Dalam even nasional Piala Pakde Karwo Cup III di Surabaya, Minggu (15/12) lalu, murai batu Pecut Api milik Tatuk Graha Sampurna (Surabaya) berhasil dua kali menjadi juara 1. Bagi kicaumania di luar Blok Timur, nama Pecut Api masih asing. Tetapi itulah Tatuk Graha, yang memang piawai memoles gaco-gaconya. Sudah banyak murai batu berkelas yang moncer di tangannya, misalnya Negro, Bima Sakti, Ortodok, dan kini Pecut Api yang siap menjadi ancaman baru. Pecut Api akan diturunkan pada Gebyar Tutup Tahun IKPBS Solo (29/12) dan Plaza Cup 2 di Semarang, 12 Januari 2014.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Tatuk Graha dan murai batu Pecut Api. (foto: agrobur)

—-

Tatuk Graha memang dikenal memiliki koleksi segudang burung jawara. Tak hanya murai batu, tetapi juga jenis burung lainnya seperti cendet, cucak jenggot, cucak hijau, lovebird, kacer, dan sebagainya. Hampir semuanya jos-gandos dan kerap memenangi even di berbagai blok.

Cucak jenggot Mickey Mouse, misalnya, bahkan mampu menaklukkan cucak jenggot terbaik nasional saat ini, Ratu Jagad, ketika keduanya bertarung dalam even 168 Cup II di Semarang, 7 April lalu. Dua kali Mickey Mouse mengungguli Ratu Jagad, bahkan sukses meraih double winner ketika itu.

Tatuk dan cucak jenggot Mickey Mouse. (foto: burungkicauan.blogspot)

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

—-

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Cendetnya juga banyak, misalnya Commot dan CRV, yang pernah mendominasi even EB-Odjoss Bird Champions di Cibubur, akhir Juni lalu. Lovebird Erlang miliknya juga nyaris tidak terkalahkan, dan kini di-take-over Aden Kolomunyeng. Erlang sudah berganti nama menjadi Dewa Erlang, yang hingga kini juga tidak terkalahkan, bahkan menjuarai Pakde Karwo Cup III.

Untuk murai batu, jagoan yang pernah menembus papan atas nasional antara lain Negro. Om Kicau pernah menempatkannya sebagai salah satu murai batu terbaik nasional. Om Tatuk sering membawa gaco berbeda-beda di setiap even. Belum habis masa kejayaan Negro, dia sudah menyiapkan dua pelapis, yaitu Bima Sakti dan Ortodok, dan sempat beberapa kali moncer. Namun dua gaco ini agaknya tak bertahan lama.

Tatuk Graha

Om Tatuk kemudian membesut beberapa gaco murai batu lainnya, termasuk Pecut Api yang kemarin nyeri juara 1 di Pakde Karwo Cup. Kehadirannya dalam even nasional ini semula tak diperhitungkan, karena banyak murai jawara lintasblok dan lintaspulau yang tampil di sini.

Terbukti sebagian besar murai mampu mengeluarkan performa terbaiknya. Pecut Api sempat kurang bersinar saat turun di Kelas Provinsi Hijau, sehingga hanya menjadi juara 7. Kelas ini dimenangi TO, gaco andalan Ngurah dari Jalak Bali Team, diikuti Barongsay milik Robert Pemburu (Bondowoso) dan Misterius milik Jimmy DS (Surabaya).

Tetapi dalam dua sesi lainnya, termasuk kelas utama Hari Jadi Provinsi, penampilan Pecut api benar-benar prima. Gaya mainnya sungguh eksotik, dan tembakan kasar cililin dan sogok ontong terdengar sangat dominan.

Kinerjanya sejak awal hingga akhir lomba juga maksimal. Tak heran jika juri menetapkannya sebagai burung terbaik di kelas itu. Hal serupa juga diperlihatkan Pecut Api saat turun di Kelas PBI Surabaya, dan kembali menjadi juara pertama.

Raihan ini membuat Tatuk Graha makin percaya diri untuk membawa Pecut Api serta gaco-gaco lain ke IKPBS Solo dan Plaza Cup 2 Semarang. Tatuk yang kerap menjadi juara umum single fighter (SF), akan menghadapi Sonny Lie (Mystic Semarang) yang belakangan juga sering menjadi juara umum SF. Kita tungu saja.

—-

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.