Salah satu permasalahan yang kerap dialami ciblek mania adalah burung yang semula rajin bunyi atau gacor tiba-tiba malas bunyi, atau bahkan macet bunyi, hingga beberapa hari lamanya. Burung yang mestinya dapat menghibur pemiliknya, eh… malah bikin sang majikan pusing tujuh keliling. Namun, inilah risiko sekaligus seni menekuni hobi burung kicauan. Jika mampu mengatasi setiap kendala, akhirnya akan memunculkan kepuasan batin juga. Apa sih penyebab ciblek macet bunyi, dan bagaimana pula mengatasinya?

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Burung ciblek yang semula gacor pun bisa mendadak macet bunyi.

—-

Ada beberapa faktor penyebab ciblek macet bunyi. Berikut ini beberapa faktor yang paling sering dijumpai  :

  • Burung sedang tidak / kurang fit, entah karena menjelang mabung / ganti bulu, burung sedang sakit atau baru saja sembuh dari penyakitnya.
  • Burung mengalami stres akibat perubahan pola perawatan, atau karena aktivitas mandi – jemur yang tidak teratur.
  • Burung kekurangan asupan protein dari extra fooding (EF) seperti kroto dan jangkrik.
  • Burung drop mental, terutama usai mengikuti lomba / latber, atau habis ditrek dengan ciblek milik teman-teman Anda.
  • Burung mengalami kebosanan. Lho, burung bisa bosan juga to? Tak jauh berbeda dari burung paruh bengkok, burung kicauan seperti ciblek pun dapat mengalami kebosanan akibat suasana lingkungan sekitar yang dia lihat itu-itu saja. Hal ini sering dijumpai pada ciblek yang sudah dipelihara cukup lama. Kebosanan ini berujung pada kemalasan burung untuk berkicau.

Solusi mengatasi ciblek macet bunyi

Periksa penyebabnya, ambil tindakan secepatnya.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk mengatasi ciblek yang macet bunyi, atau setidaknya malas bunyi? Tentu tergantung dari faktor penyebabnya, sebagaimana dijelaskan di atas.

>> Solusi 1: Kurang fit akibat cuaca / perubahan musim

Ciblek yang tidak berbunyi karena kondisinya kurang fit akibat cuaca yang tidak bersahabat, atau pergantian musim seperti yang terjadi saat ini, bisa diatasi dengan menyimpannya dalam ruangan yang tenang, di mana angin dari luar tidak menerpa sangkar dan tubuhnya secara langsung.

Jika diperlukan, Anda bisa memasang lampu bohlam 5 Watt di atas sangkar agar burung memperoleh kehangatan dan bisa segera fit kembali. Tindakan pengobatan bisa dilakukan dengan pemberian BirdFirstAid (BFA), yang efektif untuk menyelamatkan burung-burung yang terpengaruh cuaca kurang baik atau saat proses perpindahan / transportasi.

>> Solusi 2: Terganggu polusi udara

Tanpa disadari, terkadang ada kicaumania yang menggantang burung di lokasi yang dekat dengan sumber polusi udara, misalnya tempat pembakaran sampah, bengkel motor / mobil yang kerap menyemburkan asap dari knalpot, dekat dengan pabrik yang memiliki cerobong asap, dan sejenisnya.

Ketika baru beberapa bulan dipelihara, efek polutant itu belum begitu terasa pada burung, sehingga burung masih rajin berkicau. Tetapi lama-lama, karena paru-paru dan kantung udara (air sacs) pada burung tercemar polutant tersebut, burung pun mulai malas bunyi, yang jika tak segera diatasi berujung pada macet bunyi.

Untuk mengatasinya, kita tentu tidak bisa menegur pemilik bengkel dan pabrik, apalagi menggusur tempat pembakaran sampah yang biasanya milik bersama warga kampung / dusun. Jadi, dengan terpaksa, kita yang mengalah.

Pindahkan sangkarnya ke dalam rumah untuk dilakukan penanganan. Pilih ruangan yang tenang, dan berikan terapi BirdTwitter untuk membersihkan saluran pernafasannya, terutama paru-paru dan kantung udara. Jika sudah sembuh, carilah lokasi menggantang yang lebih sedikit terpengaruh efek polusi.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

>> Solusi 3: Stres akibat perubahan pola perawatan

Jika ciblek mengelami stres akibat perubahan pola perawatan, maka sebaiknya segera kembali ke perawatan lama. Kalau pun ingin mengubah pola perawatan, dengan pertimbangan performa burung kurang maksimal saat menggunakan perawatan lama, sebaiknya hal itu dilakukan secara bertahap.

Misalnya burung terbiasa diberi 5 ekor jangkrik, dan Anda ingin menurunkannya menjadi 3 ekor jangkrik, ini bisa dilakukan dengan menurunkan porsinya menjadi 4 ekor selama 1-2 minggu pertama, kemudian dikurangi lagi menjadi 3 ekor pada 1-2 minggu berikutnya.

Kalau burung sudah gacor sejak di tangan pemilik lama, dan Anda ingin membelinya, sebaiknya tanyakan dulu kepada pemilik lama mengenai cara perawatan sehari-hari. Meski Anda lihai merawat ciblek, belum tentu tips yang Anda miliki berlaku untuk burung yang baru dibeli dan terbiasa dengan pola perawatan tertentu.

>> Solusi 4: Stres akibat kebosanan

Memang tidak mudah mendeteksi burung yang stres akibat bosan. Tetapi, biasanya, burung tiba-tiba malas bunyi atau macet bunyi tanpa adanya gejala klinis / gangguan kesehatan tertentu. Misalnya bentuk dan warna kotoran normal, tidak ada gangguan pada saluran pernafasan, burung tidak lesu, kedua sayap masih mengatup baik, atau nafsu makan masih bagus.

Hanya saja, burung sering diam saja di atas tangkrikan, atau bolak-balik turun ke dasar sangkar dan berjalan mengelilingi jeruji sangkar, sering menempel ke jeruji sangkar, serta mulai jarang bunyi atau bahkan macet bunyi. Hal ini menandakan burung stres akibat bosan dengan lingkungannya.

Pada burung fighter seperti ciblek, perubahan tempat bisa membuatnya kembali rajin bunyi. Karena itu, solusi yang paling tepat adalah memberikan suasana baru bagi ciblek Anda. Misalnya, sering memindahkan lokasi gantangan, minimal dua kali sehari, di tempat yang berbeda. Bisa juga divariasi dengan menggantang burung menggunakan kerekan seperti yang biasa dilakukan para penggemar perkutut.

Setiap subuh, burung biasa diembunkan di bawah pohon rindang, untuk menciptakan suasana seperti di alam liar. Kalau perlu, burung dibawa ke luar rumah, cari lapangan yang luas dan gantang di bawah pohon rindang. Anda bisa menunggunya sambil baca buku, atau aktivitas lainnya.

>> Solusi 5: Drop mental atau sehabis mabung

Untuk ciblek yang macet bunyi akibat drop mental setelah lomba / latber, atau ditrek dengan ciblek lain, serta ciblek yang macet bunyi sehabis mabung, solusi yang dianjurkan adalah melakukan perawatan dalam ruangan yang tenang, dan jangan sampai melihat atau mendengar suara ciblek lainnya.

Selanjutnya, ciblek bisa diterapi dengan menggunakan BirdShout. Produk ini juga bisa digunakan jika ciblek sering turun ke dasar sangkar atau sering menempel di jeruji sangkar, tanpa pernah berkicau, atau setidaknya jarang sekali bunyi.

>> Solusi 6: Macet bunyi akibat mabung

Untuk burung yang macet bunyi menjelang mabung, di mana bulu-bulu halus mulai rontok, sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Yang penting, Anda harus siap memberikan perawatan khusus burung mabung, supaya proses rontok bulu dan tumbuhnya bulu baru bisa sempurna.

Untuk mencegah kemungkinan burung macet bunyi sehabis mabung, maka pada awal ngurak burung dijaga kondisi kesehatannya, menggunakan BirdMolt-Pre. Suplemen ini bisa diberikan sampai seluruh bulu burung rontok. Ketika mulai tumbuh bulu-bulu jarum, penggunaan BirdMolt-Pre dihentikan, dan digantikan dengan BirdMolt-Post, sampai seluruh bulunya tumbuh secara lengkap.

>> Solusi 7: Macer bunyi sehabis sakit

Untuk burung yang macet bunyi akibat sakit, tentu harus disembuhkan dulu penyakitnya. Jika burung sudah sembuh, namun tidak mau bunyi lagi, atau jarang rbunyi, terapi yang dianjurkan adalah memberi BirdFine. Suplemen ini akan membuat vitalitas burung kembali bangkit, sehingga secara bertahap akan rajin berkicau kembali.

Selain menerapkan solusi sesuai dengan faktor penyebabnya, ada satu hal lagi yang perlu dilakukan agar ciblek  segera terbebas dari gangguan macet bunyi, yaitu selalu memberikan pakan berkualitas, baik voer maupun EF seperti kroto, jangkrik, dan ulat hongkong. Usahakan cepuk minum selalu diisi dengan air matang dan bersih.

Itulah beberapa solusi mengatasi burung ciblek yang macet bunyi, sesuai dengan faktor penyebabnya. Anda pun mengembangkannya sendiri, sesuai dengan situasi-kondisi yang ada.

—-

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.