Samyong (Pachycephala nudigula) merupakan burung endemik di Nusa Tenggara. Ada dua subspesies / ras, yaitu Pachycephala nudigula nudigula yang hidup di Pulau Flores (NTT), serta Pachycephala nudigula ilsa yang dijumpai di Pulau Sumbawa (NTB). Di daerah asalnya, burung ini lebih popular dengan sebutan garugiwa. Samyong dikenal pula sebagai burung 1001 suara, karena kepintarannya dalam menirukan suara burung lain. Kepintarannya disejajarkan dengan cucak hijau. Jika dirawat dengan baik, burung ini bukan hanya bisa meniru suara burung lain, tetapi juga bisa dijadikan burung master andalan.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Burung samyong atau burung garugiwa.

Satu-satunya kelemahan dari burung samyong adalah kurang bisa beradaptasi dalam pemeliharaan di dalam sangkar. Banyak kicaumania yang mengeluhkan samyongnya susah dirawat, bahkan cepat mati, apalagi kalau masih bakalan atau muda hutan.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

Perlu diketahui, perawatan samyong sebenarnya sama seperti merawat murai batu. Mulai dari pemberian voer, extra fooding (EF), hingga perawatan lain seperti mandi dan jemur. Hal inilah yang kerap diabaikan oleh para pemilik samyong, yang menganggap perawatannya sama seperti perawatan burung kicauan non-murai batu.

Perawatan bakalan pun mirip dengan perawatan bakalan burung murai batu. Butuh waktu cukup lama untuk membiasakannya makan voer. Selain itu, pemberian pakan hidup yang bervariasi juga menjadi kunci utama dalam perawatan samyong agar bisa bertahan hidup lebih lama.

Jika Anda membeli samyong bakalan di pasar burung, terlebih yang belum ngevoer, maka burung perlu dilatih dulu agar mau menerima pakan kering tersebut. Panduan mengenai cara melatih samyong agar mau makan voer bisa dilihat kembali di sini.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Perawatan harian samyong tak bisa lepas dari pemberian kroto dan jangkrik. Ini harus rutin diberikan selama perawatannya. Kroto bisa diberikan sebanyak satu cepuk setiap pagi hari. Sedangkan jangkrik bisa diberikan minimal 3 ekor pada pagi dan sore hari.

Serangga lain seperti belalang dan ulat hongkong bisa juga diberikan sebagai variasi EF, sekaligus melengkapi kebutuhan proteinnya.

Banyak penggemar burung yang sukses merawat samyong merekomendasi pemberian multivitamin. Bahkan, menurut mereka, pemberian vitamin pada samyong memberi peluang burung hidup lebih lama, dan lebih fit daripada burung yang tidak pernah diberi asupan multivitamin. Jika Anda memakai BirdVit untuk samyong di rumah, frekuensi pemberiannya cukup tiga kali dalam seminggu.

Kesimpulannya, dalam merawat samyong agar mampu bertahan hidup lebih lama dalam sangkar peliharaan, maka perawatan yang diberikan harus sama seperti merawat murai batu. Kebutuhan EF seperti kroto dan jangkrik harus selalu tersedia setiap hari. Yang tak kalah penting, berikan multivitamin secara rutin sehingga burung lebih sehat, lebih aktif, dan lebih cepat merekam suara sekitarnya dengan cepat, sehingga menjadi lebih rajin berkicau.

Memaster atau dimaster

Suara kicauan samyong memang memiliki tekanan dan irama lagu yang sama dengan suara kicauan murai batu. Bahkan keduanya bisa saling memaster. Yang menarik di sini adalah suara kicauan samyong ternyata mampu merangsang murai batu untuk membalas kicauan tersebut, begitu juga sebaliknya.

Bisa dikatakan, samyong merupakan burung masteran yang bisa dimaster. Karena itulah, burung ini menjadi incaran para kicaumania di Indonesia, apalagi jika sudah memiliki banyak lagu dan rajin berkicau.

Video samyong, variasi kicauan di alam

Video samyong yang memiliki banyak isian

Audio samyong masteran    l    Download

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.