Burung beo terkenal dengan kemampuan hebatnya dalam meniru suara (mimikri), termasuk suara atau ucapan manusia yang diajarkan kepadanya. Untuk bisa mendapatkan beo dengan kemampuan seperti itu, kita harus memeliharanya sejak anakan. Sebab kalau dirawat dan dilatih sejak dini, burung lebih cepat mengenali kata demi kata yang diajarkannya daripada jika kita merawat dan melatihnya pada usia dewasa. Bagaimana cara merawat dan melatih bicara beo sejak usia dini? Ikuti tips Om Kicau berikut ini.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Perlu diketahui, burung beo betina akan bertelur sebanyak 2-3 butir, berwarna biru kehijauan, dengan bintik-bintik berwarna coklat. Telur-telur ini akan dierami induk jantan dan betina secara bergantian selama 14 – 16 hari.

Pada penangkaran burung beo, biasanya anakan akan disapih dari induknya ketika berumur 10-14 hari. Selanjutnya, anakan kita rawat setiap hari, terutama memberi pakan dengan cara meloloh.

Peralatan dan bahan pakan lolohan

Peralatan yang akan digunakan untuk meloloh anakan beo harus dalam kondisi bersih dan  tidak tercemar bakteri. Beberapa peralatan yang bisa digunakan antara lain sendok, siringe (suntikan), crop tube atau dropper. Anda bisa memilih salah satu peralatan yang dirasa mudah dan / atau nyaman digunakan.

Beo merupakan burung pemakan buah. Jadi kita mesti menyiapkan beberapa jensi buah seperti pisang, pepaya, mangga, dan sejenisnya. Sebelum diberikan, buah dilumat dulu dan dibasahi dengan sedikit air. Boleh juga adonan buah dicampur dengan biskuit bayi atau telur rebus, untuk meningkatkan nilai gizinya.

Untuk menjaga agar kondisi burung senantiasa fit, sekaligus memastikan kecukupan vitamin dan mineral, disarankan menambahkan BirdVit dan BirdMineral, ke dalam adonan tersebut. Tetapi penggunaannya tidak perlu setiap hari. Vitamin cukup 2-3 kali seminggu, adapun mineral 1-2 kali seminggu. Buatlah jadwal sehingga hari ini adonan dicampur vitamin saja, dan besok adonan dicampur mineral saja.

Adapun extra fooding (EF) yang bisa diberikan antara lain jangkrik. Sebelum diberikan, buang bagian kepala dan kaki-kaki jangkrik, sehingga yang diberikan hanya bagian abdomen atau perutnya saja.

Proses pelolohan anakan burung beo.

—-

Selama proses pelolohan, anakan beo ditempatkan wadah besek, baskom plastik, atau media sejenisnya. Sebelumnya, wadah dilapisi dulu dengan selembar handuk kecil / selimut agar tetap memperoleh kehangatan.

Untuk kenyamanan selama pelolohan, letakan wadah yang berisi anakan beo di atas meja. Dengan demikian, Anda leluasa dan nyaman saat memberi makan. Jika ingin memberi makan, cukup tekan paruh anakan beo, untuk memberi tahu bahwa pakan sudah siap. Nah, jika ingin mengetahui lebih banyak mengenai bagaimana tatacara pelolohan anakan burung ini, silakan buka kembali arsipnya di sini.

Setelah diberi pakan, letakkan kembali abakan beo dalam kotak sangkarnya yang bisa terbuat dari kotak bekas sepatu. atau kotak lain, yang dilengkapi dengan lampu penghangat (bohlam 5 Watt). Jika Anda memiliki inkubator, itu lebih bagus dan praktis. Anda juga bisa membuat sendiri inkubator dengan bahan yang ada di sekitar rumah (lihat panduannya di sini).

Perawatan anakan beo umur 0 – 2 minggu

Begiru menetas, hingga beberapa hari, anakan beo masih berwarna merah muda, tanpa bulu, buta, dan benar-benar tak berdaya. Pin / selongsong bulu baru mulai lepas pada minggu kedua. Mata mulai terbuka setelah berumur 8 – 10 hari.

Piyik pada fase ini sangat memerlukan perawatan ekstra, termasuk soal pemberian pakan yang seperti tidak ada hentinya. Idealnya, pada fase ini, burung harus diberi makan sejak pukul 06.00 hingga menjelang malam hari. Pemberian pakan bisa 10 kali sehari, dengan interval 2 jam sekali.

Karena itu, dianjurkan menyerahkan perawatan anakan umur 0-2 minggu kepada kedua induknya dulu. Selain lebih aman, Anda juga tak terlalu repot memberinya pakan. Nanti pada umur 10 – 14 hari bisa disapih untuk kita rawat sendiri.

Anakan burung beo umur 0 – 2 minggu.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

—-

Perawatan anakan beo umr 2 – 4 minggu

Pada usia ini, anakan beo sudah memiliki bulu-bulu. Namun bulu sayapnya belum tumbuh sempurna, sehingga belum siap keluar dari sarangnya. Pemberian pakan pada fase ini bisa dilakukan sebanyak 7 kali sehari, dan secara bertahap dikurangi hingga menjadi 6 kali sehari. Pemberian pakan dimulai sejak pukul 06.00 hingga menjelang malam hari.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Anakan beo pada umur 3 minggu.

—-

Anakan beo umur 3 minggu sudah meningkat menjadi trotolan, dan bisa diberikan pakan kombinasi seperti tumbukan buah pisang yang dicampur voer halus, dan diberi sedikit air. Boleh juga ditambah bahan pakan lainnya seperti tumbukan telur rebus atau biskuit bayi.

Pada usia ini, jangkrik utuh bisa diberikan sebagai EF bagi mereka. Setiap hari, Anda bisa menawarkan pakan yang berbeda pada anakan beo. Buah, misalnya, bisa diselang-seling setiap harinya.

Perawatan anakan beo umur 4 – 5 minggu

Pada usia ini, bulu-bulu sayap mulai lengkap, dan akan segera menjadi burung muda dalam beberapa minggu lagi. Beo trotolan bisa diberi pakan sebanyak 4- 5 kali sehari, dengan interval 3-5 jam.

Anakan burung beo umur 4 minggu.

—-

Pada umur 5 minggu, burung sudah bisa dikenalkan dengan voer, dengan cara mencampurkan voer kasar dan sedikit air, lalu diberikan kepada beo, baik dengan cara dilolohkan atau dibiarkan makan sendiri.

Melatih burung agar mau makan voer juga bisa dilakukan dengan bantuan pisang. Dalam hal ini, pisang dilumatkan dan dicampurkan voer yang masih basah tersebut. Jangkrik dan pakan tambahan lain juga bisa diberikan sebagai pelengkap nutrisi.

Pelatihan sudah dapat dilakukan pada usia ini, di mana kita mengenalkannya dengan kata-kata atau kalimat-kalimat baru saat memberi pakan. Bisa juga mengajak burung berlatih di luar sangkar.  Ucapkan kata-kata yang pendek dulu secara rutin, setiap kali Anda akan memberinya pakan. Misalnya, ucapkan “makan dulu” saat memberinya makanan.

Perawatan anakan beo umur 6 – 7 minggu

Pada saat ini, burung muda sudah bisa mencari makana sendiri. Jika Anda sudah melatihnya makan voer, burung pun pasti akan mau memakan voer dalam bentuk kasar. Pada usia ini, burung juga sudah bisa dipindah ke sangkar hariannya, dan mulai memberlakukan perawatan harian sebagaimana burung beo dewasa.

Anakan burung beo umur  6-7 minggu.

—-

Pemberian pakan tambahan bisa ditingkatkan, mulai dari buah hingga serangga. Yang perlu diperhatikan, air bersih harus selalu tersedia karena burung  sudah mengenal air minumnya. Variasi pakan juga bisa ditawarkan, misalnya dengan memberi makan nasi 1-2 kali seminggu.

Yang tak kalah penting, pada umur ini, adalah mulai melatih bicara  kalimat atau kata-kata yang bisa dilakukan dengan cara :

  • Mengajarinya langsung.
  • Menyimpan sangkar di tempat ramai atau ditempel dengan beo lain yang sudah pintar.
  • Memaster dengan suara masteran beo dari mp3.

Perawatan anakan beo umur 8 – 9 minggu

Pada usia ini, beo harus benar-benar dipisahkan dari induknya, jika Anda sejak awal memang belum menyapihnya. Sebab burung sudah benar-benar mandiri. Penyapihan juga memberi kesempatan kepada induk untuk beristirahat dan memulai proses reproduksi barunya, serta mencegah anakan diserang induk jantan yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Pola perawatan mulai diberlakukan seperti layaknya burung beo dewasa, yaitu pemberian EF buah dan serangga, serta pengaturan pola mandi dan jemurnya.

Sebelum burung beranjak dewasa, kesempatan bagi Anda untuk terus melatihnya dengan kata-kata atau kalimat baru secara bertahap dan kontinyu. Sebab pelajaran yang diberikan pada umur tersebut akan dilafalkan burung beo setelah umur 4- 5 bulan. Makin banyak perbendaharaan katanya, makin akan bertambah pintar dan cerewet burung ini nantinya. Hal tersebut tentu berpengaruh terhadap nilai jual burung beo.

Metode pelatihan atau pemasteran bisa menggunakan suara masteran dari mp3. Silakan buka artikel Empat metode efektif melatih beo bicara, karena di sana dijelaskan berbagai cara melatih bicara burung beo dengan suara masteran, termasuk audio yang bisa diunduh.

Membedakan burung beo jantan dan betina

Sebagai penutup, perlu rasanya bagi kita untuk mengetahui apakah beo yang dipelihara jantan atau betina. Ini memang tidak mudah, karena beo termasuk burung monomorfik seksual. Penampilan burung jantan dan betina hampir serupa.

Namun, ada beberapa tengara yang bisa menjadi acuan dalam sexing burung beo, yaitu :

  1. Jantan memiliki ukuran tubuh lebih besar daripada betina
  2. Jawer / pial jantan berukuran lebih besar dan lebar daripada betina
  3. Kepala burung jantan lebih ceper daripada burung betina yang cenderung lebih bulat.
  4. Jarak kedua tulang panggul pada burung jantan lebih rapat / sempit daripada burung betina.

Semoga  bermanfaat.

—-

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.