin penting yang mesti diperhatikan dalam rawatan murai batu saat mabung:

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

  1. Kondisikan murai batu dalam suasana yang tenang. Untuk sementara, jauhkan dulu dari suara-suara bising, terutama suara knalpot kendaraan bermotor atau suara mesin yang keras.
  2. Kerodong bisa digunakan jika kita tidak memiliki tempat khusus. Namun jika Anda memiliki ruangan khusus di dalam rumah yang sepi dari gangguan, kerodong cukup digunakan setengah saja, kecuali pada malam hari sebaiknya full kerodong.
  3. Usahakan sangkar terhindar dari pengaruh angin kencang, cuaca dingin / panas berlebihan, serta udara yang pengap. Ini bisa dilakukan dengan mengatur posisi penggantangan dan penempatan burung.
  4. Cukupi kebutuhan nutrisi dengan memperbanyak EF (jangkrik, belalang, kroto, dsb). Pemberian konstan, namun tidak berlebihan.
  5. Mandi dan jemur tetap dilakukan. Mandi cukup 1 – 2 kali dalam seminggu. Biarkan burung mandi sendiri, jangan dipaksakan. Penjemuran dilakukan setiap hari, namun intensitasnya dikurangi. Cukup jemur di pagi hari saja, sekitar pukul 06.30 hingga 07.30, dengan lama penjemuran cukup 5 menit saja.
    Mandi berguna untuk membersihkan kotoran yang ada pada bulu-bulu burung, terutama sisa-sisa zat lilin yang masih melekat. Adapun penjemuran berguna untuk mencukupi kebutuhan provitamin D, sekaligus menghindari parasit yang biasanya menempel pada bulu burung.
  6. Jaga kebersihan sangkar, wadah pakan dan isinya, wadah air minum dan isinya, serta kebersihan cepuk ekstra fooding (EF) dan isinya. Ini bisa dilakukan sebelum burung dijemur.
  7. Gunakan satu tangkringan saja agar burung tidak terlalu aktif bergerak.
  8. Mabung adalah saat yang baik untuk memaster murai batu dengan suara-suara burung lain, dengan tetap mengatur penempatannya agar tidak saling melihat dulu.
  9. Seluruh rangkaian proses molting, mulai dari rontok bulu pertama sampai tuntas pergantian bulu baru, biasanya berlangsung sekitar 3 bulan dengan tambahan waktu 1-2 bulan untuk proses pengeringan bulu baru.

Yang perlu dihindari saat mabung

  1. Jangan pernah iseng menangkap / memegang murai batu saat proses mabung belum tuntas.
  2. Hindari menggantung di bawah asbes / seng yang bisa menghantarkan panas berlebih.
  3. Jauhkan burung dari embusan angin, terutama angin malam.
  4. Mengurangi EF sangat tidak dianjurkan. Mengkonsumsi vitamin boleh, tetapi jangan berlebihan (sesuai takaran).
  5. Menumpuk kotoran dan selalu dikerodong juga kurang baik. Sesekali kerodong dibuka 1/4 bagian, agar sirkulasi udara tetap terjaga, namun murai batu tetap tenang.
  6. Jangan pernah iseng untuk memancing murai batu yang masih proses mabung untuk fight dengan murai batu lainnya.
  7. Jangan pernah memandikan burung dengan cara disemprot, jika kita tidak pandai menggunakannya atau mengetahui cara penyemprotan yang benar. Kalaupun harus disemprot, gunakan semprotan dengan cara diembunkan saja.

Demikian sedikit proses penanganan untuk murai batu saat dalam proses pergantian bulu . Poin utamanya di sini adalah mengkondisikan burung mabung selalu dalam kondisi tenang, nyaman, kecukupan nutrisi dan proses pembelajaran dengan cara memperbanyak materi masteran yang pas sesuai dengan karakter suara murai batu itu sendiri.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

00