Ssstttt…, jangan buru-buru girang. Hadiah sebanyak tiga juta rupiah bagi siapapun yang mampu menangkap burung kutilang ini tidak berlaku di Indonesia. Kementerian Industri Primer Selandia Baru dan Departemen Konservasi setempat menyediakan uang 300 dolar AS (setara Rp 3 juta) bagi siapapun yang bisa menangkap red-vented bulbul (Pycnonotus cafer), atau merbah tunggir merah. Kok burung ini bisa nyelonong ke Selandia Baru, bukankah ini spesies khas Kawasan Oriental? Mengapa pula harus ditangkap?

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Merbah tunggir merah / red-vented bulbul (Pycnonotus cafer)

—-

Dalam dunia perburungan, Kawasan Oriental mencakup seluruh wilayah Asia Selatan (termasuk wilayah di kaki Pegunungan Himalaya), wilayah selatan China, dan negara-negara di Asia Tenggara termasuk negeri kita.

Nah, merbah tunggir merah yang masih berkerabat dengan cucakrowo, trucukan, kutilang, kutilang jambul, dan kutilang emas ini juga memiliki wilayah persebaran di Kawasan Oriental. Hanya saja, untuk Asia Tenggara hanya dijumpai di Thailand dan Myanmar saja. Menjadi aneh ketika kawanan burung ini tiba-tiba dijumpai di Selandia Baru.

Sebenarnya tidak ada yang aneh. Dulu, tahun 1950, burung ini mulai dibudidayakan di Selandia Baru karena warnanya yang eksotik, gagah, dan suaranya pun merdu. Saat itu, sekitar 50 ekor dikembangbiakkan di daerah Takapuna dan Pegunungan Eden.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Sesuai dengan namanya, tunggir merah menjadi cir khasnya.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

—-

Lima tahun kemudian, 1955, populasi merbah tunggir merah langsung membengkak. Mereka malah menjadi burung hama yang merusak tanaman pertanian, bahkan mengusir burung asli lokal yang sedang mengerami atau merawat anak-anaknya.

Akibatnya, burung ini menjadi musuh bersama. Sejak 1960-an, muncul aturan yang melarang impor burung merbah tunggir merah ini ke Selandia Baru. Bahkan pemerintah setempat mengeluarkan Biosecurity Act 1993 yang menyatakan merbah tunggir merah sebagai organisme yang tidak diinginkan di Selandia Baru.

Aturan itu selalu digunakan dari tahun ke tahun. Saat ini, merbah tunggir merah kembali memasuki berbagai wilayah pertanian dan perkebunan di Selandia Baru. Pemerintah pun akhirnya mengeluarkan pengumuman, yang intinya memberi hadiah Rp 3 juta bagi siapapun yang berhasil menangkap burung tersebut. Janji hadiah berlaku hingga 10 November mendatang.

Si cantik bersuara merdu ini menjadi musuh bersama di Selandia Baru.

—-

Penasaran dengan suara merbah tunggir merah? Berikut ini salah satu audionya:

—-

Semoga bisa menambah wawasan kita bersama.

—-

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.