Om Slamet, warga Perumahan Kota Baru, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, merupakan salah seorang pengorbit cucak hijau jawara. Ia sudah menggeluti burung ijo ini sejak duduk di bangku SMP. Banyak “rahasia” tentang cucak hijau yang dikuasainya, dan perlu disebarluaskan kepada para penggemar khususnya pemula. Sebagian materi mungkin bersifat debatable, namun tidak perlu diperdebatkan. Sebab ini soal kebiasaan yang seringkali membuat seseorang menjadi bisa / berpengalaman.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Pamor cucak hijau terus melambung.

Om Slamet sering menangani cucak hijau sejak anakan, dan mengorbitkannya menjadi jawara. Tidak terhitung lagi berapa cucak hijau jawara yang moncer dari tangannya dan sudah berpindah tangan ke sejumlah kolektor dan pemain cucak hijau papan atas.

Perlu diketahui, seluruh materi dalam artikel ini bersumber dari Tabloid Agrobur No 698 – Minggu I Oktober 2013. Om Kicau hanya melakukan rekonstruksi naskah dan editing seperlunya. Bagi sobat kicaumania yang belum mengoleksi edisi terbaru Tabloid Agrobur, buruan ke kios majalah / tabloid terdekat, karena banyak artikel menarik dalam edisi tersebut.

Berikut ini, tujuh rahasia cucak hijau versi Om Slamet yang layak menjadi pengetahuan kita bersama.

1. Tangkringan tunggal agar burung jinak

Meski cucak hijau lebih gampang dijinakkan, namun diperlukan tips tertentu. Apalagi jika cucak hijau bakalan baru diperoleh dari tangkapan hutan. Bagaimanapun, cucak hijau bakalan cenderung girasm karena takut dengan lingkungan baru, juga manusia yang baru dikenalnya.

Biasanya, Om Slamet mengawalinya dengan memberi tangkringan tunggal, sampai burung benar-benar mengenal perawatnya. “Apabila cucak hijau sudah bunyi, baru kita pasang dua tangkringan,” tuturnya.

2. Terapi cabut bulu ekor

Ketika memperoleh bakalan cucak hijau, Om Slamet biasanya mencabuti bulu ekor burung yang baru tumbuh. Untuk apa? “Tujuannya agar pertumbuhan bulu ekor lebih bagus. Kalau tidak dicabut sejak usia dini, saat dewasa bulu ekornya kurang bagus dan tidak merata,” kata dia.

Inilah yang menurut Om Kicau agak debatable. Sebab, sulit menemukan alasan ilmiah dari tindakan cabut bulu ekor. Namun, karena ini merupakan fakta dan biasa dilakukan Om Slamet, Om Kicau pun tidak akan menutupi fakta tersebut.

Jadi, khusus untuk tips yang satu ini, silakan disikapi secara bijaksana. Yang pasti, apa yang dilakukan Om Slamet merupakan pengalamannya selama ini, dan tidak perlu diperdebatkan.

Tindakan cabut bulu ekor dilakukan ketika bulu-bulu anakan cucak hijau, yang warna hitam, tumbuh di bagian sayap dan ekor. Saat itu juga, Om Slamet akan mencabuti bulu ekor dengan cara disemprot terlebih dulu hingga basah.

Terapi cabut bulu pada bakalan cucak hijau. (Foto: Agrobur)

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

—-

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

3. Buah terbaik: pisang dan pepaya

Menurut Om Slamet, perawatan cucak hijau lebih mudah daripada jenis burung kicauan lainnya, tak manja, dan hariannya tak perlu dikerodong.

Sebagai burung pemakan buah, cucak hijau di alam liar lebih menyukai buah pisang dan pepaya. Itu sebabnya, cucak hijau dalam perawatan manusia cukup diberi kedua jenis buah tersebut.

Bagaimana dengan apel yang banyak digunakan pemain cucak hijau? Pemberian apel sebagai menu harian dapat menyebabkan burung akan birahi terus, termasuk saat berlomba.

Akibatnya, penampilan burung menjadi tidak stabil, seringkali tak mampu bongkar lagu-lagu isiannya selama ini, serta bulu dadanya kerap mengembang. “Kalaupun ada cucak hijau yang mampu bongkar lagunya, itu bisa dihitung dengan jari,” ujarnya.

Kelebihan lain dari pisang dan pepaya adalah setelannya yang relatif aman. Berbeda dari apel. Kalau porsinya tidak tepat, atau lebih banyak daripada yang diperlukan burung, bisa membuat penampilan cucak hijau kurang stabil.

“Sebaiknya pisang dan pepaya diberikan selang-seling setiap hari. Jika dalam sehari tidak habis, maka esoknya harus diganti yang baru,” tambahnya. Maksudnya, apabila hari ini pisang tidak habis, besok langsung diganti dengan pepaya. Atau, jika hari ini pepaya tidak habis, besok langsung diganti pisang.

4. Cucak hijau suka mandi

Sejak dini, cucak hijau perlu disediakan cepuk mandi, karena burung ini memang suka mandi. Apabila burung tidak biasa menggunakan cepuk mandi, boleh juga memakai bak mandi yang biasa digunakan untuk kacer atau murai batu.

Cepuk mandi untuk cucak hijau. (Foto: Agrobur)

—-

“Yang jelas, mandi bagi cucak hijau menjadi kebutuhan wajib. Sebab kalau kurang mandi, cucak hijau sering didis (nyisir bulu) saat tampil di lapangan. Didis juga menjadi salah satu penyebab cucak hijau mengalami bulu nyulam,” jelas Om Slamet.

Ketika bulu nyulam, biasanya keluar putih-putih. Banyak pemain yang tetap menurunkan burungnya mesti dalam kondisi nyulam. Sebagian ada yang masih bisa masuk daftar juara, bahkan menjadi juara 1, tetapi banyak juga yang stres berkepanjangan.

Didis juga bisa disebabkan faktor lain, misalnya burung sudah dalam kondisi on-fire, siap bertempur, tetapi tidak pernah diturunkan. Faktor extra fooding (EF) yang berlebihan, baik dari jangkrik maupun ulat hongkong, juga menjadi faktor pemicu lainnya sehingga burung didis di lapangan.

5. Tips mengatasi bulu nyulam

Seperti disinggung di bagian awal artikel ini, seseorang menjadi “bisa” (baca: berpengalaman) karena “biasa” melakukannya. Begitu pula mengenai cucak hijau yang didis dan bulunya nyulam, Om Slamet punya resep jitu untuk mengatasinya, tentu berdasarkan pengalamannya selama ini.

Untuk mengatasi didis dan bulu nyulam, kata Om Slamet, usahakan burung dijemur selama 15 menit setiap hari, sekitar pukul 09.00. Setelah dijemur, burung diangin-anginkan, kemudian dimandikan.

Untuk sementara, EF seperti jangkrik dikurangi porsinya, minimal 2 ekor jangkrik.

6. Mengatasi cucak hijau melet

Salah satu perilaku yang sering ditunjukkan cucak hijau adalah lidahnya dikeluarkan atau melet. Hal ini biasanya karena burung kurang rutin dimandikan. Solusinya?

“Kalau lidah sudah keluar, usahakan penjemuran dihentikan, dan burung rutin dimandikan pada sore hari,” kata Om Slamet.

7. Kerodong jelang lomba

Meski cucak hijau jarang / tidak pernah dikerodong, Om Slamet menyarankan, jika mau dilombakan, maka Sabtu malam burung perlu dikerodong agar bisa istirahat total dan energinya dapat dihemat untuk esok hari.

—-

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.