Burung cica koreng jawa / striated grassbird (Megalurus palustris) termasuk salah satu jenis burung Warbler Dunia Lama, yang dikenal mempunyai suara kicauan merdu. Di Indonesia, burung ini memiliki habitat di Jawa dan Bali (ras palustris). Burung dari keluarga Sylvidae ini masih berkekerabat lumayan dekat dengan burung sejenis perenjak dan ciblek dari genus Megalurus. Penampilannya mirip dengan ciblek gunung (cigun), tapi ekornya lebih panjang, warna lebih mencolok, dan ukuran tubuhnya pun lebih besar daripada burung ciblek dan sejenisnya.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Cica koreng jawa; Posturnya lebih besar daripada keluarga Sylvidae lainnya.

Akhir-akhir ini, burung cica koreng jawa sering dijual di pasar burung. Ukurannya yang lebih besar daripada burung sejenis ciblek membuat banyak kicaumania penasaran ingin mendengar suaranya. Tidak sedikit pula yang ingin memeliharanya di rumah.

Meski pemalu dan jarang berbunyi, jika dipelihara dalam sangkar dan dirawat dengan baik juga bisa berkicau dengan merdu, serta dapat dijadikan masteran bagi burung peliharaan lainnya. Sebab, selain memiliki suara tembakan khas seperti burung ciblek dan sejenisnya, tembakannya terdengar sangat rapat dan kencang.

Secara umum, cica koreng jawa yang bisa bersuara lantang dan memiliki irama kicauan bervariasi adalah yang berkelamin jantan. Jadi, mau tak mau harus bisa membedakan jenis kelamin (sexing) burung ini. Tetapi, tidak mudah untuk melakukan sexing, karena cica koreng jawa termasuk burung monomorfik: penampilan burung jantan dan dewasa hampir sama.

Menyadari hal ini, maka yang bisa kita lakukan adalah menunggu burung ini hingga dewasa. Kalau burung bisa berkicau, berarti jantan. Kalau burung bertelur, tentu betina (he.. he..). Jika membeli lebih dari 3 ekor, sexing saat dewasa menjadi lebih mudah, dengan mengamati perilakunya menjelang kawin. Sebab, cica koreng jawa memiliki ritual menjelang kawin, dimulai dari perkenalan. Lihat rekam gambar di bawah ini:

Sepasang cica koreng jawa sedang melakukan ritual perkenalan menjelang kawin.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Ras dan wilayah persebaran

Perlu diketahui, cica koreng jawa hanya salah satu spesies dari burung cica koreng. Sebab ada dua spesies lain yang juga termasuk cica koreng, yaitu :

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

  • Cica koreng timor / tawny grassbird (Megalurus timoriensis)
  • Cica koreng kecil  / little grassbird (Megalurus gramineus)

Nah, cica koreng jawa atau striated grassbird (Megalurus palustris) terdiri atas tiga subspesies / ras, dengan wilayah persebaran yang berbeda pula, yaitu :

  1. Megalurus palustris toklao : habitat di wilayah timurlaut Pakistan (Punjab timur) melintasi India utara dan Nepal selatan, sampai timurlaut India (Assam, Nagaland, Manipur, Arunachal Pradesh selatan), Myanmar, China selatan (Yunnan, selatan Guizhou, Guangxi), wilayah timurlaut Thailand, Kamboja, Laos utara, dan Vietnam.
  2. Megalurus palustris forbesi : habitat di Filipina dan Sabah (timurlaut Kalimantan).
  3. Megalurus palustris palustris : habitat di Pulau Jawa dan Bali.

Perawatan cica koreng jawa

Sebagaimana perawatan burung ciblek dan perenjak, perawatan harian cica koreng jawa pun tidak lepas dari pemberian kroto dan penjemuran rutin agar burung selalu sehat dan rajin berbunyi.

Spesies ini termasuk burung pemakan serangga, terutama laba-laba kecil yang sering terdapat di semak belukar dan serangga-serangga liar yang terdapat di rerumputan.

Cica koreng jawa sering terlihat terbang rendah. Meski memiliki tubuh bongsor atau berukuran besar, namun sebagaimana jenis ciblek dan perenjak lainya, cica koreng jawa juga rentan terhadap penyakit dan perubahan suhu yang akan menyebabkannya sering nyekukruk.

Karena itu, penjemuran harus dilakukan secara rutin, setidaknya 2-3 jam sehari. Ppemberian multivitamin juga sangat membantu mendukung ketahanan tubuhnya dari berbagai macam penyakit yang sewaktu-waktu mengintainya.

Untuk burung yang baru didapatkan dari pasaran, sebaiknya harus dilatih makan voer terlebih dahulu. Sebab hampir semua cica koreng jawa yang ada di pasar burung adalah hasil tangkapan hutan, yang rata-rata belum mengenal voer, sehinga perlu dilatih terlebih dulu.

Burung yang sudah rajin bunyi tentu akan memiliki harga cukup tinggi daripada burung bakalan. Oleh karena itu, perawatan harian harus ditekankan dengan mengutamakan pemberian kroto, belalang, atau jangkrik. Tips lain yang bisa diterapkan agar burung rajin ngoceh adalah penjemuran rutin dan memancingnya dengan suara kicauan / suara panggilan dari burung sejenis.

Suara burung cica koreng jawa

Berikut beberapa suara kicauan burung cica koreng yang bisa Anda dengarkan dan download, untuk melatih burung kesayangan Anda atau sekadar referensi:

1. Suara panggilan cica koreng jawa | Download

2. Suara kicauan cica koreng jawa | Download

3. Suara kicauan dari 2 ekor cica koreng jawa | Download

Video burung cica koreng jawa

Untuk melengkapi pengetahuan kita bersama, berikut ini video burung cica koreng jawa (Megalurus palustris) yang diunggah di youtube.

—-

—-

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.