Pamor burung cucak hijau kini terus melambung. Burung ini makin banyak dicari orang, karena kepintarannya dalam meniru suara burung lain secara cepat. Gaya tarungnya yang khas, yaitu ngejambul dan ngentrok, juga membuat banyak kicaumania tergoda untuk memeliharanya. Namun harus diakui, tidak semua individu cucak hijau memiliki gaya yang ngentrok dan ngejambul. Jadi, semua ini tergantung dari karakter serta pola rawatan yang diberikan kepada cucak hijau tersebut.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Cucak hijau

Di balik kelebihan burung ini, ternyata cucak hijau memiliki sifat yang bisa dibilang cukup menjengkelkan, terlebih jika sedang dalam kondisi terlalu birahi maupun terlalu jinak. Dalam kondisi tersebut, cucak hijau biasanya akan memelet-meletkan lidahnya jika diberi siulan atau melihat pemiliknya memainkan tangannya di depannya.

Jika sifat tersebut muncul, biasanya burung tidak dapat tampil secara maksimal di arena lomba, bahkan seringkali mengurangi kegacorannya.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

Burung yang manja, alias super-jinak, memang menarik bagi kita dalam hal tertentu. Misalnya memudahkan kita saat berinteraksi langsung dengan burung. Kita dengan mudah memancingnya agar mau berkicau, dan sebagainya.

Namun kemanjaan pada cucak hijau memiliki perbedaan dari jenis burung kicauan lainnya seperti murai batu, ciblek, dan burung petarung lainnya. Sifat manja dan terlalu jinak pada cucak hijau memang lebih mirip dengan burung kacer yang manja dan jinak. Dampaknya, burung tidak bisa maksimal saat tampil di lapangan. Bahkan sifat manja itu terkadang memunculkan beberapa perilaku buruk lainnya.

Dalam beberapa kasus, sifat manja yang tak segera diantisipasi bisa memunculkan perilaku “mendadak galak“. Saat itu, cucak hijau terlihat garang, dengan kepala ngejambul, atau terkadang dengan gaya ngentrok, sambil mengejar-ngejar pemiliknya. Akibatnya, burung sering menabrak jeruji sangkar (ngeruji).

Jika kita memasukkan tangan ke dalam sangkar, cucak hijau yang “mendadak galak” akan langsung mematuki tangan kita dengan liar.

Apa yang menyebabkan cucak hijau berperilaku demikian? Salah satu sebabnya adalah karena burung terlalu manja, ditambah kondisinya yang over birahi. Suatu keti,a burung seperti “tersadar” dan berperilaku normal, namun kemudian kembali lagi dengan sifat manjanya.

Berikut ini, beberapa faktor pemicu yang sering menyebabkan cucak hijau berperilaku “mendadak ganas” :

  • Burung yang manja atau terlalu manja.
  • Burung yang kondisi birahinya berlebihan (over birahi)
  • Pemilik karang, lalai, atau tidak teratur dalam memberikan buah-buahan (misalnya pisang kepok).
  • Pemilik jarang, lalai, atau tidak pernah memberikan penjemuran secara cukup.
  • Pemilik sering mengganti merek dan / atau warna voer. Perlu diingat, sebagian pemilik tidak pernah memberikan voer kepada cucak hijau.

Dari beberapa faktor pemicu di atas, yang paling sering terjadi adalah burung terlalu manja. Hal ini biasanya karena burung yang sering digoda atau dipancing untuk berkicau, misalnya melalui siulan atau cetrekan. Jika terjadi pada burung lomba, hal ini biasanya akibat over birahi.

Di kalangan pemain, cucak hijau memang dikenal sebagai burung yang mudah berubah kondisi birahinya. Itu sebabnya, jarang sekali (bukan berarti tidak ada) ada cucak hijau yang mampu mempertahankan kestabilan prestasinya selama dua tahun atau lebih (cek artikel Pasang surut prestasi cucak hijau).

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Para pemain cucak hijau pun memiliki tips atau rahasia perawatan masing-masing, terutama untuk mengatur kondisi birahi burung. Misalnya melalui pengaturan buah, melalui kombinasi pisang – apelterapi umbar dan belimbing, dan sebagainya.

Untuk mengatasi cucak hijau yang mendadak ganas memang diperlukan perawatan secara tepat, agar burung bisa kembali normal yang pada akhirnya bisa tampil lebih maksimal baik di rumah maupun di lapangan.

TIPS MENGATASI CUCAK HIJAU YANG TERLALU MANJA

Burung yang terlalu manja cenderung memiliki sifat berubah-ubah. Di satu sisi burung dapat menjadi gacor, tetapi di sisi lain burung menjadi kurang optimal, bahkan menampilkan perilaku buruk seperti dijelaskan di atas.

Jika kondisi tersebut menimpa cucak hijau Anda, maka beberapa metode di bawah ini bisa diterapkan dengan harapan burung akan melupakan sifat manjanya dan bisa berkicau lebih rajin dan maksimal.

1. Ganti buah yang diberikan

Dalam terapi ini, pemberian buah pisang bisa dihentikan sementara, diganti dengan pepaya selama beberapa hari (misalnya 3 – 4 hari).

Pada masa terapi ini, hindari memancing-mancing burung yang hanya membuatnya makin manja. Misalnya bersiul di hadapannya, atau memainkan tangan di depan sangkarnya.

Secara umum, burung akan kembali normal setelah beberapa hari menjalani terapi ini. Setelah pulih, pisang kepok warna putih bisa diberikan kembali. Lebih baik lagi jika pisang diolesi dengan madu (tipis saja).

2. Stop pemberian jangkrik 

Saat menjalankan terapi pemberian buah pepaya, Anda juga bisa menyetop sementara pemberian jangkrik. Extra fooding (EF) ini bisa diberikan lagi ketika kondisi burung sudah pulih.

3. Burung disendirikan

Gantung burung di lokasi yang tenang dan jauh dari keberadaan burung lain, yang bisa saja memicu kondisi di atas.

4. Memberi terapi kejut

Biasanya burung manja akan mengembungkan badan dan memeletkan lidahnya begitu melihat pemiliknya menghampirinya. Pada saat itu, kita bisa memberikan terapi kejut dengan menepuk sangkarnya (tapi jangan  terlalu kencang), setiap kali burung memeletkan lidahnya didepan kita.

Tepuk pinggiran sangkarnya dengan tangan, sampai hingga burung terdiam. Lakukan hal ini setiap kali Anda lewat di hadapanya, dan burung menunjukkan perilaku melet-melet tersebut.

5. Penjemuran secara cukup

Burung yang terlalu jinak, jika tidak pernah diberikan penjemuran secara cukup, akan membuat mereka lebih sering menunjukan sifat manjanya dengan cara-cara yang sudah disebutkan di atas.

Biasakan untuk menjemur burung pada pagi hari selama 2-3 jam. Biasanya burung yang jarang dijemur akan langsung “mandi matahari” dengan memiringkan tubuh dan mengangkat sebelah sayapnya.

6. Terapi kandang umbaran

Jika memiliki kandang umbaran, Anda bisa memasukkan cucak hijau bermasalah ke dalam kandang tersebut. Hal ini bisa dilakukan setiap hari selama masa perawatan. Bisa juga hanya dimasukkan dalam kandang umbar setiap sore, dengan durasi 1-2 jam saja.

7. Berikan mandi rutin

Mandi secara rutin sangat diperlukan untuk menenangkan burung yang sedang over birahi. Cucak hijau yang over birahi karena terlalu manja bisa dimandikan dalam karamba atau bak mandinya dimasukkan ke dalam sangkar. Jangan memandikannya dengan cara disemprot menggunakan sprayer.

Cucak hijau yang terlalu manja, sehingga membuatnya jarang berkicau dan selalu menunjukan perilaku melet, atau sering mengembangkan bulu-bulu tubuhnya (ngebalon), bagi sebagian kicaumania dianggap sebagai gaco yang sudah rusak dan tidak bisa diandalkan untuk lomba. Namun bukan berarti burung tak bisa disembuhkan. Dengan perawatan tepat dan mencoba beberapa terapi di atas, bukan tidak mungkin cucak hijau akan kembali pulih seperti sediakala.

Itulah beberapa metode yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi cucak hijau yang terlalu manja. Semoga bisa bermanfaat bagi para ijo mania di manapun berada. Jika Anda mempunyai metode lain yang belum disebutkan dalam artikel ini, silakan jelaskan dalam boks komentar di bagian bawah halaman ini.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.