Meski berkerabat dekat dengan perkutut lokal maupun perkutut bangkok, dan sama-sama berasal dari genus / marga Geopelia, penampilan fisik diamond dove (Geopelia cuneata) terlihat jauh berbeda. Spesies ini berasal dari Australia, terutama di wilayah utara, tengah, dan barat. Tidak heran jika burung ini disebut juga sebagai perkutut australia. Beberapa penggemar burung di Indonesia menyebutnya ketitir bali. Suaranya yang agak lembut bisa menjadi klangenan alternatif, apalagi burung ini mudah sekali dikembangbiakkan atau diternak.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Selain bisa dijadikan klangenan alternatif, perkutut australia juga bisa dimanfaatkan sebagai babu, induk asuh, atau baby sitter bagi telur dan anakan perkutut lokal, perkutut bangkok, maupun derkuku.

Warnanya yang unik juga bisa dijadikan eksperimen bagi para breeder perkutut, misalnya dikawinsilangkan dengan perkutut bangkok, sehingga akan dihasilkan perkutut hibrida / mule yang jarang dimiliki orang lain, baik dari aspek warna maupun suara.

Diamond dove cukup popular di Australia dan Eropa.

Selain popular di negerinya sendiri, Australia, diamond dove atau perkutut australia ini juga cukup terkenal di sejumlah negara Eropa. Berdasarkan literatur, burung ini masuk ke Eropa pada akhir tahun 1800 dan mulai dikembangbiakkan di kebun binatang London, Inggris, awal tahun 1861.

Bahkan di Denmark dan Prancis, perkutut australia menjadi salah satu burung piaraan paling popular. Para penangkar berlomba-lomba menciptakan warna-warna baru, sehingga kini tercatat ada 27 jenis warna hasil pengembangbiakan perkutut tersebut.

Membedakan jantan dan betina

Sebagaimana perkutut bangkok dan perkutut lokal, sexing (membedakan jenis kelamin)  perkutut australia bisa dilakukan dengan mencermati postur tubuh dan capit udangnya. Namun, pada perkutut australia, masih ada beberapa tengara lain untuk membantu melakukan sexing, yaitu:

1. Warna bulu di bagian kepala

Pada burung jantan. warna bulu di bagian kepala terlihat lebih terang daripada burung betina.

Perbedaan warna bulu kepala pada burung jantan (atas) dan betina (bawah).

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

2. Lingkaran / cincin mata

Pada burung jantan. bagian mata dikelilingi lingkaran / cincin berwarna merah-oranye yang lebih besar dan lebih tebal daripada burung betina.

Selain itu, bentuk paruh burung jantan terlihat membulat, adapun pada burung betina cenderung lancip.

Lingkaran mata pada burung jantan (kiri) lebih besar dan tebal daripada betina.

3. Punggung dan leher

Pada burung betina, warna bulu di bagian punggung dan lehernya lebih dominan kecokelatan daripada burung jantan. Artinya, bulu-bulu burung jantan di kedua bagian tersebut terlihat lebih terang.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Warna punggung burung jantan (kiri) lebih terang daripada betina.

Panduan awal penangkaran perkutut australia

Perawatan perkutut australia sama seperti perkutut atau derkuku. Demikian pula soal pakan. Jadi, kali ini kita langsung fokus ke penangkarannya, meski artikel ini sifatnya masih sebatas panduan awal.

Penangkaran bisa dilakukan dalam sangkar harian (sangkar gantung) maupun dalam kandang penangkaran, termasuk kandang aviary yang banyak digunakan para penangkar perkutut bangkok.

Induk perkutut mengerami telurnya.

Proses penjodohan perkutut australia tidak jauh berbeda dari cara menjodohkan perkutut lokal, perkutut bangkok, derkuku, juga burung kicauan. Artinya, burung jantan dan burung betina dimasukkan dalam sangkar berbeda, kemudian kedua sangkar didempetkan selama 3 – 14 hari, sampai terlihat tanda-tanda burung saling mendekat, termasuk saat istirahat atau tidur.

Untuk mempercepat penjodohan, meningkatkan kesuburan organ reproduksinya, meningkatkan daya tetas, dan menjaga kualitas kesehatan anakannya jika sudah menetas, Anda bisa menggunakan BirdMature selama proses penjodohan.

Dosisnya dua kali lipat dari burung kicauan, karena postur tubuh perkutut juga lebih besar daripada sebagian besar burung kicauan. BirdMature tetap diberikan sampai burung sudah disatukan dalam kandang breeding, dan baru dihentikan apabila induk sudah mengerami telurnya.

Pada awal perkawinan, burung jantan biasanya mencari lokasi untuk tempat bersarang. Setelah itu, dia mulai memanggil burung betina dengan mengeluarkan suara panggilan beberapa kali. Ini merupakan isyarat agar betina menghampirinya dan mau membangun sarang bersamanya.

Jika rayuannya berhasil, maka burung betina mulai mengatur sarang. Adapun burung jantan bertugas membawa bahan / material sarang seperti jerami dan ranting kecil ke tempat sarangnya.

Setelah itu, burung jantan akan berada di dasar kandang, dan memulai ritual perkawinan dengan membungkukkan badan, mengipaskan ekornya, dan menyentuhkan paruh ke dasar kandang. Selanjutnya, dia mulai bersuara di depan betinanya.

Hal tersebut dilakukan berulangkali, sampai akhirnya terjadi perkawinan, di mana burung jantan akan naik ke punggung betina. Terkadang urutan ritual perkawinan tidak persis seperti itu. Misalnya burung jantan terlihat membusungkan dadanya di depan betina, kemudian mengawini pasangannya. Atau, si jantan mengawalinya dengan melolohkan pakan kepada burung betina, kemudian kawin.

Perkutut australia betina akan bertelur sebanyak dua butir, berwarna putih, dan akan dierami selama 13 – 14 hari. Siapa yang mengerami? Induk jantan dan betina akan mengerami telur-telur tersebut secara bergantian. Biasanya, induk jantan mengerami telur pada siang hari, sedangkan malam hari giliran si betina. Terkadang kedua induk sama-sama mengerami telurnya, terutama menjelang menetas.

Anakan yang menetas akan memiliki bulu komplet pada umur 1 minggu. Setelah itu, ketika berumur 12 – 14 hari, abajab sudah bisa keluar dari sarangnya dan belajar terbang.

Hingga dua minggu pertama, mereka masih diloloh induknya. Induk memberi makan mereka dengan cara memuntahkan pakan yang telah dicernanya di tembolok, kemudian dimasukkan ke paruh anaknya. Anakan sudah bisa makan sendiri ketika umurnya 2 minggu.

Perkutut australia sesekali terlihat di sejumlah pasar burung di Jawa dan Bali. Terkadang mereka dijumpai dalam jumlah banyak di kandang ombyokan, dan umumnya merupakan burung hasil penangkaran. Namun, di lain waktu, mereka tak terlihat lagi di pasar burung.

Fakta tersebut menandakan konsistensi produksi belum lancar, dan jumlah penangkar pun relatif terbatas. Nah, ini juga bisa menjadi peluang bisnis yang bisa Anda tembus, baik penangkar perkutut yang sudah eksis di jenis bangkok atau lokal, maupun Anda yang ingin mencoba menangkarnya.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.