Even akbar Jayakarta Cup di Lapangan Banteng Jakarta, Minggu (3/11), masih menyisakan beberapa catatan menarik dan perlu diulas untuk memotivasi penggemar burung lainnya. Kalau sebelumnya Om Kicau sudah mengekspose murai batu Rock’n Roll, kali ini kenari Alpacino kepunyaan WW Angga dari Surabaya (Jatim Raya Team). Alpacino sempat dipandang sebelah mata, dianggap anak bawang, namun akhirnya sukses menjuarai kelas utama, mengalahkan lawan-lawannya yang jawara nasional.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Kenari Alpacino mengejutkan kontestan lain di Jayakarta Cup.

—-

Kemenangan Alpacino di Kelas Kenari Standar Ronggolawe memang mengejutkan para peserta lainnya. Sebab kehadirannya dalam even sebesar Jayakarta Cup sama sekali tidak diperhitungkan lawan-lawannya. Alpacino masih dianggap sebagai anak bawang.

Apalagi lawan-lawannya bukan burung sembarangan. Ada Big Boy milik Fitri BKS (Samarinda), Hell Boy milik H Nendra (N27 SF), Mawar Hitam milik Yogi Naga Hitam SF, Big Boss milik  Bambang Honda (Bojonegoro), Budak Siluman milik Salim (Makassar Team), dan sebagainya.

“Alpacino baru dua bulan di tangan saya. Ini F1 Super, yang saya beli untuk melapis kenari Hercules (YS lokal) yang sedang mabung,” kata WW Angga, yang juga pemilik kacer jawara bernama Prahara.

WW Angga

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Tidak butuh waktu lama bagi dia untuk mengorbitkan Alpacino. Sebelum dibawa ke Jayakarta Cup, Angga  sudah membawa Alpacino ke Galamedia Cup X di Bandung, 13 Oktober lalu, dan nangkring di urutan keempat. Sebelumnya, Alpacino juga berhasil menjadi juara 1 dalam even di Kemayoran, Jakarta.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Meski standar, Alpacino memiliki cengkok lagu istimewa, volume tembus, dan saat berlomba selalu lebih menonjol di antara burung lainnya. “Sejak awal, saya sangat yakin dengan kualitas dan materi Alpacino, dan pede untuk menurunkannya di even besar sekelas Jayakarta Cup,” kata Angga.

Di Blok Barat dan Sumatera pada umumnya, kenari standar menjadi kelas cukup keras, seru, panas, dan prestisius, serta tak kalah dari murai batu, anis merah, dan kacer. Suasana lomba di kelas kenari dalam Jayakarta Cup pun seperti itu.

Wajah para peserta terlihat tegang, apakah itu pemilik yang ikut memantau, atau para perawat yang menggantangkannya. Angga memang tak bisa datang langsung ke lapangan, karena harus menunggu Ibu yang sedang terbaring di rumah sakit. Tetapi, dia terus mengikuti perkembangan di lapangan.

“Begitu kru melaporkan Alpacino mendapat koncer A, hati saya langsung plong. Lega sekali, senang sekali, juga bangga sekali bisa juara pertama di kelas utama dalam Jayakarta Cup,” tambah Angga.

Reza sukses mengawal Alpacino di Jayakarta Cup.

—-

Siap dibawa ke Liga Sumatera

Jika tidak ada aral melintang, Angga akan menurunkan Alpacino dalam seri penutup Liga Sumatera di Jambi, Minggu, 1 Desember 2013. Seri penutup semula dijadwalkan 24 November, namun diundur satu minggu berikutnya.

Selain Alpacino, Angga juga bakal menurunkan kacer Prahara yang juga juara 1 dalam Galamedia Cup X di Bandung. Selanjutnya, kedua gaco ini akan ditampilkan dalam even nasional Pakde Karwo Cup di Surabaya, 15 Desember 2013.

“Mohon doa restunya juga, semoga Ibu bisa segera diberi kesembuhan, sehingga saya bisa kembali turun langsung ke lomba, ketemu lagi dengan beberapa teman dan sahabat. Soal menang atau kalah itu biasa, namanya juga lomba. Tapi ketemu dengan sahabat, itu soal lain, tak ternilai harganya,” kata Angga.

Om Kicau dan segenap kicaumania pembaca website ini juga ikut berdoa untuk kesembuhan Bunda, Om. (Waca)

—-

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.